Ditulis oleh 2:40 pm KALAM

Merawat Perasaan dan Menata Hati

Kadang kita mengalami kesenjangan antara harapan dengan realita, kita menyebutnya sebagai masalah. Bagaimana kita menghadapinya?

Hidup ini sesungguhnya tidak semulus yang kita bayangkan. Kadang kita mengalami kesenjangan antara harapan dengan realita, kita menyebutnya sebagai masalah atau problema. Respon dan ketahanan setiap orang berbeda ketika menghadapi masalah. Ada yang panik, bingung, dan stress, namun ada juga yang tetap kalem, tenang dan seolah tidak ada masalah. Ini menyangkut ketrampilan dalam menata emosi.

Persoalan itu tidak untuk dirasakan, tapi untuk diselesaikan. Banyak orang yang memandang persoalan dari sudut perasaan, sehingga yang terjadi bukannya selesai, tapi justeru gelisah dan cemas. Akibatnya terjadi gangguan psikis dan menjalar ke fisik, kemudian jatuh sakit. Masalah tidak akan bisa terselesaikan kalau hanya dirasakan. Regulasi emosi menjadi sangat penting ketika menghadapi pasang dan surutnya kehidupan yang sangat dekat dengan masalah. Seseorang yang tidak mampu merawat perasaan sangat mudah terombang-ambing oleh masalah. Dirinya tidak fokus terhadap penyelesaian karena didominasi oleh emosi negatif. Pandangan dan hatinya menjadi gelap sehingga kehilangan kemampuan untuk melakukan kontrol terhadap perilakunya sendiri.

Masalah tidak akan bisa terselesaikan kalau hanya dirasakan.

Kemampuan seseorang untuk bertahan dalam posisi dan masa sulit disebut sebagai kesabaran. Memang kata sabar itu mudah untuk diucapkan, tapi sulit untuk diekspresikan. Sehingga dibutuhkan latihan untuk mengelola emosi agar sedikit demi sedikit kesabaran seseorang akan terbentuk, meskipun melalui proses yang agak panjang.

Kesedihan merupakan respon psikis yang sangat manusiawi. Namun kesedihan yang dibiarkan terlalu lama tidak akan membawa manfaat. Seseorang mengalami keterpurukan dan tidak produktif. Maka kesediaan itu harus ditransformasikan menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat dan membangkitkan semangat. Bersama kesulitan ada kemudahan, adalah janji Allah kepada Manusia. Sikap optimis dan yakin bahwa semua akan berlalu dan tidak selamanya kesulitan itu menetap pada diri seseorang dapat membangkitkan semangat dan energi positif.

Kehidupan ini bagaikan episode yang menayangkan berbagai pasang dan surutnya kehidupan. Butuh peran dan pemain watak yang mampu melakukan akting di setiap situasi. Regulasi emosi dan menata hati merupakan kunci dalam menghadapi berbagai persoalan. Jangan terlalu bergembira ketika mendapat kesenangan dan sebaliknya, jangan terlalu sedih ketika diterpa masalah. Kehidupan ini terus silih berganti, datang dan pergi.


Regulasi emosi dan menata hati merupakan kunci dalam menghadapi berbagai persoalan.


(Visited 65 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 17 Mei 2020
Close