Mengapa Pupil Hewan Memiliki Beragam Bentuk?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Seperti yang diketahui, banyak binatang yang memiliki bentuk pupil yang berbeda, seperti pupil kucing yang berbentuk seperti almond, dan pupil kuda yang oval lebar. Pupil sendiri adalah celah di iris mata yang memungkinkan cahaya untuk masuk ke retina. Otot iris memvariasikan ukuran pupil, mengubah jumlah cahaya yang bisa masuk. Pupil manusia melingkar oleh karena otot-ototnya diatur dalam cincin yang berkontraksi secara merata ke tengah. Pupil ini memiliki keuntungan karena memberikan fokus yang merata di seluruh bidang pandang, tetapi pupil yang melingkar tidak dapat mengerut sekencang bentuk pupil lainnya.

Untuk hewan-hewan yang berburu, atau diburu, di malam hari membutuhkan mata besar dan sensitif yang tidak cocok dan akan kewalahan ketika melihat di siang hari yang cerah. Oleh karenanya mereka telah mengembangkan satu set otot ekstra untuk menarik pupil mereka menjadi bentuk celah sempit di siang hari.

Sebuah studi pada tahun 2015 di University of California, Berkeley, memberikan kesimpulan bahwa pilihan evolusioner antara pupil celah vertikal dan horizontal tergantung pada apakah yang memilikinya adalah pemangsa atau mangsa. Hewan pemangsa dengan pupil celah vertikal, seperti kucing dan banyak ular, dapat mempertahankan fokus yang tajam pada bidang pandang horizontal dan menilai jarak ke mangsanya dengan lebih akurat.
Di sisi lain, hewan pupil celah horizontal mengorbankan ketajaman visual mereka di tepi kiri dan kanan. Namun sebagai gantinya mereka mendapat penglihatan sekeliling yang lebih luas. Ini memberi hewan yang biasa diburu seperti kuda dan domba dan jenis pemakan tumbuhan lannya kesempatan yang lebih baik untuk dapat melihat predator.

Beberapa hewan bahkan memiliki evolusi untuk pupil yang memiliki bentuk yang lebih rumit. Contohnya sotong memiliki pupil berbentuk W yang membantu menyeimbangkan cahaya terang dari atas dengan tingkat gelap di bawah. Beberapa tokek memiliki pupil yang mengerut hingga menyerupai untaian mutiara vertikal. Ini mungkin telah berkembang untuk memungkinkan mereka menilai jarak bahkan tanpa memfokuskan kedua mata ke arah yang sama, dengan membandingkan pengaburan pada celah pupil yang berbeda. Jadi pupil yang ada pada hewan telah berevolusi untuk dapat menyesuaikan dengan kebutuhan hidup dan lingkungan yang mereka tinggali.

Sumber:
Situs sciencefocus. Naskah Pertama kali ditulis oleh Luis Villazon. Foto: Pixabay

Narantaka Jirnodora

Narantaka Jirnodora