Ditulis oleh 8:36 am SAINS

Manfaat Lebih Dalam dari Menurunkan Tekanan Darah

Keputusan untuk meresepkan obat tekanan darah tidak boleh hanya didasarkan pada diagnosis penyakit kardiovaskular sebelumnya atau tekanan darah seseorang saat ini.

Dalam sebuah studi terbaru ditemukan bahwa obat untuk tekanan darah dapat mencegah serangan jantung. Bahkan pada mereka yang memiliki tekanan darah yang normal.

Profesor Kazem Rahimi dari Universitas Oxford, Inggris, yang merupakan peneliti utama dari studi tersebut mengatakan bahwa penurunan dari tekanan darah melalui pengobatan mengakibatkan penurunan yang besar dalam resiko serangan jantung dan stroke. Hal ini tetap berlaku terlepas dari tingkat tekanan darah awal mereka, pada mereka yang sebelumnya mengalami serangan jantung atau stroke, dan pada mereka yang tidak pernah menderita penyakit jantung.

Rahimi juga menambahkan bahwa meski terdapat kesamaan yang relatif, tidak berarti semua orang harus melakukan perawatan tersebut. Keputusan untuk pengobatan akan tergantung pada kemungkinan individu menderita penyakit kardiovaskular di masa depan. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah potensi efek samping dan biaya pengobatan tersebut.

Terdapat kontroversi tentang apakah penurunan tekanan darah farmakologis memiliki manfaat yang sama pada orang dengan versus tanpa serangan jantung atau stroke sebelumnya, dan ketika tekanan darah di bawah ambang batas untuk hipertensi (biasanya 140/90 mmHg). Bukti dari penelitian sebelumnya tidak meyakinkan, mengarah pada rekomendasi pengobatan yang kontradiktif di seluruh dunia.

Studi terbaru ini merupakan studi terbesar, dan juga yang paling detail, yang pernah dilakukan untuk menguji pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan tekanan darah dan perobatannya. Para peneliti menggabungkan data pada individu yang telah berpartisipasi dalam uji klinis acak dan melakukan meta-analisis. Studi tersebut melibatkan 348.854 peserta dari 48 percobaan.

Dalam studi tersebut, partisipan yang mengikuti dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok yang sebelumnya diagnosis penyakit kardiovaskular dan mereka yang tidak. Setiap kelompok dibagi menjadi tujuh subkelompok berdasarkan tekanan darah sistolik saat masuk penelitian (kurang dari 120, 120-129, 130-139, 140-149, 150-159, 160-169, 170 dan di atas mmHg).

Dalam rentang waktu rata-rata empat tahun untuk masa tindak lanjut, didapatkan hasil untuk setiap penurunan 5 mmHg pada tekanan darah sistolik menurunkan risiko relatif kejadian kardiovaskular utama sekitar 10%. Risiko untuk stroke, penyakit jantung iskemik, gagal jantung dan kematian akibat penyakit kardiovaskular berkurang masing-masing sebesar 13%, 7% dan 14% dan 5%.

Adanya penyakit kardiovaskular maupun tingkat tekanan darah pada awal penelitian tidak mengubah efek dari pengobatan.

Menurut Profesor Rahimi, keputusan untuk meresepkan obat tekanan darah tidak boleh hanya didasarkan pada diagnosis penyakit kardiovaskular sebelumnya atau tekanan darah seseorang saat ini. Namun yang seharusnya dilakukan untuk pengobatan tekanan darah harus dilihat sebagai suatu cara yang efektif untuk mengurangi risiko kardiovaskular saat seseorang yang mengidap penyakit tersebut memiliki kemungkinan yang tinggi untuk mengalami serangan jantung atau stroke. (Disadur dari situs sciencedaily)

(Visited 8 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 5 September 2020
Close