24.4 C
Yogyakarta
12 September 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Mendikbud Nadiem: Minta Pelaku Pendidikan Berinovasi di Tengah Covid-19

Dalam suasana pandemi Covid-19, upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional diadakan secara terbatas dan terpusat, serta disiarkan secara daring. Peringatan Hardiknas pada tahun 2020 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengangkat tema “Belajar dari Covid-19”. 

Upacara dilaksanakan di Halaman Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) Jakarta, pada Sabtu (02/05/2020). Mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak berkumpul di tengah pandemi Covid-19, upacara tetap berjalan khidmat, bunyi rilis yang disampaikan Kemendikbud.

Di belakang tiang bendera, 18 orang peserta upacara yang merupakan pegawai Kemendikbud dengan pakaian KORPRI nya berbaris rapi dengan jarak masing-masing 1,5 meter antar peserta, baik ke kanan, ke kiri, ke belakang dan ke depan. Di depan peserta upacara, telah siap tiga orang petugas pengibar bendera dan dua orang petugas pembaca naskah Undang-undang Dasar 1945 dan naskah Pancasila, satu orang pemimpin upacara, satu orang pembaca doa, satu orang pembaca susunan acara, satu orang pembaca tanda kehormatan satya lencana dan satu orang pengatur upacara.  

Di samping lapangan upacara telah berbaris delapan orang petugas pengiring musik lagu Indonesia Raya dan lagu wajib nasional. Semua petugas upacara dan peserta upacara lengkap menggunakan masker dan sarung tangan serta diperiksa suhu tubuhnya sebelum memasuki lapangan upacara sebagai bentuk mematuhi protokol kesehatan.

Dalam kesempatan ini, selaku pembina upacara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim hadir melalui tayangan telekonferensi dari kediamannya, mengajak seluruh insan pendidikan di tanah air mengambil hikmah dan pembelajaran dari krisis Covid-19.

“Saat ini kita sedang melalui krisis Covid-19. Krisis yang memakan begitu banyak nyawa. Krisis yang menjadi tantangan luar biasa bagi negara kita dan seluruh dunia. Tetapi, dari krisis ini kita mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat ini dan setelahnya,” ujar Mendikbud.

Selain itu, Mendikbud juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk selalu berinovasi di tengah pandemi Covid-19.

“Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. Inilah saatnya kita mendengarkan hati nurani dan belajar dari Covid-19,” tutur Mendikbud.

Berikut pidato lengkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim dalam upacara peringatan Hardiknas Sabtu, 2 Mei 2020:


PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA DALAM PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2020

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabmatuhuh Wabarakatuh,
Salam Sejahtera,
Om Swastiastu,
Namo Buddaya
Salam Kebajikan

Bapak dan Ibu yang kami muliakan dan segenap insan pendidikan di tanah air, Selamat merayakan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini harus kita lakukan di tengah pandemi COVID- 19. Semoga kita semua memberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat agar bisa melalui masa sulit ini.

Saat ini kita sedang melalui krisis COVID-19. Krisis yang memakan begitu banyak nyawa. Krisis yang menjadi tantangan luar biasa bagi negara kita dan seluruh dunia. Tetapi, dari krisis ini kita bisa mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat ini dan setelahnya.

Untuk pertama kalinya, guru-guru melakukan pembelajaran secara daring atau online, menggunakan tools atau perangkat baru, dan menyadari bahwa sebenanya pembelajaran dapat terjadi di manapun.

Orang tua, untuk pertama kalinya menyadari betapa sulitnya tugas guru. Betapa sulitnya tantangan untuk bisa mengajar anak secara efektif. Kemudian menimbulkan empati kepada guru yang tadinya mungkin belum ada.

Guru, siswa, dan orang tua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja. Tetapi, pendidikan yang efektif itu membutuhkan kolaborasi yang efektif dari tiga hal ini, guru, siswa, dan orang tua. Tanpa kolaborasi itu, pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi.

Bapak dan Ibu yang kami banggakan,

Kita sebagai masyarakat juga belajar pentingnya kesehatan. Betapa pentingnya kebersihan. Betapa pentingnya norma-norma kemanusiaan di dalam masyarakat kita.

Timbulnya empati, timbulnya solidaritas di tengah masyarakat kita pada saat pandemi COVID-19 ini merupakan pembelajaran yang harus kita kembangkan. Bukan hanya di masa krisis ini, tetapi juga di saat krisis ini telah berlalu.

Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. Inilah saatnya kita mendengarkan hati nurani dan belajar dari COVID-19. Agar kita menjadi masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan.

Terima kasih telah berpartisipasi anjuran Bapak Presiden untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta tetap belajar, bekerja, dan beribadah di rumah saja.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya,

Salam kebajikan.

Jakarta, 2 Mei 2020
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,

Nadiem Anwar Makarim


Sumber Foto: Kemendikbud

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA