Ditulis oleh 2:56 pm KABAR

Mari Menjaga Diri Sendiri dan Orang Sekitar

Nasionalisme seringkali diharapkan sebagai energi yang dapat membangkitkan suatu bangsa.

Virus corona atau Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Infeksi virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir desember 2019. Sebagian infeksi akibat virus corona, termasuk MERS, dan SARS berasal dari kelelawar.

Pada kasus infeksi MERS-CoV, ketika air liur atau urin kelelawar yang membawa virus termakan unta, maka unta akan terinfeksi dan menjadi perantara. Yang selanjutnya unta menulari manusia melalui kontak langsung dengan susu, urin atau dagingnya. Lalu, manusia yang telah terinfeksi menulari manusia lainnya melalui tetesan air liur saat batuk atau bersin. Dalam beberapa bulan virus ini sudah menyebar cepat ke hampir semua negara.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga dapatmenyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pnuemonia) hingga kematian. Gejala awal infeksi virus corona ini bisa menyerupai gejala flu, yaitu deman, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, sesak napas, dan sakit kepala. Selain itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memperparah. Penderita dengan gejala atau yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas dan nyeri dada. Gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus corona.

Angka infeksi virus corona ini yang semakin tinggi membuat banyak orang semakin khawatir akan keselamatan diri sendiri dan keluarga. Tetapi jika rasa khawatir yang berlebihan, justru perasaan itu akan menambah beban pikiran dan berujung pada penurunan daya tahan tubuh. Oleh sebab itu masyarakat sebaiknya mematuhi kebijakan pemerintah seperti PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) agar bekerja, belajar di rumah dan tidak balik ke kampung halaman. Kita tidak tahu, apakah kita terinfeksi sebelum atau di saat perjalanan yang dapat membahayakan diri dan keluarga. Agar tingkat terinfeksinya kasus Covid-19 ini menurun hingga tidak adanya kematian lagi, tidak perlu keluar rumah sesuka hati demi bertemu langsung dengan teman-teman atau hanya menghilangkan rasa jenuh selalu di rumah. Adanya penyuluhan dari pemerintah atau lembaga kesehatan untuk mengajarkan dan menerapkan pola hidup sehat dan selalu mencuci tangan setiap berpergian atau sebelum makan. Dengan adanya rasa optimis jika menerapkan hal tersebut akan mengurangi tersebarnya bahkan menghilangkan virus Covid-19 pada suatu negara maupun seluruh negara di dunia.

Dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei, sebaiknya seluruh warga Indonesia lebih menjaga diri dan orang sekitar agar tidak tertularnya virus corona ini dan memperangi virus ini agar negara tercinta kita ini tidak menambah kematian masyarakatnya karena corona. Nasionalisme seringkali diharapkan sebagai energi yang dapat membangkitkan suatu bangsa, masyarakat dan negara agar negara tersebut dapat mengetahui potensi kekuatan nasionalnya untuk dikembangkag menuju cita-cita yang diharapkan yaitu masyarakat yang aman, damai, adil, makmur dan sentosa.

Oleh karena itu masyarakat sebaiknya menerapkan sifat optimis dan menghilangkan sifat pesimis karena negara Indonesia sudah tertular virus Covid-19 ini, dengan menerapkan sifat optimis dan patuh pada aturan dapat mengurangi jumlah orang tertular dan menghentikan kematian masyarakat Indonesia karena virus ini.

(Visited 12 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 20 Mei 2020
Close