Ditulis oleh 9:46 am COVID-19

Masih Tetap Kita Berjuang Menghadapi Covid-19

Ketika terjadi wabah yang diutamakan adalah menghindarinya demi menjauhi mudharat.

Kita saat ini benar-benar sedang berduka dengan munculnya wabah Covid-19, karena dampak yang ditimbulkannya tidak kalah dasyatnya dibandingkan dengan perang maupun bencana yang lain, karena mencakup berbagai lini kehidupan.

Terlepas apakah wabah itu rekayasa genetika yang dibuat manusia ataupun tidak, tapi Covid-19 juga mahluk Allah. Ini membuat manusia sadar akan siapa dirinya, sehingga yang selama ini mungkin hidupnya semau gue kurang memperhatikan ketentuan Agama-Nya sehingga Allah mengingatkan kita dengan wabah Covid-19 ini.

Mengapa Allah turunkan wabah covid-19 ini?
Coba kita perhatikan salah satu ayat dalam surat Ar-rum yang artinya ”Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya mereka rasakan sendiri (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Ar-Rum.30:41).
Sedangkan kerusakan sebagaimana ayat tersebut diatas berupa kekeringan, peceklik, ketakutan yang merajalela, barang barang yang tidak laku, mewabahnya penyakit, sulitnya mencari kehidupan, maraknya perampokan serta kezaliman, dan lainnya. (Tafsir al-Muyassar, hal. 408).
Kerusakan juga bisa disebabkan oleh dosa dan maksiat yang dilakukan manusia, juga karena manusia meninggalkan perintah Allah dan mengerjakan larangan-Nya. Karena itu Allah memberikan hukuman atas amalan-amalan yang buruk tersebut di dunia, sebelum nanti di akhirat. Ini semua agar mereka menjauhi maksiat serta bertaubat kepada Allah (Tafsir al-wajiz, hal. 409).

Bagaimana kita bersikap?
Sebagai orang beriman maka dengan maraknya wabah Covid-19 dan dengan kondisi yang tidak menentu sekarang ini, maka kita harus kembali kepada jalan lurus yang diridloi oleh Allah serta kita jangan takut dan bersedih, yakinlah Allah bersama kita.

Sebagai orang yang beriman kita juga harus menghindari mudharat terhadap diri sendiri dan orang lain. Sebab hal tersebut dilarang dalam agama Islam. Rosulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, ”Tidak boleh membuat mudharat untuk diri sendiri dan membuat mudarat untuk orang lain.” (Riwayat Ibnu Majah). Namun pada faktanya, ada diantara kita yang tidak punya rasa peduli terhadap yang lainnya.

Dalam riwayat lain, Rosululloh menegaskan, ”Barangsiapa membahayakan orang lain, maka Allah akan membalas bahaya kepadanya dan barangsiapa menyusahkan orang lain, maka Allah akan menyusahkan-Nya” (Riwayat al-Hakim dan al-Baihaqi).

Ketika terjadi wabah seperti sekarang ini yang diutamakan adalah menghindarinya demi menjauhi mudharatnya bahkan mungkin yang kita anggap baik misalnya acara berkumpul, ber-reuni dalam rangka silaturrahim di hari yang fitri sebaimana kebiasaan kita dalam merayakan idul Fitri sekalipun, harus kita perhatikan dampak dan mudharatnya. Ini sesuai dengan kaidah fikih yang berbunyi, ”Meninggalkan kerusakan didahulukan dari memperoleh kemaslahatan”.

Dalam konteks ubudiyah maupun muamalah, untuk menghindari mudharat dan menegakkan kemaslahatan, kita harus memperhatikan ketentuan-ketentuan Allah dan aturan-aturan pemerintah selama untuk kemaslahatan bersama ummat.

(Visited 37 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 17 Mei 2020
Close