Ditulis oleh 3:38 pm COVID-19

Mengedepankan Husnudzon di Tengah Pandemik Covid-19

Mindset atau pola pikir akan menentukan cara kita menyikapi persoalan.

Pandemik Covid-19 melanda di semua negeri di dunia tak terkecuali Indonesia tercinta. Pandemik yang berkepanjangan belum ada tanda-tanda akan berakhir akan tetapi semakin meluas.

Kondisi ini merupakan ujian kesabaran dan keimanan bagi semua orang tak terkecuali umat Islam. Ujian ini merupakan ujian dengan level yang cukup tinggi. Sehingga dibutuhkan kerja keras dan kelapangan hati yang luar biasa. Dari kondisi ini yang harus diperbaiki antara lain adalah mindset  atau pola berpikir. Mengapa mindset  sangat penting? Karena mindset atau pola pikir akan menentukan cara kita menyikapi persoalan dan masalah yang akan menentukan hasil atau dampak yang akan kita alami. Sebagai ummat Islam tentunya dapat kita sarikan bahwa mindset dalam bahasa agama adalah dzon atau prasangka. Oleh karena itu hendaknya mengedepankan husnudzon atau prasangka yang baik.

Dalam salah satu hadits Qudsi (Ana ‘Inda Dzonni Abdi bi…) …أَناَ عِندَ ظَنِّ عَبْدِي بِي

“Sesungguhnya Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hambaKu…”

Dengan prasangka baik maka banyak hal atas semua kejadian tidak mengenakkan akan menjadi baik. Sebagai contoh untuk tetap berusaha baik antara lain dengan mengedepankan “semua orang mengalami hal di luar dugaan atas pandemik covid 19, hal yang tidak terbayangkan sebelumnya oleh semua orang dan pasti semua orang bingung tidak tau apa yang harus dilakukan”

Dari pola pikir yang baik atau husnudzon kepada Allah dapat dikombinasikan dengan teori Carol Dweck mengenai mindset atau pola pikir. Dua jenis mindset yang dikenalkan oleh Carol Dweck yaitu Fixed Mindset dan Growth Mindset.

Fixed Mindset yaitu kemampuan, kecerdasan sifatnya fix atau tetap artinya manusia memiliki kemampuan yang sama dari waktu ke waktu. Growth Mindset yaitu kemampuan intelektual atau kemampuan intelegensia yang dapat berkembang dari waktu ke waktu dan bisa ditingkatkan bahwasannya kecerdasan tidak datang dari langit tetapi sesuatu yang dapat dikembangkanKeduanya akan berdampak pada sesorang dalam menghadapi persoalan dan tantangan hidup yang dialami.

Orang dengan fixed mindset jika mendapati masalah:

  1. Cobaan yang berasal dari dirinya akan berpikir itu semua di luar kemampuannya
  2. Sibuk menyalahkan orang lain yang sebetulnya di luar kendali dirinya

Orang dengan Growth mindset jika mendapati masalah:

  1. Berpikir tentang kemungkinan-kemungkinan atau peluang yang didapatkan
  2. Lebih memperbaiki diri dalam sikap maupun pola pikir dengan keadaan yang ada

Di tengah pandemic Covid-19 karena seseorang yang biasa bekerja dan memiliki penghasilan, kemudian tidak bekerja sehingga tidakmemiliki penghasilan. Jika seseorang dengan fixed mindset akan bersikap bingung dan berhenti dan tidak berbuat apa-apa bahkan putus asa. Sedangkan seseorang dengan growth mindset maka akan bersikap mencari peluang untuk mendapatkan penghasilan, meningkatkan kemampuan ataupun keilmuan. Dan akan melihat dengan adanya hambatan dan tantangan akan memunculkan kesempatan untuk menemukan hal baru yang bisa dilakukan untuk berkembang dan maju.

Sebagai sebuah upaya menghadapi pandemic Covid-19 adalah mengembangkan pemikiran diri dengan senantiasa berprasangka baik kepada Allah. Dan membuka peluang untuk tetap terjaga dalam kehidupan dan kebutuhan sehari-hari. Adapun peluang yang mungkin diraih adalah membuat pola ketahanan pangan dengan mengembangkan potensi yang ada, misalnya membuat kebun keluarga, berjualan online denga memanfaatkan jasa pengiriman dll.

Dalam prasangka baik kepada Allah atau Husnudzon kepada Allah salah satunya adalah Bahwa Allah menjamin rezeki bagi setiap hambanya, dalam bahasa yang sederhana “Allah tidak pernah lupa memberi makan”

Sehingga di tengah pandemik Covid-19 yang kita kedepankan adalah berprasangka baik kepada Allah dan selalu meningkatkan keimanan dan kemauan untuk lebih baik.

Wallahu a’lam bishshawab…

(Visited 2.580 times, 3 visits today)
Tag: Last modified: 19 Mei 2020
Close