Ditulis oleh 9:40 am KALAM

Makna Pernikahan Dalam Islam

Di antara tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya adalah bahwa Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan hidup dari jenis kamu sendiri, supaya kamu tenang kepadanya dan dijadikan-Nya di antara kamu cinta dan kasih sayang.

Segala puji bagi Allah atas curahan nikmat-Nya, Yang disembah karena kuasa-Nya, Yang ditaati karena keluasan kerajaan-Nya, Yang menerangi jalan manusia dengan petunjuk-Nya, Yang mengukuhkan mereka dengan agama-Nya dan memuliakan dengan kehadiran Nabi-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga dan sahabatnya.

Allah swt menciptakan manusia berpasang-pasangan. Allah swt berfirman dalam Al-Quran, Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia menjadikan pernikahan untuk memperoleh keturunan dan kebajikan yang sempurna. Kita mengharap rahmat, berkah dan ridha-Nya.

Dalam ayat yang lain Allah swt berfirman dalam Al-Quran:

Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan menciptakan darinya pasangannya; Dia memperkembangbiakkan dari keduanya laki-laki yang banyak dan perempuan. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah pula hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah Maha Mengawasi kamu. (QS An-Nisa`/4:1).

Di antara tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah adalah bahwa Dia telah menciptakan leluhur kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu menjadi manusia yang berkembang biak dan bertebaran.

Di antara tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya adalah bahwa Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan hidup dari jenis kamu sendiri, supaya kamu tenang kepadanya dan dijadikan-Nya di antara kamu cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti kekuasaan dan keesaan Allah bagi kaum yang berpikir tentang kuasa dan nikmat-Nya.

Di antara tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya adalah menciptakan langit dan bumi serta perbedaan bahasa dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat bukti-bukti bagi orang-orang yang dalam pengetahuannya.

Di antara tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya adalah tidurmu di waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti bagi kaum yang mendengarkan.

Di antara tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk menimbulkan ketakutan dan harapan akan turunnya hujan, dan Dia menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah mati (kering). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti bagi kaum yang berpikir.

Di antara tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya adalah berdirinya langit dan bumi dengan perintah-Nya. Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu kamu keluar (bangkit dari kematian).

Milik-Nyalah siapa dan apa saja yang di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya mereka tunduk.

Dialah yang memulai penciptaan manusia dan seluruh makhluk, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali sesudah kematian pada hari kiamat nanti; dan menghidupkan kembali itu lebih mudah bagi-Nya. Hanya bagi-Nya sifat Yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Ar-Rum/30:20-27).  

Rasulullah saw bersabda, “Hati manusia masing-masing memiliki kesatuannya; yang saling mengenal akan menyatu dan yang berseteru akan berpisah.” “Siapa yang memandang istrinya dengan pandangan kasih, dan istrinya juga memandangnya demikian, maka Allah akan memandang mereka berdua dengan pandangan rahmat.” “Wahai manusia, kalian mempunyai hak atas istri-istri kalian dan istri-istri kalian mempunyai hak atas kalian. Perlakukanlah istri-istri kalian dengan cinta dan kasih sayang; karena sesungguhnya kalian telah mengambil mereka dengan amanat Allah.”

Pernikahan mendidik manusia agar bertambah lembut jiwanya. 
Karena cinta dan demi cinta langit dan bumi diciptakan.  
Atas dasar cinta makhluk diwujudkan. 
Dengan cinta semua jiwa meraih harapan 
dan mendapatkan idamannya 
serta terbebas dari segala yang meresahkan. 

Dengan perkawinan Allah Swt memperkokoh tali kekerabatan dan mewariskan cita-cita mulia orangtua kepada anak cucu hingga akhir masa. 

Suami istri bagaikan dua sayap seekor burung. Bila kedua sayap kuat, maka ia dapat terbang tinggi ke angkasa, bila keduanya lemah, maka tak dapat beranjak ke mana-mana. 

Lembu pun menyamakan langkah ketika membajak tanah di sawah.  

Rumah tangga bagaikan surga 
Bila suami istri suka sekata. 
Suami istri cinta agama 
Perkawinan mereka akan sentosa.

Suami istri suka mengaji 
Silang sengketa sukar terjadi.
Suami istri suka belajar 
Silang sengketa akan terhindar.

Doa syukur Nabi Sulaiman as:

 “Tuhan, anugerahilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku serta untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-Mu yang saleh”. (QS An-Naml/27:19).

Doa hamba Allah di usia 40 tahun:

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula. Masa mengandung sampai menyapih adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan berumur empat puluh tahun ia berdoa, “Tuhan, anugerahilah aku ilham untuk untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku serta untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan untukku pada keturunanku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan aku termasuk orang yang berserah diri kepada-Mu.” (QS Al-Ahqaf/46:15)

Doa hamba-hamba Allah yang shalih:

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari pasangan-pasangan hidup kami dan keturunan kami penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Furqan/25:74).

*** 

Doa untuk Mempelai Berdua

  • Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…
  • Allahumma shalli ‘ala Muhammad, shalatan tamla’u khazainallahi nuran, watukunu lana wa lil-mu’minina farajan wa farhan wa sururan. Wa ‘ala alihi washahbihi wa sallama tasliman katsiran.
  • Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wajama’a bainakuma fi shahibihi.
  • Rabbana hab lana min azwajina…
  • Rabbi habli min ladunka dzurriyyatan thayyibah.
  • Rabbi habli minash-shalihin.
  • Ya Allah, jadikanlah akad nikah ini ikatan yang penuh berkah dan Engkau ridhai sepanjang hayatnya, wahai Dzat Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
  • Ya Allah, panjangkanlah umur mereka, sehatkanlah tubuh dan ruh mereka, terangilah kalbu mereka, teguhkanlah iman mereka, mudahkanlah segala urusan mereka, baguskanlah amal mereka, perindahlah akhlak mereka, lapangkanlah rezeki mereka, dekatlah mereka pada kebaikan, dan jauhkanlah dari keburukan, penuhilah segala kebutuhan mereka di dunia dan akhirat.
  • Ya Allah, karuniakanlah kepada mereka anak keturunan yang mukmin-mukminah, muslim-muslimah, ‘alim-‘alimah, shalih-shalihah, pencerah kehidupan di dunia dan akhirat.
  • “Ya Allah, satukanlah hati mempelai berdua, sebagaimana Engkau menyatukan hati Adam dan Hawa; satukanlah hati mempelai berdua, sebagaimana Engkau menyatukan hati Nabi Muhammad saw dan Khadijah al-kubra…  Padukanlah mempelai berdua siang dan malam, dalam suka maupun duka… Limpahkanlah rasa saling memahami, saling menyayangi, saling mencintai, saling mengasihi dan saling memaafkan, selalu dan selamanya.” 
  • “Ya Allah, yang membolak-balikkan hati, mantapkanlah hati kedua mempelai berdua untuk istiqamah pada jalan-Mu.
  • Semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya, memberkahi mereka berdua, dan kiranya Allah meningkatkan kualitas keturunan mereka, menjadikannya pembuka pintu rahmat, sumber ilmu dan hikmah, serta pemberi rasa aman bagi umat. 
  • “Ya Allah, limpahkanlah keselamatan, rahmat, berkah, sakinah, mawaddah wa rahmah pada penganten berdua dan keluarga.” 
(Visited 177 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 7 Mei 2020
Close