Ditulis oleh 3:07 pm COVID-19

Menunggu

Apa yang ditunggu, yakni berakhirnya wabah, sehingga seluruh kehidupan kembali seperti sediakala. Sampai kapan harus menunggu? Barangkali disanalah masalah utama berada. Ketidakpastian membuat kegiatan menunggu menjadi hal yang membosankan.

Pergilah ke rumah-rumah yang sekarang menjalankan apa yang menjadi protokol penanganan wabah. Keluarga yang semula sangat jarang berkumpul bersama, kini hari-hari, merupakan kebersamaan. Sejak pagi hingga larut malam. Ada keluarga yang menggunakan waktu bersama untuk tukar pikiran, bercengkerama, atau ngobrol berbagai hal, tentu termasuk masalah wabah dan pengaruhnya pada kehidupan warga. Ada pula keluarga yang tetap seperti hari-hari sebelumnya, dimana masing-masing anggota, tetap bersama gadget, dan asyik berkelana di luar sana, sambil sesekali copy paste berita yang dianggap penting untuk dilemparkan ke grup-grup terdekat.

Apa yang menarik dari keadaan tersebut? Barangkali untuk mengerti tidak harus melakukan studi khusus, atau bertanya kepada keluarga-keluarga tersebut, namun dapat diamati dengan cara berbeda, yakni dengan memperhatikan atau mengamati berbagai berita yang menonjol, seperti: (1) panduan beraktivitas di rumah, terutama untuk melawan kebosanan; (2) panduan bekerja di rumah dan belajar di rumah, intinya agar tetap produktif; dan (3) panduan masak-memasak, alias masalah kuliner. Suatu pedoman agar membuat variasi yang intinya adalah agar tidak bosan.

Tentu ada berita lainnya, namun ketiga hal itulah yang menonjol, di luar masalah-masalah utama, seperti bagaimana menjalankan protokol, dalam semua aktivitas. Jaga jarak, cuci tangan secara rutin, terutama setelah melakukan interaksi, serta terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Masalah yang terakhir, telah menjadi hal rutin. Dan ketiga hal di atas menyeruak menjadi bahan pembicaraan dan terkadang menjadi bahan lelucon. Seperti misalnya ada panduan untuk menyediakan kuliner Nusantara, yang ternyata isinya adalah petunjuk menyajikan mie instan yang kini punya rasa Nusantara.

Mengapa ketiga hal tersebut menonjol? Hal ini disebabkan oleh satu sumber masalah yakni menunggu. Apa maksudnya? Yakni bahwa seluruh aktivitas, yang kini berlangsung di seluruh rumah, merupakan aktivitas menunggu. Apa yang ditunggu, yakni berakhirnya wabah, sehingga seluruh kehidupan kembali seperti sediakala. Sampai kapan harus menunggu? Barangkali disanalah masalah utama berada. Ketidakpastian membuat kegiatan menunggu menjadi hal yang membosankan. Seperti menunggu giliran dalam antrian di loket, namun loket belum buka, dan tidak ada petunjuk kapan loket akan buka. Bila ditinggalkan antrian, bisa jadi loket buka, sementara jika terus ditunggu, tidak jelas kapan akan dibuka.

Kebosanan dalam menunggu, merupakan cermin dari tiadanya kejelasan. Masalah ini sebenarnya akan dapat diatasi, jika titik persoalan diubah. Kalau yang ditunggu adalah informasi yang akan datang dari luar, tentu ketidakpastian merupakan hal yang mutlak, karena memang belum ada cara yang pasti untuk menentukan kapan wabah akan berakhir. Oleh sebab itu, orientasi harus diubah, bukan menunggu hal yang tidak jelas, tetapi mulailah dengan menetapkan target-target tersendiri. Yakni target terhadap apa yang dapat dilakukan untuk menjadi bagian dari upaya bersama mengatasi wabah. Dengan target, maka hari-hari akan berisi ragam aktivitas yang arahnya mengusahakan agar target dapat dicapai. Dengan itu, menunggu menjadi tidak relevan, demikian pula kebosanan.

(Tim Redaksi)

(Visited 19 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 30 Maret 2020
Close