17.5 C
Yogyakarta
22 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
PENDIDIKAN

Membangun Desa dengan Kreativitas

Kreativitas menjadi modal utama dalam melakukan gerakan pemberdayaan. Terutama gerakan pemberdayan untuk membangun desa agar menjadi mandiri dan berdaulat. Dengan kreativitas yang dimiliki oleh setiap penggerak desa dan disinergikan dengan sebuah daya cipta, hal ini akan mempercepat proses pembangunan desa.

Kreativitas atau creativity – dalam bahasa inggris – merupakan kata yang berasal dari bahasa latin, yaitu creo yang memilki arti menciptakan atau membuat. Secara sederhana kreativitas dapat dimaknai sebagai proses di mana ide-ide dihasilkan, terinterelasi, dan ditranformasikan ke dalam sesuatu yang bernilai.

Sedangkan menurut Howkins dalam bukunya “The Creative Economy; How People Make Money from Ideas”, ia mengemukakan bahwa kreativitas dapat muncul jika sesorang berkata, mengerjakan, dan membuat sesuatu yang baru, baik berupa penemuan baru maupun memberikan karakter baru pada sesuatu (inovasi). Artinya, dalam gerakan pemberdayaan desa, penggerak desa yang punya kreativitas – baik dalam bentuk gagasan, ide-ide, maupun mimpi-mimpi –harus mampu merealisasikannya dalam sebuah gerakan atau karya yang dapat divisualisasikan.

Pada dasarnya, konsep kreativitas memiliki cakupan yang sangat luas. Dalam pemberdayaan desa sendiri, ada beberapa konsep yang sering dijumpai yaitu berkaitan dengan kebudayaan (culture), ekonomi kreatif (creative economy), relasi sosial, dan pendidikan (education). Dimana semuanya saling berkaitan satu sama lain dan membentuk bangunan simbiosis mutualisme — saling ketergantungan dan menguntungkan.

Pada tataran awal, dalam melakukan pemberdayaan desa, hal yang harus dilakukan adalah mengetahui kebudayaan masyarakat setempat. Ini merupakan proses awal untuk mengenali masyarakat secara menyeluruh dan memahami kebiasaan yang mereka lakukan.

Memberikan pendidikan sebagai langkah untuk terus melahirkan penggerak lokal.

Kemudian, masuk ke dalam tataran selanjutnya. Yaitu pengembangan ekonomi kreatif untuk meningkatkan nilai ekonomis dari potensi yang ada. Membangun relasi sosial untuk menguatkan kebersamaan masyarakat dalam bergotong royong atau melakukan kerja-kerja kolektif. Dan memberikan pendidikan sebagai langkah untuk terus melahirkan penggerak lokal yang akan secara mandiri bergerak membangun dan mengembangkan desanya.

Desa merupakan tempat yang mempunyai banyak potensi, baik alam, budaya, maupun masyarakatnya. Secara geografis, desa sangat diuntungkan dengan masih banyaknya sumber-sumber daya alam seperti hutan, sungai, dan lahan pertanian atau perkebunan yang dapat dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan dasar (basic needs) sehari-hari masyarakat. Selain itu, desa lekat dengan kebudayaan yang disandangnya. Mulai dari bahasa, tari, rumah adat, pakaian adat, dan ritual-ritual atau kebiasaan yang masih dilestarikan.

Dalam proses pembangunan, tentu hal tersebut menjadikan desa punya value yang lebih unggul daripada kota yang sangat disibukkan dengan berbagai macam permasalahan – polusi, krisis air, kelangkaan pangan, kemacetan, dan penyempitan lahan. Artinya, dalam pembangunan desa dengan diiringi kreativitas, desa akan lebih berkembang dengan tetap melestarikan warisan alam maupun leluhurnya tanpa harus melakukan modernisasi secara menyeluruh – memasukkan teknologi secara masif, ahli fungsi lahan hutan, dan pembangunan industrialisasi.

Pembangunan desa yang disinergikan dengan kreativitas salah satunya dicontohkan oleh Desa Ponggok, di Klaten Jawa Tengah. Dengan mamaksimalkan dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah sejak tahun 2015, kini Desa Ponggok bertranformasi dari desa tertinggal menjadi desa maju dan sejahtera. Dengan menyalurkan dana desa untuk pengembangan BUMDes, potensi-potensi sumber daya alam di sana dapat dimanfaatkan secara baik sehingga memiliki nilai ekonomis bagi masyarakatnya. Salah satunya pengelolaan pariwisata Umbul Ponggok, Toko Desa, Ponggok Ciblon, dan budidaya perikanan.

Selain itu, pemerintah desa juga membuat beberapa program. Seperti satu rumah satu sarjana sebagai bentuk upaya untuk memperbaiki sektor pendidikan, rehab rumah, sanitasi, air bersih, perlindungan sosial bagi lansia, dan perlindungan kesehatan untuk asuransi BPJS. Hasilnya, desa Ponggok mengalami peningkatan pendapatan dalam kurun waktu tiga tahun hingga 50 kali lipat. Di mana sebelumnya pada tahun 2013 desa ini hanya memiliki pendapatan Rp. 211 juta dan pada tahun 2016 menjadi 10,3 miliar.

Disamping itu, ada juga Desa Serang, di Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar yang memiliki seorang kepala desa (kades) yang mampun mendaratkan kreativitasnya dalam sebuah gerakan membangun desa. Dwi Handoko merupakan salah satu figur kades progresif dalam membangun tanah kelahirannya.

Ia menjadi sosok yang menginspirasi banyak anak muda setempat untuk menjadi pengusaha.

Menjabat sejak tahun 2014 sebagai kades, ia telah banyak melakukan inovasi. Mulai dari kerjasama dengan Perhutani untuk pengelolaan lokasi wisata Pantai Serang, membuat konservasi tukik, dan mengembangkan peternakan kambing dengan memanfaatkan anggaran dana desa. Ia menjadi sosok yang menginspirasi banyak anak muda setempat untuk menjadi pengusaha, dan saat ini tercatat ada 150 masyarakatnya yang menjadi wirausahawan. Sebagian besar mereka membuka wisata kuliner, penyewaaan ATV, tenda, dan perlengkapan camping.

Selain itu, ia juga mendorong anak-anak muda untuk berlatih kesenian tradisional seperti gamelan dan tari jaranan. Setiap tahunnya, di desa ini mengadakan berbagai aganda tahunan seperti festival layangan, festival patung pasir, jaz pantai hingga gebyar UMKM. Kini, Pantai Serang menjadi destinasi wisata di pesisir selatan Blitar dengan jumlah pengunjung mencapai 5.000 setiap harinya dan mampu memberikan pemasukan cukup besar bagi desa Serang.

Desa menjadi tempat yang harus digali potensinya secara kreatif agar mampu memberikan nilai bagi masyarakat lokal. Jika potensi-potensi yang ada di desa dapat digali dan dibangun dengan baik oleh masyarakatnya sebagai penggerak desa, bukan tidak mungkin desa akan menjadi tempat yang memiliki daya tarik bagi masyarakat luar. Sehingga dapat meningkatkan value serta menciptakan kemandirian dan kedaulatan bagi desa.

Dengan kreativitas, desa dapat dibangun dan dikembangkan secara baik tanpa harus merusak kekayaan alam yang ada di dalamnya, maupun merusak budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA