Ditulis oleh 2:15 pm KALAM

Mengapa Kita Meniru Cara Orang Sakit

Kemajuan teknologi malah membuat kita menjadi malas bergerak. Padahal hemat gerak hanya cocok untuk orang yang sakit.

Suatu hari penulis bincang-bincang dengan salah satu rekan guru tentang adanya kecenderungan efek dari kemajuan teknologi terhadap kondisi kesehatan fisik dan mental yang menyebabkan orang malas untuk bergerak. Dalam bahasa jawa dikenal “mager” atau males gerak. Mengapa ketika kita masih bisa menggerakkan organ tubuh kita, kita justru menghindari untuk menggerakkanya contoh ketika kita punya remote TV, kita pilih tidak bergerak untuk memindahkan chanel. Padahal apabila kita mau menggerakkan tubuh akan lebih sehat karena peredaran darah menjadi lebih lancar. Memanjakan tubuh dengan sandaran atau tiduran di depan TV ber jam-jam lamanya, dengan asumsi hemat tenaga. Atau berkaitan juga dengan penggunaan HP yang semakin lama mengakibatkan kita menjadi orang  hemat bergerak.

Hemat bergerak hanya cocok bagi orang yang sakit, artinya bagi orang yang sehat merupakan suatu tindakan yang tidak berkontribusi terhadap kesehatan. Untuk itu penulis mengajak untuk bertindaklah sebagaimana orang sehat. Beberapa contoh yang bisa dikerjakan sebagai aktivitas positif di tiap rumah tangga misalnya kegiatan menjemur pakaian, ember diletakkan di bawah agar ada aktivitas menunduk, jongkok dan berdiri. Mengepel lantai menggunakan kain pel saja tanpa alat apapun sehingga bisa merayap, jongkok, merangkak, menahan bahu. Menyetrika di lantai organ berganti posisi, bisa jongkok, bersila, merentangkan kaki, menjulurkan pinggang ke depan. Menyapu halaman menggunakan sapu tanpa kayu sehingga ada aktivitas menunduk. Momong anak dengan bermain-main sebagaimana aktivitas olah raga. Beberapa tempat seperti di sekolah ada kelas yang terletak di atas sehingga guru sering naik turun tangga bisa digunakan sebagai latihan pada otot pinggul, otot paha serta betis menjadi lentur karena terlatih untuk kontraksi dan relaksasi.

Demikianlah mindset yang bisa kita pupuk di otak kita agar  tidak malas dalam bergerak. Orang akan iri ketika sudah tidak bisa menggerakkan lutut, dalam skala yang lebih besar orang akan merindukan dan iri melihat orang lain dapat bergerak. Sebagai penutup apa yang sudah dipaparkan di atas adalah aktivitas sehari hari yang semula menjadi beban dirubah menjadi sebuah kesenangan dengan sedikit dipersulit untuk mendapatkan kebugaran tubuh tanpa harus menyediakan waktu khusus.

(Visited 160 times, 1 visits today)
Last modified: 15 Mei 2020
Close