17.5 C
Yogyakarta
22 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Menuju New Normal di Indonesia

Bermacam dampak dimulai dari kesehatan, sosial, ekonomi, hukum, pendidikan, dan lain-lain akibat pandemic virus Covid-19 yang melanda antar negara. Terbatasnya aktivitas selama berbulan-bulan akibat virus Covid-19, kini sejumlah Negara sudah mulai masuk era new normal. Berdasarkan liputan6.com, berikut rangkuman lima negara yang kasusnya terpantau menurun dan mulai memasuki new normal (Kurnia, 2020).

  1. Malaysia
    Malaysia melonggarkan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) dan kini memasuki fase pemulihan. Pada fase ini, berbagai kegiatan sudah boleh dibuka dengan mengikuti protokol new normal, termasuk mudik hingga Idul Adha. Hal ini karena Malaysia berhasil meredam Covid-19, dan lonjakan kasus yang sempat terjadi merupakan kasus impor, bukan penularan lokal.
  2. Selandia Baru
    Selandia Baru tidak hanya meredam penularan Covid-19, tetapi seluruh pasiennya juga sudah sembuh. Pembatasan sosial pun telah sepenuhnya dicabut dan negara ini sudah masuk periode normal. Berdasarkan data Coronatracker, total kasus di Selandia Baru berjumlah 1.504 orang. Mayoritas sudah sembuh dan tak ada lagi yang dirawat.
  3. Vietnam
    Vietnam sudah cukup lama mencabut lockdown. Pemerintah pun bisa merespons ancaman Covid-19 dengan cepat sejak awal pandemi merebak di China. Selain itu, Vietnam juga berhasil menekan kasus hingga nol penularan. Hingga kini, tidak ada laporan pasien Covid-19 yang meninggal di Vietnam. Sempat ada lonjakan kasus sebanyak dua kali di Vietnam pada awal Mei lalu. Namun, kasus-kasus itu adalah impor, bukan penularan lokal.
  4. Jepang
    Jepang sudah mencabut status darurat di negaranya. Kegiatan seperti bioskop, perpustakaan, dan tempat wisata juga kembali dibuka dengan mengikuti adaptasi new normal. Taktik Jepang dalam menangani Covid-19 mendapat sorotan dunia internasional karena bisa menangkal COVID-19 meski tak mengambil kebijakan yang ketat, seperti tes massal ala Korsel. Berdasarkan data Coronatracker, kasus Covid-19 di Jepang sejumlah 17.147 kasus.
  5. Prancis
    Prancis adalah satu contoh negara Eropa yang mengalami lonjakan kasus parah pada Maret lalu. Kasus perlahan mulai melandai dari puncaknya. Pemerintah Prancis kini sudah melonggarkan lockdown dan masyarakat sudah bisa berkumpul di kafe-kafe. Namun, hal itu memicu kekhawatiran gelombang kedua Covid-19.

Kasus Covid-19 yang sudah berhasil diredam maupun mulai landai di lima negara tersebut membuat new normal bisa diterapkan. Sedangkan Pemerintah Indonesia memilih untuk menerapkan tatanan kenormalan baru atau new normal saat masih bertarung dengan pandemi virus Corona (Covid-19). Meski menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, keputusan ini diambil demi memulihkan kondisi ekonomi yang dianggap sudah begitu mengkhawatirkan (Sugianto, 2020). Sehingga bila tak segera diterapkan akan ada lebih banyak pekerja yang menjadi korban.

Pekerja di Indonesia 55-70 juta dari 133 juta adalah pekerja informal sehingga mereka ini yang paling terdampak di dalam Covid-19. Meningkatnya pengangguran sekaligus berkorelasi terhadap pergerakan konsumsi dalam negeri. Bila dibiarkan konsumsi yang biasanya menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa anjlok dan efeknya bisa memicu konflik sosial (Novika, 2020).

Sebelum pandemi ini, 7 juta orang belum mendapat pekerjaan, bukan PHK dan pada saat PHK terjadi pandemi sekitar 1,8 juta, pendapatan turun, daya beli turun, tabungan mulai habis dan kemudian konsumsi kita juga harus menyesuaikan mulai turun. Akibat selanjutnya, dikhawatirkan banyak masyarakat kelas menengah yang mendekati garis kemiskinan malah jatuh ke garis kemiskinan tersebut. Diprediksi angka kemiskinan bisa bertambah hingga menjadi 4,86 juta. Bila situasi ini dibiarkan, negara tak akan sanggup terus-terusan memberikan bantuan sosial ke masyarakatnya mengingat kemampuan keuangan negara yang juga terbatas. Untuk itu, beberapa aktivitas ekonomi harus segera digenjot kembali demi mencegah ekonomi jatuh lebih dalam lagi (Sugianto, 2020).

