Ditulis oleh 8:35 am SAINS

Mengapa Memori Dapat Sangat Jelas dan Tahan Lama?

Memori membentuk dasar atas ekspetasi atau harapan kita tentang peristiwa di masa depan dan memungkinkan kita untuk membuat prediksi yang lebih akurat.

Tahun 2020 ini tentunya akan menjadi tahun yang akan sangat diingat pada tahun-tahun yang akan datang. Terutama COVID-19 yang hingga kini terus menginfeksi orang-orang dari seluruh penjuru dunia, akan menjadi ingatan yang akan terukir jelas di pikiran kita bila dibandingkan dengan ingatan lainnya di tahun 2020. Mengapa bisa demikian?

Pertanyaan tersebut telah membuat ilmuwan-ilmuwan bingung selama beberapa dekade. Namun kini dalam studi yang dipimpin oleh University of Bristol telah membuat terobosan dalam memahami bagaimana ingatan bisa begitu berbeda dan tahan lama tanpa menjadi kacau balau.

Studi tersebut, yang dipublikasi di Nature Communications, menggambarkan penemuan suatu mekanisme baru pembelajaran di dalam otak, dimanana terdapat penstabilan memori dan mengurangi gangguan antar memori. Temuan tersebut memberikan wawasan baru mengenai bagaimana manusia mampu membentuk ekspektasi dan membuat prediksi akurat tentang apa yang bisa terjadi di masa depan .

Memori terbentuk ketika koneksi antara sel-sel saraf yang mengirim dan menerima sinyal dari otak menjadi lebih kuat. Proses tersebut telah lama diasosiasikan dengan perubahan koneksi yang merangsang sel saraf tetangga di hipokampus, wilayah otak yang penting untuk pembentukan memori.

Koneksi excitatory atau rangsangan tersebut haruslah diimbangi oleh koneksi inhibitory atau penghambatan, yang dimana akan meredam aktivitas sel saraf, agar otak dapat berfungsi secara sehat. Peran dari perubahan pada kekuatan koneksi penghambatan belum pernah dipertimbangkan sebelumnya. Dan para peneliti menemukan bahwa koneksi penghambatan antara sel-sel saraf, yang dikenal sebagai neuron, juga dapat diperkuat.

Dengan bantuan dari ahli saraf komputasi di Imperial College London, para peneliti studi dapat menunjukkan bagaimana hal tersebut dapat memungkinkan stabilisasi dari representasi memori.

Temuan tersebut untuk pertama kalinya mengungkapkan bagaimana dua jenis koneksi penghambatan (dari neuron pengekspres parvalbumin dan somatostatin) juga dapat bervariasi serta meningkatkan kekuatan, seperti pada koneksi rangsang. Lebih jauh dari itu, dibuat suatu pemodelan komputasi yang mendemonstrasikan pembelajaran pada penghambatan ini yang memungkinkan hipokampus untuk menstabilkan perubahan pada kekuatan koneksi rangsang, yang mencegah informasi yang muncul mengganggu ingatan yang ada.

Dr Matt Udakis, Research Associate di School of Physiology, yang merupakan penulis pertama dari studi tersebut mengatakan, bahwa dirinya dan rekan-rekannya sangat senang dan bersemangat ketika menemukan dua jenis neuron penghambat ini yang dapat mengubah koneksi mereka dan mengambil bagian dalam pembelajaran otak.

Hal ini juga menurutnya menambahkan penjelasan tentang suatu hal yang sudah dianggap benar dan diketahui. Yakni bahwa memori tidaklah menghilang segera setelah masuknya pengalaman atau memori baru. Penemuan terbaru ini dapat membantu mengerti mengapa hal ini dapat terjadi.

Pemodelan komputer yang dibuat dapat memberikan suatu wawasan baru dan penting mengenai bagaimana pembelajaran dari penghambatan dapat membuat memori menjadi stabil seiring berjalannya waktu dan tidak rentan terhadap gangguan. Hal tersebut sangatlah penting oleh karena dalam studi sebelumnya tidak dijelaskan mengapa ingatan yang terpisah dan berbeda dapat tetap jelas dan kuat.

Profesor Jack Mellor, Profesor Ilmu Saraf di Pusat Plastisitas Sinaptik, penulis utama dari studi tersebut mengatakan, bahwa memori membentuk dasar atas ekspetasi atau harapan kita tentang peristiwa di masa depan dan memungkinkan kita untuk membuat prediksi yang lebih akurat. Apa yang terus dilakukan otak adalah menyesuaikan harapan kita dengan kenyataan. Serta mencari tahu apakah terdapat ketidakcocokan dan dimana ketidakcocokan tersebut. Dengan informasi tersebut otak menentukan apa yang perlu kita pelajari.

Dirinya serta peneliti lain percaya bahwa yang mereka temukan akan memainkan peran penting dalam menilai seberapa akurat prediksi dan oleh karenanya hal penting apa yang merupakan informasi baru. Dalam situasi seperti saat ini, kemampuan untuk mengelola ekspektasi dan membuat prediksi yang akurat sangatlah penting.

Hal tersebut juga merupakan suatu contoh yang baik tentang bagaimana dua penelitian dengan cara dan disiplin yang berbeda dapat memberikan suatu pengetahuan yang menarik dengan wawasan yang benar-benar baru.

Peneliti memori dalam Bristol Neuroscience membentuk salah satu komunitas terbesar penelitian yang berfokus pada memori di Inggris yang mencakup berbagai keahlian dan pendekatan. Ini adalah kesempatan besar untuk bekerja sama dan mulai menjawab pertanyaan-pertanyaan besar ini, yang telah digapai oleh para ahli saraf selama beberapa dekade dan memiliki implikasi luas. (Disadur dari situs sciencedaily)

(Visited 15 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 12 September 2020
Close