Ditulis oleh 11:56 am COVID-19

Mau Hindari Covid-19, Ini Kelemahannya

Agar terhindar dari penularan Covid-19 kita harus pahami kelemahan-kelemahannya. Apa saja itu?

Dunia masih menghadapi pandemi Covid-19 yang kini telah menginfeksi lebih dari 1,3 juta orang. Agar dapat melawan virus ini dengan efektif, maka kita harus mengetahui kelemahan-kelemahannya, sehingga dapat menghindari terinfeksi Covid-19. Sebab hingga kini obat maupun vaksinnya belum ditemukan.

Sejauh ini, seperti dikutip dari Kompas.com, para ilmuwan, peneliti, dan petugas kesehatan, telah menyusun cara mencegah penularan Covid-19 melalui kelamahan-kelemahan tersebut. Apa saja kelemahan Covid-19, berikut:

1. Mudah hilang dengan pelarut lemak

Pelarut lemak adalah sabun yang sehari-hari kita gunakan. Virus corona akan hancur dan mati jika terkena sabun. Itulah sebabnya, kita dianjurkan untuk rajin cuci tangan dengan air dan sabun. Virus corona pada intinya tersusun atas tiga bagian, yaitu: (a) DNA atau RNA yang menjadi inti dari virus; (b) Protein yang merupakan bahan baku virus untuk memperbanyak diri; (c) Lapisan lemak sebagai pelindung luarnya. Ketiga bagian tersebut sebenarnya tidak terikat dengan kuat satu sama lain. Sehingga, saat lapisan lemak tersebut hancur karena sabun, maka virus tersebut pun akan hancur dan mati. Oleh karena itu, patuhi imbauan untuk mencuci tangan secara teratur. Jika Anda rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, maka kemungkinan virus berpindah dari tangan dan masuk ke dalam tubuh akan berkurang drastis.

2. Bisa dikalahkan antibodi

Covid-19 akan kalah dengan antibodi yang dimiliki tubuh. Oleh karena itu, kita disarankan untuk memperkuat imun agar jika terinfeksi Covid-19, tubuh dapat melawan virus hingga dapat sembuh. Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia mengamini bahwa salah satu kelemahan virus corona adalah dalam menghadapi antibodi yang sehat. Penelitian ini melihat secara teratur kadar antibodi yang dihasilkan oleh seorang pasien Covid-19 berusia 47 tahun dengan gejala ringan hingga sedang. 

Pasien tersebut tidak memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi atau diabetes. Kondisi tubuhnya secara keseluruhan sehat dan hanya terdapat satu infeksi yang sedang terjadi, yaitu Covid-19. Pada hari ke 7-9 sejak gejala Covid-19 pertama kali muncul pada pasien tersebut, sejumlah antibodi mulai terbentuk di tubuh. Ini tandanya, tubuh tengah mengeluarkan berbagai senjatanya untuk berusaha melawan virus corona. Beberapa hari setelah antibodi terbentuk, tubuh pasien tersebut mulai membaik. Memang masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dalam skala yang lebih besar lagi untuk melihat pola “peperangan” antara virus corona dan antibodi. Namun, penelitian di atas bisa dijadikan sebagai pengingat pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan menjalani gaya hidup yang sehat.

3. Bisa dibunuh dengan disinfektan

Berdasarkan hasil penelitian, virus corona penyebab SARS dan MERS bisa bertahan di permukaan benda seperti metal, kaca, atau plastik hingga beberapa hari. Meski sejauh ini belum ada penelitian mengenai ketahanan virus penyebab Covid-19 di permukaan, tapi diduga hasilnya tidak jauh berbeda dari sepupu sesama coronavirus lainnya. Virus tersebut dianggap bisa nonaktif dengan bahan disinfektan seperti alkohol dengan kadar 60-70%, hidrogen peroksida 0,5%, atau sodium hipoklorit 0,1% dalam waktu 1 menit. Oleh karena itu rajin-rajinlah membersihkan permukaan benda yang sering disentuh seperti telepon genggam, gagang pintu, dan meja kerja menggunkaan bahan disinfektan.

4. Melemah di suhu panas

Memang belum ada penelitian yang menyebut bahwa virus penyebab Covid-19 lemah terhadap panas. Namun, coronavirus penyebab penyakit SARS, terbukti bisa melemah pada suhu panas. Berdasarkan data yang diterbitkan oleh badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), virus penyebab SARS bisa terbunuh pada suhu 56°C.

Kajian yang dilakukan BMKG dan Tim UGM, mengatakan bahwa penyebaran Covid-19 akan terhambat di wilayah tropis. Oleh karena itu, banyak yang menyarankan agar kita berjemur, selain memperkuat imun tubuh juga dapat membunuh virus karena terkena sinar matahari.

Baca Juga:
BMKG: Iklim Tropis Bisa Tekan Penyebaran Covid-19

5. Tidak bisa bertahan lama dipermukaan

Virus corona tidak dapat bertahan beberapa hari di permukaan, sehingga tidak lagi cukup kuat untuk bisa menimbulkan infeksi. Hal ini membuat WHO maupun Kementerian Kesehatan RI tidak melarang pengiriman paket antar negara karena risiko penularan melalui media pengiriman paket tersebut sangatlah rendah.

Walaupun Covid-19 memiliki berbagai kelemahan, namun yang paling utama agar terhindar dari virus ini adalah dengan menjaga jarak aman. Phisycal distancing kurang lebih dua meter, merupakan cara yang paling jitu agar terhindar dari Covid-19.

Sumber: Kompas.com

(Visited 60 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 7 April 2020
Close