Ditulis oleh 11:32 am KALAM

Menjadi Seorang Guru Profesional yang Paripurna

Guru dengan label profesional bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah side effect sebuah proses panjang dari sebuah dedikasi.

Idealisme dari tujuan pendidikan sejatinya adalah bagaimana mimpi tentang sosok manusia yang untuh dan paripurna yang akan dibentuk pada masa yang akan datang melalui proses dan upaya pendidikan. Dalam idiom kultural masyarakat kita, sosok manusia ideal diejawatahkan dalam sosok manusia yang soleh, manusia yang berakhlaq, berbakti pada orang tua, dan berguna bagi masyarakat, nusa, bangsa dan agama.

Di dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan bahwa profesi guru dan dosen merupakan suatu bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan beberapa prinsip. Pertama: guru/dosen memiliki bakat, minat dan panggilan jiwa dan idealisme. Kedua: guru juga harus memiliki semangat untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan dan ketaqwaan dan akhlak mulia. Ketiga: memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai pada bidang tugasnya. Keempat: memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesiannya. Kelima : memperoleh penghasilan sesuai dengan prestasi kerja. Keenam : memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalannya secara berkelanjutan atau belajar sepanjang hayat. Ketujuh : memilki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesiannya. Kedelapan : memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal – hal yang berkaitan dengan tugas keprofesiannya.

Seorang guru yang profesional tentu harus memilki visi dan misi pendidikan yang komprehensif. Selain itu ia juga harus memiliki kompetensi yang disyaratkan agar ia dapat melaksanakan tugas keprofesianya dengan baik. Dalam Pasal 28 Ayat ( 3 ) PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan ada 4 ranah kompetensi yang harus dimiliki seorang guru yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Dengan memiliki dan menguasai kompetensi – kompetensi tersebut secara baik maka sebutan seorang guru yang profesional diharapkan benar-benar dapat terbentuk untuk kemudian menjadi contoh serta tauladan bagi guru yang lainnya. Selain itu menjadi seorang guru yang professional selain penguasaan pada kompetensi yang tersebut diatas, tentu ia juga harus dapat memahami jati diri serta tanggung jawabnya dirinya secara utuh bahwa eksistensi mereka tidak lain adalah melaksanakan kewajibannya memberikan pencerahan kepada peserta didiknya yang tidak lain adalah bagian dari masyarakat bangsa Indonesia.

Menyikapi tuntutan profesionalitas tersebut, selain empat kompetensi diatas, seorang guru tentunya harus mengupayakan dan mengembangkan potensi dirinya secara terus menerus agar dalam memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang guru dapat melaksananakan tugas pokok dan fungsinya secara baik dan profesional.

Proses up grade diri tersebut dapat dilakukan dengan cara membekali diri dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan nya terkait dengan segala sesuatu yang merujuk pada peningkatan kuwalitas mutu proses pembelajaran untuk peserta didiknya yang diperoleh dari berbagai kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB), misalnya seperti mengikuti diklat, workshop, seminar, menyusun karya ilmiah dan membuat berbagai karya inovatif, serta melanjutkan studi pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi, adalah beberapa contoh kegiatan yang diyakini akan dapat meningkatkan kompetensi dan kuwalitas standar serta profesionalisme guru.

Apakah saya seorang guru yang profesional ?

Seorang guru yang profesional harus memiliki visi, misi serta konsep yang ideal tentang pendidikan, serta mampu merealisasikan visi dan misinya dalam proses pembelajaran secara holistik. Berdasarkan PP No. 74 Tahun 2008 tentang Guru dan Dosen Pasal 52 ayat 1, dalam hal ini tugas pokok dan fungsi seorang guru adalah meliputi kegiatan menyususun dan merencanakan program pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai atau mengevaluasi, menganalisis dan melaksanakan tindak lanjut. Seluruh kegiatan tersebut saling terkait atau bahkan merupakan satu rangkaian holistik yang harus dilakukan dalam proses kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru.  

Tentu segala tantangan dan dinamika yang menyertainya akan menjadi sebuah pembelajaran bagi seorang guru agar secara day to day proses pembelajaran yang di laksanakan semakin baik dan berkuwalitas. Melakukan refleksi menjadi suatu hal yang harus senantiasa dilakukan agar proses pembelajaran maupun membimbing baik kegiatan akademik maupun non akademik dapat semakin meningkat. Suka dan duka tentu adalah hal yang pastinya akan hadapi ataupun kita rasakan dan percayalah bahwa usaha tidak akan pernah membohongi dari suatu hasil, dalam arti sejauh kita senantisa berusaha dan bersungguh-sungguh dan penuh keihlasan maka niscaya kita akan memetik hasil dari segala jerih payah yang perjuangkan.  

Refleksi menjadi suatu hal yang harus senantiasa dilakukan agar proses pembelajaran maupun membimbing baik kegiatan akademik maupun non akademik dapat semakin meningkat.

Berdasarkan hal – hal di atas, tentu ada pertanyaan yang mendasar yang kemudian muncul dalam benak pikiran kita sebagai seorang guru, yaitu: “apakah saya sudah ternasuk dalam kategori guru yang demikian?” jika kita sepakat pada indikator diatas  pada sosok gambaran seorang guru ideal dan professional maka menjawab pertanyaan itu akan menjadi sesuatu yang susah-susah gampang. Dan jawaban atas pertanyaan di atas tentu bisa dijawab ia dan bisa pula tidak, hal ini tergantung dari sudut padang mana kita lihat. Terlalu berlebihan dan kurang elok juga jika kita yang mengatakan sendiri dan mendeklarasikan bahwa saya seorang guru yang profesional. Terlebih jika, dibandingkan dengan gambaran ideal sosok guru yang professional pada masing-masing guru terhadap sosok guru yang ideal bagi mereka. Tentu masing-masing punya standar subyektif tentang sosok guru yang professional.

Sehingga kesimpulannya dan jawaban atas pertanyaan diatas barangkali, apakah kita termasuk guru yang profeional atau bukan? Silahkan pada diri masing-masing untuk menjawab dan menyimpulkan. Tetapi paling tidak kita memiliki pandangan yang universal dalam artian dapat diterima secara umum tetang sosok yang disebut sebagai guru yang profesional tidak lain adalah sebutan yang mulia, baik dan melekat bagi siapa pun seorang guru yang telah melaksanakan tugas pokok dan fungsi secara baik dan bertanggung jawab secara ikhlas dan sadar untuk terus berusaha untuk lebih baik dan ini merupakan amanah yang sangat besar melekat pada diri seorang guru yang professional..

Guru dengan label profesional bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah side effect dari sebuah proses yang panjang dari sebuah dedikasi yang kemudian menemukan momentumnya, melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara ikhlas serta dedikasi yang luhur dalam rangka turut serta membangun dan mencerdaskan generasi penerus bangsa, dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun sebagai wujud rasa tanggung jawab seorang anak bangsa untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa yang bermartabat.

Guru dengan label profesional bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah side effect dari sebuah proses yang panjang dari sebuah dedikasi.

Namun demikian yang paling penting dari semua istilah atau sebutan dari guru yang profesional tersebut sebenarnya adalah sejauh mana kesungguhan dan konsistensi kita dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai seorang guru atau pendidik yang harus senantiasa selalu berusaha untuk meningkatkan kompetensi kita sampai kapanpun dan dimanapun berada. Sebagi konsekwensi sadar memilih profesi guru, tentu kita dituntut untuk terus selalu belajar. Jangan hanya karena kita telah diberi label sebagai guru professional menjadikan kita besar diri dan kemudian kita merasa cukup dan puas bahkan menurukan etos kerja sehingga kita menjadi lupa akan kodrat dan tanggung jawab kita sebagai seorang manusia untuk terus dan selalu mencurahkan segenap hidup kita untuk mewujudkan cita-cita luhur pendidikan yaitu memanusiakan manusia. Karena hakekat belajar adalah dilakukan secara terus menerus sampai kapanpun atau bahkan sampai akhir khayat kita“long life education”. Semoga kita senantiasa sadar akar keberadaan kita di dunia ini tidak lain adalah memberikan banyak manfaat bagi orang lain. Hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari yang akan datang harus lebih baik dari hari ini dan inilah sebutkan bagi seorang guru yang paripurna yang telah selesai dengan dirinya, serta segala usaha dalam hidupnya ia wakaf kan seluruhnya untuk kebaikan dan kepentingan bangsa dan negara.

(Visited 124 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 18 Mei 2020
Close