Ditulis oleh 11:42 am COVID-19

Menatap Masa Depan Pendidikan Paska Pandemi Corona

Tuntutan hari ini, membuat kita mau tidak mau harus belajar dan beradaptasi dengan mengkombinasikan pendidikan dan teknologi.

Oleh: Widi Astuti, S.Pd

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap tanggal 2 Mei selalu di warnai dengan gegap gempita dari semua insan dunia pendidikan. Hari Pendidikan yang biasanya diwarnai dengan euforia baik itu dalam bentuk seremonial berupa upacara bendera, maupun yang berbentuk esensial dengan berbagai macam kreativitas yang berkaitan dengan dunia pendidikan seperti lomba karya tulis, maupun workshop, dan seminar-seminar.

Hadiknas di tahun 2020 ini mengalami perbedaan 180 derajat. Perbedaan ini terjadi lantaran Indonesia sedang “tidak baik-baik saja” karena adanya pandemi corona. Dari yang sebelumnya pembelajaran dilakukan dengan tatap muka antara guru dengan siswa, sekarang hanya bisa dilakukan dengan pendidikan jarak jauh, atau biasa disebut dengan pendidikan dengan sistem daring (online).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sendiri menetapkan tema Hardiknas 2020 yaitu “Belajar Dari Covid-19”. Tentunya penetapan tema tersebut lantaran, fenomena yang terjadi hari ini karena adanya pandemi corona yang sedang menimpa Indonesia.

Pendidikan dengan sistem daring sebagai akibat dari pandemi corona diberlakukan paska keluarnya Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020. Surat Edaran tersebut berisikan, agar seluruh kegiatan belajar mengajar baik di sekolah maupun kampus menggunakan metode daring (dalam jaringan) alias online sebagai upaya pencegahan terhadap perkembangan dan penyebaran covid-19. Kebijakan penutupan tersebut sebagai respons terhadap kebijakan dan imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing (jaga jarak).

Dalam pembelajaran daring ini nampaknya tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Banyak hambatan dan keluhan baik itu dari sisi guru, siswa, maupun orang tua siswa. Mulai dari siswa yang mengeluhkan beban tugas melimpah, handphone yang sudah terlalu sesak memorinya, sampai jaringan internet yang masih labil kadang 4G, tapi tiba-tiba 3G sampai sinyal hilang seketika. Dari sisi orang tua juga tak jauh bedanya, bagaimana mereka harus merasakan menjadi guru di rumah bagi anak-anaknya, sampai harus mengalah tidak menonton sinetron lantaran harus memperhatikan anaknya belajar daring.

Bagi guru sendiri, pembelajaran daring juga tak kalah memberatkan. Mereka dituntut untuk belajar kembali mengenai aplikasi semacam google hangout, Zoom, dan Ding Talk. Hal itu dilakukan supaya pembelajaran daring tetap interaktif dengan siswa. Walaupun ada pula yang mencari jalan pintas dengan hanya menggunakan Grup Whatsapp sebagai solusi instan dari pendidikan daring atau dengan hanya memberikan tugas semata kepada para siswa.

Di balik berbagai masalah dan keluhan di atas, ternyata banyak pula hikmah yang dapat kita petik dari pembelajaran daring selama pandemi corona. Diantaranya, siswa maupun guru dapat menguasi teknologi untuk menunjang pembelaran daring ini. Penguasaan siswa maupun guru terhadap teknologi pembelajaran yang bervariasi, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

Adanya kebijakan Pendidikan daring memaksa dan mempercepat mereka untuk menguasai teknologi pembelajaran secara digital sesuai kebutuhannya. Tuntutan kebutuhan tersebut, membuat mereka dapat mengetahui media daring yang dapat menunjang pembelajaran sebagai pengganti pembelajaran di kelas secara langsung, tanpa mengurangi kualitas materi pembelajaran dan target pencapaian dalam pembelajaran.

Adanya kebijakan Pendidikan daring memaksa dan mempercepat mereka untuk menguasai teknologi pembelajaran secara digital sesuai kebutuhannya.

Setelah guru mampu menguasai berbagai sarana pembelajaran daring, maka akan tercipta pemikiran mengenai metode dan strategi pembelajaran yang lebih bervariasi. Misalnya saja, guru membuat konten video kreatif sebagai media pembelajaran. Kreativitas yang berkembang tersebut membuat siswa akan semakin tertarik dengan materi yang diberikan oleh guru melalui video kreatif. Hal itu juga akan membuat siswa tidak merasa bosan dan jenuh ketika melakukan pembelajaran daring.

Itu hanya merupakan salah satu contoh saja. Masih banyak kreasi lain yang bisa dilakukan guna menjawab masa depan pendidikan paska pandemi corona Indonesia. Dimana masa depan pendidikan akan selalu bersinergi dengan perkembangan teknologi. Tuntutan hari ini, membuat kita semua yang ada di dalam dunia pendidikan mau tidak mau harus belajar dan beradaptasi dengan mengkombinasikan pendidikan dan teknologi.

Maka sangat tepat istilah “bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian” sebagai arti dari bekerja keras memeras tenaga dan pikiran untuk beradaptasi dengan mengkombinasikan pendidikan dan teknologi. Kita semua tentunya berharap bahwa adanya pandemi corona harus tetap berfikir optimis demi menyongsong pendidikan Indonesia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

(Visited 273 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 2 Mei 2020
Close