Mbah Lindu Maestro Gudeg Yogyakarta Meninggal Dunia Pada Umur 100 Tahun

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Perjalanan Mbah Lindu dalam melestarikan kuliner Yogya ini memang terbilang sangat panjang.

Legenda gudeg Yogyakarta, Mbah Lindu yang bernama asli Biyem Setya Utomo, meninggal dunia pada usia 100 tahun, Minggu, 12 Juli kemarin.

Semasa hidup, Mbah Lindu menjadi pedagang gudeg tertua di Yogyakarta. Memasak dan berjualan gudeg, telah dilakukan Mbah Lindu selama 87 tahun. Kesehariannya selalu diisi dengan mengolah berbagai bahan menjadi gudeg.

Mbah Lindu dikenal sebagai orang yang gigih berkerja. Kesungguhannya terlihat dengan selalu turun langsung ke dapur maupun berdagang meski usianya sudah 100 tahun. Sehari-hari Ia berjualan di Jalan Sosrowijayan tepatnya di pos ronda samping Hotel Grage Jogja. Mbah Lindu tak pernah absen berjualan yang dimulai pukul 05.00 hingga 10.00.

Hobi memasaknya sudah sejak lama, namun begitu ia mengaku hanya bisa memasak gudeg saja. “Oo ndak pernah eh.. Dari dulu Mbah hanya membuat gudeg saja… Bisanya cuma membuat gudeg,” dikutip dari Kumparan.com.

Resep gudeg pun ia pelajari langsung dari Ibunya. Hingga kini Mbah Lindu masih mempertahankan resep asli tersebut yang juga sudah ia turunkan ke anak bernama Rutiyah.

Yogyakarta memang dikenal dengan Kota Gudeg. Meski demikian, setiap pedangang memiliki ciri khas masing-masing. Nauh, gudeg Mbah Lindu terkenal dengan cita rasa legit, gurih, serta kaya rempah. Gudeg basah ini, per porsinya dibanderol sekitar Rp 15-30 ribuan.

Perjalanan Mbah Lindu dalam melestarikan kuliner Yogya ini memang terbilang sangat panjang. Bahkan di usia senja, ia tetap mengabdikan diri untuk berjualan gudeg, hingga akhirnya kini ia harus mengakhiri perjalanan tersebut. Selamat jalan maestro gudeg Yogyakarta.

Erik T.

Erik T.

Terbaru

Ikuti