Ditulis oleh 8:26 pm COVID-19

Menghadapi Covid-19 Secara Proporsional

Oleh: Drs. Supratikno

Ada tiga hal yang akan kami sampaikan terkait Covid-19, yaitu pertama kali kami mendengar informasi tentang Covid-19. Perasaan yang kami rasakan dan bagaimana Sikap yang dilakukan saat menghadapi Covid-19.

Saya mendengar Covid-19 ini dari medsos sekitar bulan Februari 2020. Begitu baca kabar Covid-19 ini, betapa banyak menelan korban jiwa di Wuhan China. Terbayang dalam pikiran jangan-jangan sampai negara kita karena jarak relatif dekat serta angin biasanya bergerak dari utara keselatan, dalam hati saya semoga tidak sampai ke negara kita Indonesia tercinta ini. Pada waktu ada wabah flu burung dulu karena takut bisa menular ke manusia, saya punya beberapa ayam kampung minta tolong untuk disembelih.

Berita dari hari ke hari tentang korban Covid-19 terus bertambah di Wuhan bahkan meluas di luar China daratan, yaitu ke negara negara Eropa, Amerika bahkan sampai juga ke negara kita yang berawal dari Jakarta.

Ternyata Covid-19 ini daya sebarnya yang sangat dasyat sekali padahal kadang tidak menunjukan gejala yang berat, hanya seperti batuk, pilek, demam. Namun, setelah batuk bersin keluar dari penderita Covid-19 bisa terbang di udara delapan jam dan kalau didalam AC bisa lebih lama lagi.

Begitu mendengar berita dari medsos maupun dari media elektronik, saya menjadi lebih was-was karena saya memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi, stroke juga jantung. Lebih-lebih ada berita bahwa manula dan ada riwayat penyakit sangat rentan dengan Covid-19.

Sikap yang saya lakukan dalam menghadapi Covid-19 kali ini yaitu memberi informasi sebanyak-banyaknya tentang virus ini dari medsos media elektronika kepada keluarga dan sanak keluarga. Baik yang ada di Bali, Jatim, Jateng, Jabar, DKI, sampai ke luar jawa. Walaupun bisa jadi beliau-beliau tentu sudah mendengar. Disampaikan kepada keluarga, sanak saudara untuk memutus penyebaran Covid-19 dengan tinggal dirumah dengan disiplin tinggi.

Disiplin tinggal dirumah, bila perlu kebutuhan bahan pokok panggil layanan antar online, dan apabila terpaksanya keluar pakai masker. Disiplin sering cuci tangan, disiplin jaga jarak, disiplin olah raga dan berjemur di halaman rumah.

Setelah itu kami merenung dan menangis sendiri, saya yang sudah tua menyandang banyak penyakit ini (stroke, jantung, tekanan darah tinggi), tidak bisa membatu sanak saudaraku yang bukan pegawai/karyawan BUMN, bukan pensiunan, dimana tiap hari membutuhksn kebutuhan bahan pokok makan demi kelangsungan hidup betsama keluarganya. Saya hanya bisa berdo”a kepada Alloh SWT, semoga keluargaku, sanak saudaraku sekeluarga, kaum muslim, mukmin beserta seluruh keluarga selalu mendapat perlindungan dari Alloh SWT, dan Covid-19 segera berakhir mati, aamiin yaa rabbal’aalamiin.

(Visited 43 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 16 Mei 2020
Close