Ditulis oleh 3:08 pm COVID-19

Menghadapi Depresi Ekonomi Dengan Iman

Saatnya kita kembali kepada iman kita sebagai inspirasi dalam menghadapi krisis apapun termasuk krisis karena pandemi.

Oleh : Muhammad Rosyid

Menghadapi depresi ekonomi akibat pandemi, kesehatan amatlah penting, namun iman adalah lebih penting. Rasulullah SAW bersabda berkaitan dengan nikmat tersebut. Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat apapun termasuk ketika orang harus lebih menjaga kesehatannya dibanding ekonominya adalah naluri iman yang pas.

Wabah pandemi menghancurkan sendi-sendi ekonomi yang sudah tertata, ini mengakibatkan depresi ekonomi tidak hanya manusia yang bisa depresi. Ilmu ekonomi pun bisa mengalami hal yang serupa. Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan yang disusun dengan metodologi dan penalaran yang seksama ilmu ekonomi (economics) oleh banyak yang mengikutinya bisa membantu dan bisa diandalkan untuk menganalisis, memprediksi dan memberikan panduan untuk semua masalah ekonomi termasuk mengobati krisis. Namun belakangan para ekonom mulai meragukan keandalannya.

Krisis seperti tiada akhir jangan-jangan benar apa yang pernah disampaikan seorang ekonom. Bahwa kestabilan ekonomi global yang dicapai sebelum ini hanya karena masalah good luck. Kisah Qorun dimasa Nabi Musa dengan sombong dan membusungkan dada mengklaim bahwa kekayaan yang dimilikinya karena kepintarannya. Karena memang sudah semestinya ia peroleh. Mengapa? Karena semuanya itu ia peroleh karena “pengetahuannya sendiri”. Ia prediksi, ia ramalkan dan ia tangani sendiri. Pendeknya Ia menganggap dirinya paling pintar. Ketika keberhasilan berada di genggamannya tak pelak sifat angkuhnya muncul. Kesombongan yang harus dibayar mahal tidak cukup dengan seluruh kekayaannya tapi juga berikut pemiliknya Si Qorun di telan Bumi

Hal yang sama dengan nuansa yang berbeda juga bisa terjadi pada masa sekarang. Mereka mengklaim ilmu yang mereka kembangkan sudah sangat canggih. Ilmu yang sudah mengantarkan negara-negara maju memperoleh posisi yang selayaknya sehingga pantas membusungkan dada. Namun, ketika dalam sekejap krisis ekonomi terjadi tanpa banyak mereka duga, semua kebanggaan yang sebelumnya mereka banggakan lenyap.

“Maka kami benamkan dia (Qorun) bersama dengan rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golonganpun yang akan menolongnya selain Allah dan dia tidak termasuk orang orang yang dapat membela diri,” (Al Quran Al Qhasah 28 ayat 81)

Qorun adalah sebuah kiasan betapa pintar dan kuasanya manusia tetap ada kelemahan. Saatnya kita kembali kepada iman kita sebagai inspirasi dalam menghadapi krisis apapun termasuk krisis karena pandemi. Ikhtiar, sabar dan tawakal, hasbunallah nikmal wakil nikmal maula wa nikmannasir. Allahu A”lam bi showab.

Penulis: Pengurus Asosiasi Bank Syariah Yogyakarta (Asbisindo) dan Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Yogya

(Visited 177 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 12 April 2020
Close