Ditulis oleh 9:17 am COVID-19

Mengasah Sikap “Altruisme” Tenaga Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19

Tenaga kesehatan berjuang di garda terdepan merawat pasien Covid-19. Meninggalkan keluarga, suami, istri, anak, orang tua, sanak saudara bahkan ada yang terusir dari kampungnya demi melaksanakan tugas kemanusiaan.

Oleh: H. Mohamad Rokim, S.ST

Beberapa hari lalu dr. Taufik Nugroho, SpB, FINACS, seorang dokter spesialis bedah senior di RSI Klaten mengingatkan kepada kita semua tenaga kesehatan baik dokter perawat petugas laboratorium hingga para petugas claning service untuk berjuang bersama berperang melawan Covid-19. Kita tenaga kesehatan tidak pernah dipaksa untuk berperang, merawat pasien merupakan panggilan jiwa kita, panggilan hati (altruisme) kita walaupun ditengah keterbatasan yang ada kita tetap berupaya sekuat tenaga kita. Sikap altruisme merupakan ruh dari setiap profesi kesehatan.

Altruisme merupakan sebuah nilai luhur terutama dalam pelayanan kesehatan, sikap altruisme merupakan salah satu nilai luhur yang sangat di junjung tinggi dalam dunia kedokteran. Comte (Taufik, 2012) mendefinisikan altruisme berasal dari kata “alter” yang artinya “orang lain”, secara bahasa altruisme adalah perbuatan yang berorientasi pada kebaikan orang lain, bahkan Senglow J (2007) menyebutkan altruisme adalah sikap mempromosikan atau mendahulukan orang lain. Sears (1994) mendefinisikan altruisme adalah tindakan suka rela yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun (kecuali mungkin perasaan telah melakukan kebaikan).

H. Mohamad Rokim, S.ST bersama istri.

Nurjannah I, (2005) Altruisme merupakan suatu kepedulian terhadap orang lain, Altruisme merupakan nilai essensial perawat profesional (American Nurse Association, 1976). Setiap tenaga kesehatan memahami Altruisme merupakan sikap suka rela yang ditujukan untuk menolong orang lain bahkan lebih mendahulukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan dirinya sendiri. Altruisme merupakan sikap luhur yang senantiasa di junjung tinggi oleh profesi kesehatan bahkan menjadi salah satu kode etik yang di tanamkan oleh setiap profesi kesehatan,

Pandemi Covid-19, salah satu sarana untuk mengasah sikap altruisme kita semua, bahkan dr. Taufik Nugroho, SpAn, FINACS menyampaikan bahwa ini adalah sarana jihad kita. Kita tinggalkan keluarga, suami, istri, anak, orang tua, sanak saudara bahkan ada yang terusir dari kampungnya demi melakukan pertolongan kepada pasien Covid-19. Kita harus berperang dengan penuh kehati-hatian sesuai dengan standart SOP yang di tetapkan oleh profesi dan kementerian kesehatan walaupun kadang penuh keterbatasan karena sulit dan mahalnya APD, akan tetapi apabila tenyata kita harus terpaksa terpapar tertular atau bahkan sampai meninggal dunia, maka itulah Syahid kita.

Pandemi Covid-19 menjadi sarana mengasah sikap altruisme kita sebagai tenaga kesehatan, kita berharap dukungan dan doa semua pihak terutama keluarga akan menjadikan kita makin tegar di garda depan memberikan pertolongan kepada saudara kita. Semangat ramadhan jangan sampai mengendorkan kita untuk berjuang sebagaimana para sahabat Rosulullah juga tetap berjihad dengan gigih di tengah puasa Ramadhan dan semoga Allah meridhai perjuangan semua sahabat garda terdepan dan semoga wabah ini segera reda dengan dukungan dan partisipasi semua masyarakat untuk melakukan pencegahan sebagaimana anjuran pemerintah aamiin..

(Visited 323 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 5 Mei 2020
Close