17.5 C
Yogyakarta
22 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
SAINS

Manakah Kerajaan Terbesar di Dunia?

Bila menurut Guinness World Records, jawabannya adalah Kerajaan Achaemenid pada 480 SM. Kerajaan yang juga dikenal sebagai Kekaisaran Persia ini diperkirakan bahwa 44% populasi dunia diperintah dari tahta Achaemenid di tempat yang sekarang disebut Iran, menjadikannya kerajaan terbesar dalam sejarah dengan ukuran tersebut.

Akan tetapi, dan hal ini tidaklah mengherankan, tidak semuanya setuju. Hal ini karena pangsa populasi global hanyalah salah satu cara untuk mengukur luasnya sebuah kerajaan, dan beberapa ahli mempertanyakan apakah adil untuk menggunakan metrik tersebut ketika membandingkan kerajaan dari periode waktu yang berbeda.

Sebagai contoh, ketika Kekaisaran Achaemenid berada pada puncaknya, hanya terdapat 112,4 juta orang yang hidup. Inggris menguasai seperempat populasi dunia yang relatif sedikit pada tahun 1901, tetapi pada saat itu populasi global telah membesar menjadi 1,6 miliar orang. Apakah masuk akal untuk membandingkan kerajaan Inggris dan Achaemenid dengan metrik ini? Atau dengan kata lain, apakah kita membandingkan apel dengan jeruk?

Hal tersebut tanpa membahas pro dan kontra dari cara lain untuk mengukur ukuran: luas daratan terbesar; daratan bersebelahan terbesar; tentara terbesar; produk domestik bruto terbesar; dan seterusnya.

Sebaliknya, menurut Martin Bommas, seorang Egyptologist dan direktur Museum Sejarah Universitas Macquarie di Sydney, Australia, yang harusnya kita gunakan adalah metrik untuk mengukur pengaruh dan stabilitas jangka panjang, oleh karena memulai kampanye perang untuk mengumpulkan dan mengendalikan tanah adalah satu hal, akan tetapi dibutuhkan keahlian logistik dan infrastruktur yang berbeda untuk menjaga dan mengelola wilayah tersebut.

Untuk dirinya, metriknya akan dihitung dalam beberapa tahun. Dirinya membandingkan Reich Ketiga Hitler, yang membutuhkan banyak wilayah untuk menyaingi Romawi, akan tetapi tidak ada yang akan menyebutnya sebagai kekaisaran karena kekuasan ini hanya berlangsung enam tahun dan dalam periode perang total. Dirinya berpendapat bahwa untuk dapat dinyatakan sebagai suatu kerajaan atau kekaisaran, maka diperlukan memiliki masa damai untuk membawa kemakmuran. Kemakmuran tersebut kemudian dapat dieksploitasi agar sumber daya dan kekayaan bisa dikirim kembali ke tanah air mereka.

Hal inilah yang membuat Kekaisaran Mongol Genghis Khan, gagal sebagai penantang kekaisaran terbesar di dunia. Meskipun secara sah kekaisaran ini dapat mengklaim diri mereka sebagai kekaisaran dengan tanah bersebelahan terbesar, hal tersebut tidak berlangsung lama. Hanya 88 tahun setelah didirikan, kekaisaran tersebut dipotong menjadi empat khanat terpisah karena keturunan Genghis Khan bertengkar tentang garis suksesi, dan sebagian besar kesatuan Kerajaan Mongol yang relatif singkat dihabiskan untuk bertempur dengan orang luar, secara agresif memperluas perbatasannya pada apa yang terbukti menjadi tingkat yang tidak dapat dipertahankan.

Kerajaan Inggris mungkin tidak bersebelahan, akan tetapi mengalahkan bangsa Mongol dalam hal luas daratan yang berada di bawah kendalinya. Kerajaan ini begitu masif hingga para ahli hampir kesulitan memahaminya hari ini. Ekspresi matahari tidak terbenam di Kerajaan Inggris merupakan suatu kenyataan, dan bukan hanya daratan yang dikuasainya; lautpun juga didominasi oleh Inggris.

Kerajaan Inggris muncul pada akhir tahun 1500-an ketika kerajaan Inggris dan Skotlandia yang saat itu terpisah mendirikan koloni di seberang lautan pertama mereka di Amerika dan Karibia. Pada tingkat teknis, kita dapat membuat argumen bahwa Kerajaan Inggris masih ada, meskipun dalam arti yang berkurang secara dramatis, melalui penguasaan 14 wilayah seberang laut yang relatif kecil termasuk Gibraltar dan Kepulauan Falkland.

Ada juga 16 negara merdeka yang juga dikenal sebagai Commonwealth Realms, dimana Ratu Elizabeth II masih menjadi kepala negaranya, termasuk Australia, Belize, Kanada, Selandia Baru, Papua Nugini dan beberapa negara Karibia. Tetapi sebagian besar setuju itu berakhir pada 1997, ketika Inggris menyerahkan Hong Kong kembali ke China.

Pangeran Charles berkata bahwa Hong Kong menandai akhirnya. Tempat tersebut adalah koloni besar terakhir di kekaisaran. Jika kita juga setuju dengan Pangeran Charles, maka Kerajaan Inggris bertahan kira-kira 400 tahun, yang berarti bahwa meskipun Inggris menaklukkan lebih banyak bagian dunia daripada orang lain, mereka tetap tidak dapat disebut sebagai kerajaan terbesar jika diukur dengan umur panjang.

Kekaisaran Ottoman, yang diperintah dari Turki modern, bertahan lebih lama dari Kerajaan Inggris karena memerintah setidaknya selama 600 tahun. Akan tetapi, Romawilah, dengan asumsi bahwa kita setuju Kekaisaran Romawi tetap bertahan ketika terbelah menjadi dua untuk menciptakan Kekaisaran Romawi Barat dan Kekaisaran Romawi Timur, yang terakhir bertahan paling lama hampir 1.500 tahun. Maka dapat dikatakan, Romawi adalah kekaisaran terbesar di dunia.

Sumber:
Situs livescience.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA