24.4 C
Yogyakarta
20 September 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Menjadikan Anak Betah Belajar di Rumah Saat Pandemi Virus Corona

Oleh: Dr. Umi Faizah, S.Ag., M.Pd.

Babak kedua dimulai. Harapan untuk kembali belajar di sekolah dan beraktivitas seperti biasa di bulan April 2020, nampaknya harus pupus, hal ini dikarenakan pandemi covid-19 yang berkelanjutan. Jumlah kasus positif corona sampai  akhir Maret 2020 bukan semakin menurun, bahkan peningkatan jumlah positif corona di seluruh dunia telah menembus angka 1 juta kasus. Di Indonesia kasus covid-19 merangkak meningkat hingga dinyatakan sebagai bencana. Pemerintah merespon hal tersebut dengan mengeluarkan Kepres Nomor 11/2020 yang berisi penetapan covid -19 sebagai jenis penyakit yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat, sehingga diberlakukan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Pemberlakuan PSBB ini tentu memiliki konsekwensi logis dikaitkan dengan pemberlakuan WfH (Work from Home), SaH (Stay at Home)/ NOW (=Jawa: Neng Omah Wahe). Semua aktifitas dilakukan di rumah, hal ini berarti juga perpanjangan masa belajar di rumah bagi anak-anak. Tantangan yang tidak sederhana bagi para orangtua,  selain harus tetap bekerja yang dilakukan di rumah, ditambah dengan berbagai aktivitas lain bersama keluarga, salah satunya adalah mendampingi anak belajar dan mengelola kegiatan bersama di rumah. Tak sedikit orang tua yang mengeluh kerepotan dan merasa bingung untuk membuat anak-anak tetap disiplin dan senang belajar di rumah.

Beberapa cara dan strategi untuk mengelola kegiatan bersama keluarga dan menjadikan anak betah belajar di rumah antara lain:

1. Kesadaran untuk menerima (Ikhlas).

Kesadaran untuk menerima, bahwa kebijakan untuk Stay at Home merupakan upaya yang paling sederhana untuk memutus rantai penyebaran covid-19 ini. Hal ini sangat penting untuk disampaikan kepada keluarga, bahkan diri kita sendiri, karena kalau kita tidak menerima dengan ikhlas, bisa jadi akan membuat semua anggota keluarga hanya uring-uringan dan tidak melakukan kegiatan secara positif. Dengan ikhlas menerima, maka dapat menyusun strategi berikutnya, yakni bertekat untuk berkegiatan di rumah secara positif dan produktif, tidak hanya menjadi kaum rebahan yang memanfaat waktu di rumah hanya untuk tidur dan tidur lagi.

2. Lakukan Kegiatan Bersama

Salah satu hikmah dari anjuran #dirumahaja!#  adalah kesempatan untuk melakukan kegiatan bersama. Orangtua dapat mengajak anak-anak untuk menyusun kegiatan bersama selama masa pandemi ini belum berakhir. Kegiatan tersebut dapat dibagi dalam kegiatan wajib bersama, kegiatan mengembangkan hobby, serta kegiatan menciptakan kebersamaan. Kegiatan wajib bersama seperti: shalat lima waktu berjamaah, tadarus Alquran, kajian keilmuan, dan lain sebagainya. Kegiatan mengembangkan hobby dapat dilakukan secara individu ataupun bersama-sama, karena biasanya dalam keluarga hobby bisa saling mempengaruhi dan menguatkan. Hal ini bisa dilakukan dengan lebih lentur dan luwes. Adapun kegiatan untuk menciptakan kebersamaan, dapat diciptakan dan dilakukan bersama keluarga yang bersifat have fun , bisa berupa senam pagi bersama, karokean bersama, atau bahkan melakukan permainan bersama-sama. Pastilah kegiatan-kegiatan semacam ini akan sangat berkesan dan tidak membuat jenuh/bosen di rumah. Variasikan kegiatan dan permainannya, agar semuanya menyenangkan.

3. Siap Menjadi Guru di Rumah

Dengan memusatkan semua aktivitas di rumah, tentu orang tua jadi memiliki tugas tambahan yakni harus siap berperan sebagai guru pengganti untuk anak-anaknya di rumah. Orang tua diharapkan bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga anak-anak merasa senang dan betah untuk belajar sendiri atau didampingi ibu atau ayahnya. Dalam hal ini, orangtua harus mampu bersinergi dengan guru/sekolah terutama terkait tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh anak dengan batasan waktu sebagaimana ditentukan dari sekolah. Orangtua perlu membuat jadwal belajar wajib, dimana anak-anak pada jam-jam tertentu harus belajar sesuai dengan penjadwalan dari sekolah. Hal ini bertujuan untuk membuat anak tetap disiplin meskipun belajarnya di rumah.

4. Ciptakan Suasana Belajar Senyaman Mungkin

Satu hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah menciptakan suasana belajar yang nyaman. Tidak sedikit anak yang menganggap bahwa masa belajar di rumah ini adalah masa libur sekolah/masa libur belajar, sehingga ketika orangtua menyuruhnya belajar, anak merasa ogah-ogahan. Dalam membangun dan menciptakan suasana belajar yang nyaman, sebaiknya orangtua lebih banyak melibatkan diri dengan mengajak bukan hanya menyuruh anak belajar. Berawal dari suasana yang nyaman dan kondusif akan membawa perasaan bahagia saat belajar. Selain itu, kenyamanan dibangun juga dari lingkungan yang bersih. Orangtua juga perlu menyulap ruang belajar anak/keluarga dengan penataan interior yang membuat anak dan keluarga nyaman untuk belajar.

Dr. Umi Faizah, S.Ag., M.Pd bersama Dr. Khamim Zarkasih Putro, M.Si Ketua Dewan Pembina Yayasan Abdurrahman Baswedan dalam suatu kesempatan.

5. Sediakan cemilan dan variasikan makanan

Selain menciptakan kenyaman dari sisi ruangan, perasaan perlu juga orangtua menyediakan cemilan dan makanan bergizi dengan berbagai variasinya. Hal ini diperlukan untuk membangun mood dan tentu saja menguatkan imun, agar mereka tetap sehat wal afiat dan bersemangat dalam belajar. Cemilan bisa berupa buah-buahan atau makanan ringan. Pastikan cemilan yang disediakan adalah cemilan sehat dan tidak mengandung zat-zat yang berbahaya.

6. Berikan Penghargaan/hadiah pada Anak

Reward atau penghargaan dapat menambah semangat anak dalam belajar. Orangtua dapat membuat aturan dan kesepakatan bersama anak-anak terkait pemerolehan reward. Pemberian rewards kepada anak yang melakukan kebaikan-kebaikan dan belajar dengan kreteria yang ditetapkan bersama, akan membuat anak semakin bersemangat. Pemberian ini diupayakan agar tidak berubah fungsi seperti upah. Reward dapat diberikan kepada anak dalam bentuk apresiasi langsung diakhir kegiatan, misalnya terkait dengan menyampaikan siapa diantara anak-anak yang bacaan qurannya makin bagus, dll. Bisa juga dengan sistem pengumpulan poin atau bintang dapat ditukar dengan hadiah. Hal ini akan menjadikan anak-anak lebih tertantang untuk melakukan kebaikan-kebaikan dan belajar sesuai dengan kreterianya. Pastikan hadiah yang diberikan adalah hadiah yang memorable atau berkesan untuk anak, dapat berupa benda yang sangat diinginkan anak, ataupun karya kreatif dari orangtuanya. Seperti lagu misalnya, lagu berjudul N.O.W (Neng Omah Wahe) adalah salah satu contoh lagu yang dibuat sebagai wujud penghargaan orangtua terhadap anaknya (https://youtu.be/mLJcA7L3Vlk).

Demikian sharing beberapa kegiatan pada saat harus belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah, terutama pada upaya menjadikan anak betah belajar di rumah di masa pandemi Covid-19. Semoga Allah Swt mengaruniakan kesehatan pada kita semua dan segera mencabut musibah ini dari bumi pertiwi Indonesia. Aamiin…

Penulis: Ketua STPI Bina Insan Mulia

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA