Ditulis oleh 8:59 am PENDIDIKAN

Menyusun LKPD di Google Form dalam Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19

Link yang disusun sebagai pendamping file materi ini selain memiliki tujuan yang sama seperti LKPD biasanya, juga dapat menambah melatih kecakapan digital peserta didik.

Pandemi COVID-19 yang mendera hampir seluruh negara di dunia membawa pengaruh yang besar terhadap kehidupan manusia. Terpukulnya perekonomian, melambatnya pergerakan politik, berubahnya interaksi sosial dan budaya, serta semua bidang lain sebagai lingkup penyertanya seperti pendidikan.

Diberlakukannya Social Distancing sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran penyakit ini menyebabkan pembelajaran secara konvensional dihentikan. Pembelajaran pun beralih menjadi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan Belajar Dari Rumah (BDR) dengan berbagai model yang menyesuaikan kondisi peserta didik dalam satuan pendidikannya. Baik itu dalam jaringan (daring/online), luar jaringan (luring/offline), atau kombinasi keduanya yang dikenal dengan Blended Learning.

Tentunya juga pengembangan pembelajaran tidak terlepas dari kreativitas tenaga pendidik sebagai penanggung jawab utama berlangsungnya pembelajaran itu sendiri.

Meskipun pembelajaran luring dan Blended Learningberkembang sebagai jawaban permasalahan yang muncul karena keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran daring, namun pembelajaran daring tetap menjadi ciri khas PJJ pada masa pandemi ini. Pembelajaran berbasis internet ini juga diyakini sebagai pembelajaran yang tepat menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 bagi Generasi Z zaman now. Selain itu, pembelajaran ini terasa lebih praktis, responsif terhadap perkembangan digital dunia, dan pastinya up to date.

Berbagai aplikasi pembelajaran daring berkembang. Baik dengan cara diskusi obrolan daring berbasis teks (chat) maupun tatap muka virtual, seperti Rumah Belajar, Google for Education, Microsoft Office 365, Quipper School, Ruangguru, Sekolahmu, Kelas Pintar, Zenius, Cisco Webex, Zoom Meeting, Live Media Social, Live Youtube, dan sebagainya. Serta aplikasi koordinasi yang umumnya digunakan pada gawai, seperti Whatsapp, Line, Telegram dan lain sebagainya.

Seperti halnya pembelajaran konvensional, meskipun interaksi antara pendidik dan peserta didik terjadi secara maya, pendidik tetap melaksanakan tugasnya. Yaitu mengajar, mendidik, melatih, membimbing dan mengarahkan, memotivasi, serta menilai. Tentunya disesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020, yang menegaskan tidak adanya tuntutan penuntasan kurikulum. Namun lebih kepada kecakapan hidup, antara lain mengenai pandemi COVID-19. Kemudian juga Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti yang dikembangkan bisa menyesuaikan kebutuhan dan daya dukung wilayah masing-masing. Serta umpan balik yang diberikan lebih bersifat kualitatif tanpa diharuskan memberikan skor/nilai kualitas.

Untuk mempermudah melaksanakan tugasnya, pendidik sebaiknya menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) atau yang dikenal juga dengan Lembar Kerja Siswa (LKS). LKPD merupakan bahan ajar yang dijadikan sarana dalam kegiatan belajar mengajar, yang berupa lembaran-lembaran yang berisi ringkasan materi, latihan-latihan soal, dan aktivitas lainnya sesuai kompetensi dasar yang harus dicapai.

Jika dalam pembelajaran konvensional, LKPD berbentuk lembaran-lembaran kertas, maka pada pembelajaran daring disusun dalam bentuk tautan (link). Link yang disusun sebagai pendamping file materi ini selain memiliki tujuan yang sama seperti LKPD biasanya, juga dapat menambah melatih kecakapan digital peserta didik.

Google form atau google formulir adalah salah satu layanan dari Google yang membantu penggunanya merencanakan acara, membuat tanya jawab berupa survei, kuis, atau mengumpulkan informasi dengan fitur formulir online yang mudah dan efisien karena fleksibelitasnya yang dapat disusun sesuai dengan kebutuhan.

Aplikasi bagian dari Google Education ini juga memungkinkan sang penyusun pertanyaan memberi skor langsung kepada penjawab. Datanya yang terkumpul ke Google Drive pun diyakini aman dan tentunya real time.

Untuk menyusun LKPD menggunakan Google Form dilakukan langkah berikut:

  1. Login pada akun Google pribadi.
  2. Pilih menu “Drive>Lainnya>Google Formulir.”
  3. Masukkan judul dan nama file, contohnya “Lembar Kerja Peserta Didik 1”.
  4. Untuk lebih menarik pilih tema back ground sesuai yang diinginkan.
  5. Ketik instrumen penilaian yang harus dikerjakan, baik berupa pertanyaan dan atau bukti tagihan yang diinginkan, seperti foto dan lain sebagainya.
  6. Jika ingin memeriksa hasil tampilan, klik pratinjau
  7. Klik pilihan “pengaturan>presentasi>ketik pesan konfirmasi”, contohnya: Terima kasih. Tetap semangat BDR.
  8. Klik “kirim>link>copy”, untuk mengambil tautan dan membagikannya ke peserta didik

Setelah diskusi di Google Classroom, diakhir kegiatan pembelajaran peserta didik diinstruksikan untuk mengerjakan link LKPD-nya. Selanjutnya, pendidik mengevaluasi pekerjaan peserta didik dengan kembali masuk pada fitur Google Form di akun email. Klik respons. Klik Spreadsheat. Data ini terekam dengan baik dan dapat dipergunakan sewaktu-waktu.

(Visited 5.379 times, 462 visits today)
Tag: , , Last modified: 12 September 2020
Close