23.4 C
Yogyakarta
3 Agustus 2021
BENTARA HIKMAH
KALAM

Merancang Hidup Lebih Bermakna Mengantisipasi Era New Normal

A. Siapa Manusia itu?

Pandangan dalam mengartikan manusia secara umum:

  • Animal rasional = hewan berpikir
  • Homo socius = makhluk sosial
  • Homo economicus = makhluk ekonomi

Islam memandang manusia = makhluk fungsional yang memiliki tugas dan bertanggungjawab.

Dalam QS, al-Mukminun, 23: 115 ada 3 penegasan:

  • Manusia makhluk ciptaan Tuhan,
  • Manusia diciptakan tak sia-sia tetapi berfungsi
  • Manusia akan dikembalikan (dan bertanggungjawab) kepada Tuhan.

B. Apa fungsi manusia?

Manusia dalam eksistensinya:

  • Berpribadi: berfungsi pada dirinya. Ia punya 3 unsur: perasaan, akal dan jasmani.
  • Ini harus seimbang
  • Hidup dengan orang lain: berfungsi pada masyarakat: berlaku baik pada sesama manusia.
  • Hidup dalam alam: berfungsi pada alam: melestarikan alam.
  • Diciptakan dan diasuh Tuhan √†berfungsi pada Tuhan: memuja dan menyembah Tuhan.

Dalam menfungsikan pribadinya, apabila lebihmenitik beratkan pada:

  • perasaan – spirualistis
  • akal – rasionalistis
  • jasmani – materialistis / positivistis
  • Islam mengajarkan keseimbangan.

Unsur perasaan cendrung pada:

  • rindu kebaikan: terpenuhi bila diisi dengan nilai moral;
  • kemuliaan: terpenuhi bila diisi dengan nilai taqwa;
  • kesucian: terpenuhi bila diisi dengan sifat-sifat terpuji;
  • keindahan: terpenuhi bila diisi dengan nial budaya.

Semua di atas ditempuh untuk mencapai taqwa.
Sebagai manusia taqwa ia harus menyesuaikan diri sebagai makhluk Tuhan, sebagai diri pribadi, sebagai masyarakat, sebagai bagian dari alam dengan berpedoman ajaran Tuhan.

Gambar: Ibadah dalam Islam

Berfungsinya manusia menunjukkan ia taqwa, dan taqwa artinya ibadah. Dengan demikian bila ia berfungsi = ia telah beribadah.

C. Ibadah Unsur Mutlak dalam Agama

  • Kepercayaan pada Tuhan: manusia rindu memuja, menyembah dan mengabdi pada Tuhan – banyak penyembahan.
  • Rasul: – ajaran – memberitahu siapa yag berhak disembah dan bagaimana caranya.
  • Ibadah dalam pengertian khusus: ada caranya dan tidak boleh diubah.

D. Pengertian Ibadah

  • Etimologis: pengabdian.
  • Terminologis: pengabdian dengan menyerahkan diri kepada kehendak dan ketentuan Allah swt. untuk memperoleh Ridla Allah.
  • Ibnu Taimiyah: tunduk dan cinta, yaitu tunduk mutlak kpada Allah disertai cinta sepenuhnya kepada Nya.

Dengan demikian unsur ibadah:

  • Taat dan tunduk kpada Allah yaitu merasa berkewajiban melaksanakan peraturan Allah yang dibawa Rasul perintah maupun larangan.
  • Cinta kpada Allah yaitu rasa wajib dan tunduk itu harus timbul dari hati yang cinta kpada Allah.

E. Macam dan bidang Ibadah

  • Ibadah umum (ammah, ghairah mahdah) = menjalani kehidupan untuk cari ridla Allah dengan mentaati syariat Nya, seperti ibadah diri, ibadah sosial, ibadah alam iabadah pendekatan kepada Allah. Unsur penting – cara dan niatnya harus baik.
  • Ibadah khusus (mahdlah) = ibadah yang macam dan caranya telah ditentukan syara’, seperti syahadat, wudlu, shalat, puasa, zakat, haji dll.

F. Prinsip-prinsip Ibadah dalam Islam

  • Yang berhak disembah hanya Allah QS, An-Nisa, 4: 36 = sembahlah Allah jangan menyekutukan Nya.
  • Ibadah tanpa perantara. QS, Qof, 50: 16 = Kami lebih dekat dari urat leher mereka.
  • Ikhlas dalam melaksanakannya. QS, Al-Kahfi, 18: 110 = Barang siapa yang ingin bertemu dengan Allah hendaklah mengerjakan amal soleh dan jangan mempersekutukan Nya (ikhlas) dengan siapapun.
  • Ibadah sesuai dengan tuntunan. QS, Ali Imran, 3: 31 = Katakanlah, jika benar cinta kpada Allah, maka ikutilah aku.
  • Memelihara keseimbangan unsur rohani dan jasmani. QS, Al-Qashash, 28: 77 = Carilah akheratmu, tetapi jangan lupa duniamu.
  • Mudah dan ringan. QS, Al-Baqarah, 2: 285 = Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA