16.4 C
Yogyakarta
19 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
SAINS

Mana Lebih Baik: Dengan atau Tanpa Masker?

Salah atribut utama pada masa Pandemi Global adalah masker. Mungkin sebagian mengenakan masker karena tahu kegunaan dan pula tahu akibat jika tidak menggunakan. Masker merupakan cara melindungi wajah dari keterpaparan Covid-19, atau mencegah penyebaran Covid-19. Bagi yang tidak mengenakan, mungkin karena tidak bisa membeli masker, tidak sempat, tidak tahu kegunaannya, atau memang tahu ada informasi yang mengatakan pentingnya menggunakan masker, namun tidak percaya. Tidak dapat diingkari bahwa masih banyak pertanyaan apakah itu benar masker berguna? Apakah ada buktinya?

Masker Meningkatkan Peluang Tak Tertular

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh sejumlah peneliti, mengatakan bahwa bila seseorang tidak mengenakan masker, akan meningkatkan peluang untuk terkena Covid-19. Tim peneliti mengamati kasus-kasus dan melihat kemungkinan seseorang terkena Covid-19 dan bagaimana virus tersebut dengah mudah menular dari orang ke orang.

Jika diperiksa data dari negara-negara dimana jumlah orang yang terkena sangatlah besar seperti China, Italia dan Amerika, para peneliti menemukan bahwa menggunakan masker mengurangi jumlah orang yang terkena hingga lebih dari 78.000 di Italia dalam interval waktu 6 April – 9 Mei dan lebih dari 66.000 di Kota New York dalam interval 17 April – 9 Mei.

mereka menyimpulkan bahwa mengenakan masker di tempat umum merupakan cara paling efektif untuk mencegah penularan antar manusia.

Peneliti mengatakan, peristiwa ini menunjukan bahwa transmisi udara melalui aerosol pernapasan merupakan rute yang dominan untuk penyebaran COVID-19. Dengan menganalisis tren pandemi yang tidak menggunakan masker dengan menggunakan metode statistik serta proyeksi, peneliti menghitung bahwa penularan dapat dicegah dengan menggunakan masker, dalam waktu kurang lebih sebulan di sejumlah wilayah. Dengan hasil tersebut, mereka menyimpulkan bahwa mengenakan masker di tempat umum merupakan cara paling efektif untuk mencegah penularan antar manusia.

Tidak Sulit, Namun Tidak Mudah

Penelitian semacam ini yang telah dipublikasikan dengan berbagai bentuk sdan cara, untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa untuk mencegah penyebaran virus, kita hanya perlu mengenakan masker, menjaga jarak, serta mengikuti prosedur kesehatan lainnya. Namun, mengapa masih banyak yang terkena?

Suatu tindakan yang jelas dan mudah, seperti mengenakan masker menurut peneliti tidak hanya berguna untuk mencegah percikan tetesan batuk atau bersin dari yang terkena virus, namun juga penting bagi orang yang tidak terkena untuk menghindari menghirup partikel di udara (aerosol) yang dikeluarkan oleh orang yang terkena ketika berbicara, oleh karena virus bisa tetap berada diudara dalam waktu yang lama dan dapat bergerak jauh.

Namun mengapa masih banyak yang tidak mengaplikasikannya dengan baik?

Bila dirasa masih tidak meyakinkan, kita bisa berkaca dari Cina. Mereka telah memakai masker selama bertahun-tahun utamanya karena kualitas udara yang buruk disana. Kebiasaan inilah yang menurut peneliti membantu Cina dalam menahan wabah Covid-19, dan membuat mereka menjadi salah satu negara pertama yang berhasil mengendalikan penularan. Ini seharusnya menjadi pesan jelas kepada orang-orang di seluruh dunia, bahwa mengenakan masker sangatlah penting dalam memerangi virus.

Namun demikian, bila dilihat dari jumlah orang yang terkena bertambah terus dari waktu kewaktu, seakan mengatakan bahwa banyak orang yang masih tidak mengakui atau bahkan tidak tahu bahwa virus dapat menularkan melalui udara. Memang pembatasan jarak fisik dan mencuci tangan harus terus dilakukan, namun hal ini saja tidaklah cukup perlindungan. Penggunaan masker kini haruslah menjadi salah satu yang harus juga digencarkan untuk mengurangi lebih banyaknya orang yang tertular. Bila hal ini tetap gagal, apakah ada cara lain untuk melindungi penyebaran virus yang menyebar lewat batuk, bersin dan udara yang keluarkan ketika sedang bicara?

Edukasi massal.

Masker sejauh ini merupakan alat termudah, untuk mencegah penularan, terlebih ketika new normal hendak diterapkan. Oleh sebab itu, dibutuhkan edukasi yang bersifat massal, agar menggunakan masker menjadi kebiasaan. Edukasi harus mengikuti metode penyebaran virus. Artinya kecepatan edukasi harus lebih tinggi dari kecepatan penyebaran virus. Jika dari satu orang dapat menularkan lebih dari satu orang, maka kesadaran untuk bersedia menggunakan masker juga harus ditularkan, dari satu orang sekurangnya menularkan kepada dua atau tiga orang, atau lebih. Apakah anda punya saran yang lebih hebat? (Sumber situs sciencedaily).

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA