Ditulis oleh 8:46 am KALAM

Merintis Hubungan dengan Allah SWT

Selalu berusaha melakukan segala yang dicinta-Nya dan meninggalkan segala yang dibenci-Nya.

A. Akhlak Dasar Terhadap Allah

Akhlak kepada Allah cukup banyak dan rinci bahkan implementasinya berkembang seirama dengan perkembangan kehidupan kita. Berikut ini beberapa akhlak kepada Allah yang akrab dengan kehidupan keseharian kita. Beberapa akhlak yang lain akan dibahas pada kesempatan lain.

1. Taqwa

  • Taqwa adalah memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengukuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
  • Hakikat taqwa = terintegralisasinya iman, islam dan ihsan dalam kehidupan.
  • Taqwa yang Maksimal = islamisasi seluruh aspek kehidupan kita.
  • Buah Taqwa orang akan dapat:
    – sikap furqon (mampu bedakan +/-)
    – limpahan berkah dari langit & bumi
    – jalan keluar dari kesulitan
    – rezki tak terduga
    – kemudahan dalam segala urusannya
    – penghapusan dosa

2. Cinta dan Ridla

  • Cinta = keterpautan hati kepada yang dicintai dengan penuh semangat dan kasih sayang.
  • Bila cinta Allah – ia akan selalu berusaha melakukan segala yang dicinta-Nya dan meninggalkan segala yang dibenci-Nya.
  • Sejalan dengan cinta adalah ridla = menerima sepenuh hati atas segala aturan dan keputusan Allah — karena yakin apa yang datang dari Allah yang ia cintai adalah terbaik.

3. Ikhlas

  • Ikhlas (bersih, jernih) = beramal semata-mata mengharapkan ridla Allah.
  • Lawan ikhlas à Riya = melakukan amal bukan karena Allah tapi ingin dipuji atau pamrih lainnya.
  • Unsur ikhlas:
    – Niat yang tulus, melakukan amal untuk mencari ridla Allah.
    – Beramal dengan sebaik-baiknya.
    – Memanfaatkan hasil usaha dengan tepat.

4. Khouf Dan Raja’

  • Khouf (takut) = kegalauan hati membayang-kan suatu yang tidak disenangi akan menimpa dirinya atau membayangkan hilangnya sesuatu yang disukainya.
  • Sayyid Sabiq: penyebab orang takut:
    – karena mengenal Allah
    – karena dosa yang dilakukan
  • Raja’ (harap) = memautkan hati pada suatu yang disukai pada masa yang akan datang.
  • Raja’ harus didahului dengan. usaha yang sungguh-sungguh, bila tidak à angan kosong, tamanni.

5. Tawakkal

  • Tawakkal = membebaskan hati dari segala ketergantungan kepada selain Allah & menye-rahkan segala sesuatunya kepada Nya
  • Tawakal harus didahului oleh kerja keras & maksimal (Ikhtiar)
  • Jangan bertawakkal pada ikhtiar, kita juga harus mengikuti hukum sebab akibat, karena tidak semua yang diusahakan dapat hasil, seperti berobat belum tentu sembuh.
  • Perintah Allah adalah berusaha; hasilnya Allah yang menentukan – tawakkallah.

6. Taubat

  • Taubat (kembali) = kembalinya manusia dari melakukan yang dilarang Allah kepada melakukan apa yang diperintahkan Nya
  • Dimensi Taubat:
    – Menyadari kesalahan
    – Menyesali kesalahan
    – Memohon ampun kepada Allah (istighfar)
    – Berjanji tidak akan mengulanginya
    – Menutupi keslahan masa lalu dengan amal shaleh

B. Akhlak dan Tasauf

1. Pengertian Tasauf

  • Secara bahasa, ada yang berpendapat kata tasauf diambil dari kata:
    – Shuf = bulu domba
    – Shofa = bersih, jernih
    – Shuffah = emperan masjid Nabi
  • Tasauf merupakan ijtihad ulama tentang akhlak kepada Allah dan ini merupakan pengembangan akhlak dasar yang ada.
  • Tasauf merupakan masalah pengalaman rohani sehingga ulama berbeda pengertian dalam mendefinisikan tasauf.
  • Hadis dari Umar menjelaskan bahwa Tasauf ini sebagai perwujudan ihsan.

2. Intinya : kesadaran adanya komunikasi dan dialog langsung Tuhan.

3. Tujuannya: mencapai kesucian hati.

4. Puncaknya: hadirnya ma’rifat kepada Allah.

5. Jalannya:

  • Mujahadah (perjuangan)
  • Riyadlah (latihan) mengalahkan nafsu melalui jenjang:
    – Takholli = bersihkan diri sifat tercela
    – Tahalli = mengisi diri sifat terpuji
    – Tajalli = lenyap hijab dari sifat kemanusiaan untuk melihat & bersatu dengan Tuhan
  • Sifat tercela: hasud, hirshun, ghadab, riya’, sum’ah, ujub dll.
  • Sifat terpuji: tauhid, taubat, zuhud, cinta, wara’, syujur, ridla dll.

6. Dzun Nun membagi Taubat kepada:

  • taubat awam: taubat dari dosa,
  • taubat khawas: taubat karena lupa Allah,
  • taubat para Nabi: taubat karena tidak mendekatkan diri kepada Allah.

Baca juga: Mensyukuri 75 Tahun Kemerdekaan

(Visited 77 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 31 Agustus 2020
Close