Ditulis oleh 9:50 am KALAM

Mengelokkan Hidup dengan Akhlak yang Terpuji

Di Indonesia secara sosiologis kata akhlak sudah mengandung konotasi baik, sehingga orang yang berakhlaq berarti berakhlaq baik.

A. Pengertian Akhlak

Secara bahasa: Khuluqun = perangai, tabi’at, adat.
Coba bandingkan:

  • QS, Al-Qoalam, 68: 4 “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”
  • QS, As-Syu’ara. 26: 137 “(agama kami ) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu”

Akhlak secara bahasa bisa bermakna baik bisa buruk, tergantung tata nilai yang dipakai sebagai landasannya. Di Indonesia secara sosiologis kata akhlak sudah mengandung konotasi baik, sehingga orang yang berakhlaq berarti berakhlaq baik.

Al-Ghazali: Akhlak adalah peri keadaan yang tertanam dalam jiwa, yang dari padanya lahir pebuatan-perbuatan dengan mudah dan ringan, tanpa memerlukan pemikiran dan sikap hati-hati:

  • bila melahirkan perilaku baik menurut akal dan syara’ – Akhlak baik;
  • bila melahirkan perilaku buruk menurut akal dan syara’ – Akhlak buruk.

B. Sumber Akhlak

Rujukan menentukan macam dan ukuran akhlak adalah:

  • Al-Qur’an
  • Sunnah Rasul
  • Hati nurani

Dalam diri manusia ada 2 potensi kecendrungan:

  • hati nurani – baik
  • hawa nafsu – buruk

“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikannya dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (Asy-Syams, 91: 7-10).

Jawaban Rasul kepada Wabishah ketika bertanya tentang dosa: Hai wabishah, bertanyalah kepada hatimu sendiri; kebaikan adalah sesuatu yang kau lakukan jiwamu merasa tenang, hatinuranimu pun merasa tentram; sedang dosa adalah sesuatu yang jika kau lakukan jiwamu bergejolak dan hatimu pun berdebar-debar, meskipun orang banyak memberi tahu kepadamu (lain dari yang kau rasakan).

C. Ruang Lingkup Akhlak

Akhlak berkaitan dengan nilai baik-buruk, yang dinilai adalah jiwa yang melahirkan perbuatan secara sepontan, sementara jiwa tidak dapat dilihat. Oleh karena itu untuk mengetahuinya dapat dilihat pada perilkau yang nampak. Perilaku yang dinilai itu mencakup semua aspek kehidupan. Dengan demikian objek akhlak mencakup:

  • perilaku pada Allah
  • perilaku pada diri sendiri
  • perilaku pada keluarga
  • perilaku pada masyarakat
  • perilaku pada politik
  • perilaku pada jabatan/profesi
  • perilaku pada alam dll.

Yunahar Ilyas membagi pembahasan akhlak kepada:

  • Akhlak Terhadap Allah
  • Akhlak Terhadap Rasulullah
  • Akhlak Pribadi
  • Akhlak Dalam Kluarga
  • Akhlak Bermasyarakat
  • Akhlak Bernegara

D. Kedudukan dan Keistimewaan Akhlak Islam

  • Rasulullah menempatkan penyempurnaan akhlak sebagai misi pokok ajaran Islam: Sesungguhnya aku diutus untuk menyempur-nakan akhlaq yang mulia (HR. Baihaqi).
  • Akhlaq merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam, sehingga Rasul mendefinisikan agama dengan akhlaq yang baik: Apakah agama itu ? Jawab Rasul: (Agama adalah) Akhlaq yang baik (Hadits).
  • Akhlaq yang baik akan memberatkan timbangan amal baik di akherat: Tiada satupun yang lebih membertakan timbangan orang mukmin kecuali akhlaq yang baik (HR. Turmidzi)
  • Rasulullah menjadikan kualalitas akhlaq seseorang sebagai ukuran kulaitas imannya: Orang yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik Akhlaqnya (HR. Turmidzi)
  • Islam menjadikan akhlaq yang baik sebagai bukti dan buah (Efek) dari ibadah kepada Allah: Sesungguhnya shalat itu mencegah hal yang keji dan mungkar (QS, 29: 45)
  • Rasulullah selalu berdoa agar Allah membaikkan akhlaqnya:Ya Allah tunjukkanlah aku pada akhlaq yang baik (HR. Muslim)
  • Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang berhubungan dengan akhlaq.

E. Ciri-ciri Akhlaq Islam

  • Akhlaq Rabbani = ajaran akhlaq bersumber dari wahyu Ilahi yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadits
  • Akhlaq Manusiawi = sesuai dan memenuhi tuntutan fitrah manusia.
  • Akhlaq Universal = sesuai dengan kemanusiaan yang universal dan mencakup segala aspek hidup manusia.
  • Akhlaq Berkesinambungan = memenuhi tuntutan manusia jasmani-rohani dan dunia-akherat secara seimbang.
  • Akhlaq Realistik = memperhatikan realitas manusia yang punya kelebihan dan kekurangan; oleh karena itu Islam memberi kesempatan bertobat dan membolehkan sesuatu ketika terpaksa.

(Visited 25 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 2 Agustus 2020
Close