Mengembangkan Potensi Guru dalam Membangun Generasi Muda

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Dengan kinerja yang optimal maka siswa akan mudah mengerti dan memahami materi yang diajarkan sehingga siswa merasa termotivasi untuk belajar dan merasa puas.

Menurut Endra K Pihadhi (2004:6) potensi bisa disebut sebagai kekuatan, energi, atau kemampuan yang terpendam yang dimiliki dan belum dimanfaatkan secara optimal. Potensi diri yang dimaksud di sini suatu kekuatan yang masih terpendam yang berupa fisik, karakter, minat, bakat, kecerdasan dan nilai-nilai yang terkandung dalam diri tetapi belum dimanfaatkan dan diolah.

Sebelum membangun generasi muda, perlu sekiranya seorang guru mengetahui tentang potensi diri. Manusia memiliki beragam potensi, di antaranya adalah sebagai berikut (Nashori, 2003: 89): Pertama: Potensi Berfikir. Manusia memiliki potensi berfikir. Seringkali Alloh menyuruh manusia untuk berfikir. Maka berfikir. Logikanya orang hanya disuruh berfikir karena ia memiliki potensi berfikir. Maka, dapat dikatakan bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk belajar informasi-informasi baru, menghubungkan berbagai informasi, serta menghasilkan pemikiran baru.

Kedua: Potensi Emosi. Potensi yang lain adalah potensi dalam bidang afeksi/emosi. Setiap manusia memilki potensi cita rasa, yang dengannya manusia dapat memahami orang lain, memahami suara alam, ingin mencintai dan dicintai, memperhatikan dan diperhatikan, menghargai dan dihargai, cenderung kepada keindahan.

Ketiga: Potensi Fisik. Adakalanya manusia memilki potensi yang luar biasa untuk membuat gerakan fisik yang efektif dan efisien serta memiliki kekuatan fisik yang tangguh. Orang yang berbakat dalam bidang fisik mampu mempelajari olah raga dengan cepat dan selalu menunjukkan permainan yang baik.

Keempat: Potensi Sosial. Pemilik potensi sosial yang besar memiliki kapasitas menyesuaikan diri dan mempengaruhi orang lain. Kemampuan menyesuaikan diri dan mempengaruhi orang lain didasari kemampuan belajarnya, baik dalam dataran pengetahuan maupun ketrampilan.

Menurut Hery Wibowo (2007: 1) minimal ada empat kategori potensi yang terdapat dalam diri manusia sejak lahir yaitu, potensi otak, emosi, fisik dan spiritual dan semua potensi ini dapat dikembangkan pada tingkat yang tidak terbatas. Ahli lain berpendapat bahwa manusia itu diciptakan dengan potensi diri terbaik dibandingkan dengan makhluk Tuhan yang lain. Ada empat macam potensi yang dimiliki oleh manusia yaitu, potensi intelektual, emosional, spiritual dan fisik.

Bagaimana mengembangkan potensi diri untuk kemajuan generasi muda?. Menurut La Rose (Sugiharso dkk, 2009: 126-127) menyebutkan bahwa orang yang mau mengembangkan potensi diri yaitu suka belajar dan mau melihat kekurangan dirinya. Memilki sikap yang luwes. Berani melakukan perubahan secara total untuk perbaikan . Tidak mau menyalahkan orang lain maupun keadaan. Memilki sikap yang tulus bukan kelicikan. Memiliki rasa tanggung jawab. Menerima kritik saran dari luar. Berjiwa optimis dan tidak mudah putus asa.

Tahapan untuk Mengembangkan Potensi Diri. Tahap pertama: Introspeksi diri (pengukuran individual). Dalam cara ini, individu meluangkan waktu untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukannya, apa yang telah ia capai dan apa yang ia miliki sebagai suatu kelebihan yang dapat mendukung dan apa yang ia miliki sebagai suatu kekurangan yang menghambat tercapainya prestasi tinggi. Cara ini efektif bila individu bersikap jujur, terbuka pada dirinya sendiri, mau dengan sungguh-sungguh memperhatikan kata hati.

Tahap kedua: Feedback dari orang lain. Dalam cara ini seseorang meminta masukan berupa informasi atau data penilaian tentang dirinya dari orang lain. Masukan berupa umpan balik (feedback) ini meliputi segala sesuatu tentang sikap dan perilaku seseorang yang tampak, dipersepsi oleh orang lain yang bertemu, berinteraksi dengannya. Cara ini bertujuan untuk membantu seseorang menelaah dan memperbaiki.

Tahap ketiga: Mengukur potensi psikologis individu dapat memberi gambaran kekuatan dan kelemahan individu pada berbagai aspek psikologis seperti kecerdasan/kemampuan intelektual (kemampuan analisa, logika berpikir, berpikir kreatif, berpikir numerikal), potensi kerja (vitalitas, sumber energi kerja, motivasi, ketahanan terhadap stress kerja), kemampuan sosiabilitas (stabilitas emosi, kepekaan perasaan, kemampuan membina relasi sosial) dan potensi kepemimpinan tingkah laku.

Perkembangan dunia tidak bisa lepas dari peran guru. Untuk itu seorang guru harus mempunyai kemampuan yang lebih dari yang lainnya. Kompetensi guru sangat dituntut dalam dunia pendidikan karena penguasaan kompetensi merupakan tuntutan bagi seorang guru.

Siapakah guru itu? Guru adalah tenaga professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia sekolah pada jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Menurut Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 39 ayat (2), menyatakan bahwa pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagaimana peran guru dalam perkembangan dunia ? Guru sebagai bagian dari tenaga kependidikan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Tujuan lembaga sekolah dapat dicapai secara maksimal apabila tenaga guru memiliki kompetensi-kompetensi yang telah ditetapkan yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi professional dan kompetensi kepribadian.

Banyak tuntutan yang harus dikuasai oleh seorang guru. Dengan kompetensi yang tinggi akan menghasilkan kinerja yang optimal. Dengan kinerja yang optimal maka siswa akan mudah mengerti dan memahami materi yang diajarkan sehingga siswa merasa termotivasi untuk belajar dan merasa puas.

Dengan adanya kompetensi guru yang baik maka akan memberikan siswa yang baik pula sehingga tercipta keberhasilan siswa dalam belajar. Kompetensi menurut UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, bahwa “kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalnya”. Menurut Muhibbin (2004: 30) “kompetensi adalah kemampuan, kecakapan, keadaan berwenang, atau memenuhi syarat menuntut ketentuan hukum”.

Guru sangat berperan penting dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa, karena jika guru tersebut mampu menguasai kelas dan mengerti keadaan siswa maka siswa akan memberikan respon yang baik terhadap guru. Namun demikian, guru adalah makhluk yang memiliki beragam keterbatasan. Seorang guru yang memiliki kompetensi memadai dan professional sekalipun tidak tertutup kemungkinan dari kesalahan ketika melaksanakan pembelajaran.

R. Purwantaka

R. Purwantaka

Guru SMA N 2 Banguntapan, Bantul DI Yogyakarta

Terbaru

Ikuti