Hal yang harus disiapkan dalam era new normal antara lain (Sugianto, 2020).

  1. Protokol yang disiapkan pemerintah untuk new normal akan berbeda dengan situasi sebelumnya. Pelaksanaannya juga akan dibarengi dengan pengawasan yang ketat. Protocol menggunakan masker, cuci tangan, kemudian tes temperatur dan yang lain, semua itu berlaku untuk semua sektor kehidupan bermasyarakat.
  2. Kerja sama dan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk mau mengikuti protokol tersebut. Kerja sama yang erat antara segi medis, kesiapan medis untuk mengantisipasi segala persoalan. Kemudian dari segi masyarakat itu sendiri, kesiapan masyarakat dan kedisiplinan masyarakat. Kemudian dari sektor sektor usaha itu sendiri, termasuk regulatornya kementerian dan lembaga. Jika kerja sama untuk menerapkan protokol kesehatan itu dilanggar, maka dapat menimbulkan situasi darurat yang baru yakni gelombang kedua wabah COVID-19. Jika itu terjadi pemerintah akan seketika membatalkan penerapan new normal.
  3. Sosialisasi kepada masyarakat tentang perlunya menerapkan era new normal dengan tetap menjalankan protocol tertentu. Sehingga masyarakat mau menerima dan bekerja sama dengan disiplin.
  4. Menetapkan beberapa syarat untuk daerah yang akan menerapkan new normal. Seperti misalnya data penyebaran virus yang dihitung berdasarkan indikator penularan berdasarkan angka reproduksi dasar wabah (R0). Syarat angka reproduksi wabah menjadi syarat mutlak yang ditetapkan pemerintah. Tolok ukurnya angka reproduksi R0 pada waktu t (Rt) atau angka reproduksi efektif harus di bawah 1. Untuk itu regulasi sebagai pedoman new normal perlu dirumuskan.

Selain persiapan menuju era new normal di Indonesia, ketentuan di beberapa sektor pada era new normal perlu dilakukan, antara lain :

a) Sektor pendidikan

Anak-anak dinilai rentan tertular dan berpotensi menularkan virus corona ke orang-orang di sekitarnya. Data menyebutkan, kasus positif Covid-19 pada anak-anak usia 0-17 tahun mencapai 7,8 persen per 28 Mei lalu. Dari jumlah tersebut 1.529 orang masih dalam perawatan, 355 anak berhasil sembuh, dan 22 anak meninggal karena Covid-19. Berdasarkan data ini, anak-anak disarankan tetap belajar di rumah meski pemerintah telah mewacanakan kebiasaan baru (new normal) di tengah pandemi. Meskipun hal ini menimbulkan persoalan lantaran minimnya akses internet dan teknologi, serta ruang belajar di rumah yang tidak ideal (Lidwina, Polemik Bersekolah saat Normal Baru, 2020)

b) Sektor pariwisata

Dengan menjalankan sejumlah program pemulihan, antara lain sertifikasi cleanliness,health, safety (CHS) untuk membangun kepercayaan wisatawan terhadap tujuan pariwisata. Untuk itu protocol kesehatan seperti cek suhu badan, sarana cucii tangan, handsanitizer, dan penyemprotan disinfektan area wisata secara berkala harus tetap diberlakukan. (Lidwina, Memoles Wajah Pariwisata Era Normal Baru, 2020)

c) Sektor perdagangan

Kementerian Perdagangan mengeluarkan aturan kebiasaan baru di mal. Nantinya, jumlah pengunjung maksimal hanya 35 persen dari kondisi normal. Adapun orang yang sakit atau suhu tubuh di atas 37 derajat celcius dilarang masuk. Pengunjung dan pedagang pun wajib mengikuti protokol kesehatan. Misalnya, menggunakan masker dan jaga jarak 1,5 meter dengan orang lain. Selain itu, pihak pengelola mal perlu memisahkan pintu masuk dan keluar pengunjung untuk menghindari kerumunan serta melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. (Lidwina, Pro-Kontra Normal Baru di Pusat Perbelanjaan, 2020)

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA