24.3 C
Yogyakarta
10 September 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Melek Teknologi Karena Corona

Kehadiran virus Covid-19 yang tidak nampak namun mampu memporakporandakan tatanan kehidupan. Penularan yang bisa melalui kontak antar manusia dan sulit diprediksi . Kegiatan sosial yang sulit dihindari menjadi salah satu penyebab penyebaran Covid-19. Korban berjatuhan dari hari ke hari. Jumlah paramedis juga berkurang karena ada yang gugur dalam perjuangannya di garda terdepan, dan permasalahan lain yang perlu penanganan serius.

Kompleknya permasalahan yang diakibatkan Covid-19, membuat para pemimpin membuat kebijakan yang sangat ketat, termasuk melakukan pembatasan interaksi sosial. Kalender pendidikan, dan program program yang dirangkai, begitu indah tidak lagi dihiraukan, demi pemutusan penularan Covid-19. Anak anak stay at home.

Apapun kondisi guru saat ini tidak menjadikan dirinya menyerah pada keadaan. Usia yang semakin menua tidak melemahkan semangatnya untuk terus berusaha membimbing anak-anak penerus bangsa. Guru-guru muda/ GTT yang terus berkarya walau penghasilan tidak sebagus lulusan SMA bekerja bagian pruduksi di perusahaan swasta. Berbagai tudingan dari banyak kalangan yang menyoroti kompetensi guru, kinerja , bahkan cibiran guru tidur dan bermimpi tetep menerima gaji, bagaikan suntikan imunisasi yang membuat hati semakin kuat untuk mengabdikan diri. Berbagai cara guru lakukan. Mulai dari memberikan tugas secara berkala, memberi tugas melalui grup WA, bergabung bersama dengan BPTIK untuk belajar on line menggunakan microsoft teams, membuat quis melalui geogle formulir, membuat quizizz dan berbagai cara belajar jarak jauh.

Apakah semudah itu guru melakukan pembelajaran jarak jauh? Tentu saja tidak, berbagai kendala guru alami baik dari diri sendiri, maupun keadaan peserta didik. Tapi kita sebagai umat yang berTuhan tidak perlu bersedih sebagaimana firman Allah “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita” QS At Taubah : 40. Atas dasar itu guru terus mengasah diri, senantiasa belajar dengan mengikuti diklat daring untuk meningkatkan kemampuan teknologi yang mendukung pembelajaran jarak jauh. Mencoba menggunakan aplikasi microsoft teams dari mulai menginstal aplikasi. Mencoba menggunakan sampai larut malam agar esuk bisa menjadi guru yang baik, dan menggunakan aplikasi secara lancar di depan peserta didik. Asyik mempelajari hal yang baru, bahagia bisa belajar bersama bertemu muka walau jarak jauh, tapi prosesnya juga perlu pengorbanan.

Waktu belajar menggunakan aplikasi baru serius, konsentrasi yang kadang harus mengorbankan perasaan anak-anak sendiri, karena mengabaikan mereka, bahkan mendekatipun disuruh diam agar suaranya tidak masuk ke mikrofon. Pilihan hidup yang harus dinikmati, setelah itu minta maaf kepada anak, membuat pengertian kepada anak, kenapa hal ini harus dilakukan oleh orang tuanya. Anak sendiri bisa dikondisikan , kita lanjut mengoreksi hasil belajar yang dikirim siswa dalam bentuk foto atau vidio.

Tidak sampai di situ. Guru masih terus berjuang mengamati Youtube bagaimana membuat kuis. Mulai menginstal geogle drive, belajar membuat soal, memperpendek URL dan membagikan kepada peserta didik. Belajar lagi membuat kuis yang lebih menarik yaitu quizizz dan terus digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar siswa. Maaf bagi sebagian orang yang biasa menggunakan memang bukan sesuatu yang sulit. Namun bagi guru sekolah dasar yang sehari-harinya belajar tatap muka, dan berkreasi di depan siswa agar menyenangkan dengan berbagai model pembelajaran yang dianjurkan dalam kurikulum 2013, sesuatu yang baru dan tuntutan yang harus dipenuhi untuk mensukseskan pembelajaran jarak jauh, ini baru dari kacamata guru. Bagaimana dengan kondisi peserta didik, apakah semua wali mendukung dengan sarana prasarana? Kalau sarananya ada, apakah wali mampu berperan aktif membimbing anak-anaknya? Semua ini harus dengan penuh ketulusan menyelesaikan permasalahan agar mendapatkan hasil seperti yang kita harapkan.

Covid-19 memang wabah yang mematikan tapi mengajarkan kita banyak hal, Bagaimana menjaga kebersihan, kemandirian anak dan membuat guru lebih banyak belajar menggunakan aplikasi aplikasi sarana belajar jarak jauh. Meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi, dari yang belum bisa menjadi bisa, yang sudah bisa menjadi terampil. Mari melek teknologi ini kita gunakan juga untuk senantiasa menjadi manusia yang lebih baik di hadapan Allah. Semoga wabah cepat berlalu. Guru semakin berpotensi. Sukses anak-anak negeri.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA