Ditulis oleh 3:24 pm COVID-19

Momentum The New Normal

Paradigma yang baru ini diharapkan akan mengubah orientasi cara bekerja dengan apa yang disebut sebagai network government, collaborative governance.

Ada hikmah di balik pandemik Covid-19 yang melanda dunia dan Indonesia. Utamanya dalam mendorong percepatan reformasi birokrasi di Indonesia. Pemberlakuan sistem work from home bagi ASN menandakan babak baru shifting cara kerja atau memasuki situasi yang “tidak normal” dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari.

Pemanfaatan informasi teknologi dan internet of thing menjadi “keterpaksaan” baru. Telah terjadi perubahan secara masif budaya kerja dan cara berpikir ASN. Beberapa ahli meramalkan pasca­ pandemi ini, kita akan menghadapi apa yang disebut The New Normal. Suatu kondisi global yang meru­pakan akumulasi bagaimana kita umat manusia berperilaku menuju kondisi normal yang baru.

Salah satu kondisi the new nor­mal adalah percepatan kita dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam praktik tata kelola pemerintahan, yang lebih berorientasi pada hasil dengan mengedepankan pemanfaatan informasi teknologi dan kecepatannya.

Kondisi Pandemi Covid-19 telah mengubah paradigma bekerja ASN menjadi lebih efektif dan efisien. Lebih berorientasi pada hasil daripada procedural. Percepatan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) telah menjadi kebutuhan pada semua level birokrasi, sebagai konsekuensi masifnya praktik bekerja dari rumah atau work from home.

yang tengah kita praktikkan ini merupakan pra kondisi menuju The New Normal.

Dan sesungguh­nya, yang tengah kita praktikkan ini merupakan pra kondisi menuju The New Normal, di mana percepatan dari penerapan Flexible Working Arrangement (FWA) atau pengaturan kerja secara fleksibel menjadi pengarusutamaan. Instansi pemerintah sekarang su­dah umum melakukan tele-meeting atau tele-conference. Pengadaan rapat-rapat koordinasi menggunakan teknologi digital tanpa dibatasi ruang, waktu dan lokasi sehingga lebih efektif efisien dari sisi waktu dan biaya.

Tak terbayangkan berapa dana yang dapat dihemat dari The New Normal. Penyederhanaan rapat-rapat koordinasi baik di dalam kota maupun luar kota. Efisiensi waktu dan anggaran akan terjadi secara besar-besaran sehingga dapat dilakukan refocusing anggaran untuk hal-hal yang benar-benar mendesak dan penting.

Kondisi sekarang ini telah memberikan pemahaman kepada kita tentang seberapa urgensi dan mendesaknya suatu kegiatan. Dimana ternyata banyak kegiatan yang sebenarnya tidak prioritas karena pekerjaan dapat dilakukan dengan remote system. Rapat secara video conference dan penggunaan cloud computing atau penggunaan aplikasi kantor secara bersamaan yang dapat diakses pegawai dari mana saja.

Masa-masa Work From Home diharapkan dapat menjadi ajang latihan bagi ASN untuk terus mengembangkan ide-ide dan kreativitas untuk menghasilkan karya terbaik. Jadi agen peruba­han sebagai mesin pemerintahan dalam menjawab tantangan pe­rubahan global, sehingga tekad kita mewujudkan pemerin­tahan berkelas dunia bisa tercapai.

Birokrasi Indonesia juga harus mampu mengantisipasi era keterbukaan antarnegara yang semakin luas, yang berujung pada kemampuan untuk bersaing dalam rangka menarik calon investor yang kredibel. Untuk itu, dibutuhkan birokrasi yang berkualitas tinggi, yang ditunjang profesionalisme, ketangguhan, produktivitas, dan integritas yang prima.

Penerapan e-governance yang semakin masif sebagai dampak WFH perlu terus ditingkatkan pemanfaatannya pada masa The New Normal. Hal ini sebagai perwujudan implementasi dari digitalisasi data dan informasi seperti e-budgeting, e-project planning, system delivery, penatausahaan, e-controllinge-reporting hingga e-monev serta aplikasi custom lainnya.

Masifnya implementasi e-gorvernance sejatinya merupakan perwujudan reformasi birokrasi yang konstektual sebagai antithesis reformasi birokrasi prosedural (dokumen-dokumen administratif, absensi dan tunjangan kinerja).

Hal ini perlu diikuti dengan audit organisasi untuk memetakan seberapa penting dan mendesaknya keberadaan suatu organisasi. Perlu langkah lebih lanjut dalam membagi urusan K/L baik struktural maupun nonstruktural menjadi lebih jelas lagi. Duplikasi pekerjaan akibat terlalu banyak urusan yang tumpang tindih antara satu kementerian/lembaga dengan yang lainnya menjadi tantangan tersendiri untuk dicarikan solusinya.

Pandemi Covid-19 saat ini seyogyanya dapat dijadikan momentum bagi ASN. Untuk mempersiapkan The New Normal dalam mendukung akselerasi reformasi birokrasi yang tidak hanya sekedar birokrasi profesional yang mampu melayani rakyat. Tetapi secara on top menjadi faktor determinan dalam meletakkan fondasi yang diperlukan bangsa untuk memenangkan persaingan global.

Kita tentunya berharap dalam mewujudkan akselerasi reformasi birokrasi dengan memanfaatkan momentum The New Normal, akan terjalin sinergi dari pemerintah pusat dan daerah serta komitmen semua pihak untuk berubah ke arah yang lebih baik. Paradigma yang baru ini diharapkan akan mengubah orientasi cara bekerja dengan apa yang disebut sebagai network government, collaborative governance.

reformasi birokrasi merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan kemajuan Indonesia.

Pemerintah sudah tidak dapat bekerja dan menyelesaikan masalah-masalah publik sendirian. Karena reformasi birokrasi merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan kemajuan Indonesia di tengah gempuran persaingan global.

Kita secara bersama-sama perlu terus melakukan pembenahan terhadap orientasi dan akuntabilitas kinerja birokrasi. Orientasi dan akuntabilitas kinerja seluruh instansi pemerintah baik di pusat maupun daerah, yang tidak boleh lagi hanya puas dengan indikator proses seperti berapa besar serapan anggaran, bagaimana opini terhadap laporan keuangan, serta hal lain yang bersifat prosedural.

Indikator kinerja birokrasi (khususnya di kementerian teknis dan pemerintah daerah) ke depan harus berubah dari indikator proses dan output based menjadi outcome dan impact based.

Kita tentunya berharap, akselerasi reformasi birokrasi dengan memanfaatkan momentum The New Normal dapat kita kapitalisasi untuk membangun budaya organisasi kerja baru yang kondusif dalam meningkatkan daya saing. Sehingga reformasi birokrasi yang dipacu mampu menggerakkan investasi, menciptakan lapangan kerja dan memastikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dalam menghantarkan Indonesia menjadi negara maju. Semoga.

(Visited 71 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 29 Juni 2020
Close