Ditulis oleh 9:24 am COVID-19

Nasionalisme Kembali Diuji Dalam Menghadapi Wabah

Kebangkitan nasional tidak saja untuk meraih kemerdekaan negara, lebih daripada itu untuk mempertahankan keadaan negara dan masyarakat agar tetap sehat.

(Menyambut Hari Kebangkitan Nasional)

Kita masih ingat apa yang pernah dikatakan oleh Presiden pertama kita. Ir. Soekarno. “Nasionalis yang sedjati, jang nasionalismenya itu bukan timbul semata-mata suatu copie atau tiruan dari nasionalisme barat akan tetapi timbul dari rasa tjinta akan manusia dan kemanusiaan”. Saat ini ujian yang dihadapi Bangsa ini bukan lagi berjuang melawan penjajah tetapi menghadapi musuh yang tak terlihat, pandemi Corona. Jiwa nasionalisme diuji bukan berjuang melawan penjajah. Ini lebih dahsyat dari kita berperang secara terang-terangan.

Setiap manusia punya cara masing-masing dalam mencintai negeri ini untuk berjuang. Berjuang untuk menjadi pejuang yang memperjuangkan nilai-nilai kebaikan seperti yang sedang dihadapi oleh negara ini. Dengan wabah virus kita satukan perjuangan seperti para pahlawan dahulu memperjuangkan kemerdekaan, saat ini kita juga sedang berjuang untuk bisa merdeka kembali dalam segala aktivitas. Inilah saatnya rasa nasionalisme kita tunjukkan pada negara. Karena wabah ini tidak bisa diatasi hanya dengan beberapa orang. Kita semua wajib berjuang untuk segera mengakhiri keadaan seperti ini.

Perjuangan seperti apa yang ingin kita raih, momentum kebangkitan nasional sebagai penyemangat untuk bangkit melawan pandemi ini. Pemerintah dengan segala cara sudah memberikan himbauan dengan menerbitkan peraturan. Peraturan tersebut antara lain Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Kekarantinaan Kesehatan merupakan upaya mencegah dan menangkal keluar atau masuknya penyakit dan/atau faktor resiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat. Upaya untuk mencegah penyebaran penyakit kelintas wilayah, dengan pembatasan orang, alat angkut serta barang. Pembatasan terdapat 4 jenis antara lain karantina rumah, karantina rumah sakit, karantina wilayah dan pembatasan sosial berskala besar.

Pasal 59 dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 telah diatur tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar bahwasannya Pembatasan Sosial Berskala Besar bertujuan untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit kedaruratan kesehatan masyarakat yang sedang terjadi antar orang di suatu wilayah tertentu.

Pada saat ini pemerintah memilih melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Mengenai pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar diatur dalam Peraturan Pemerintah. Pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020.

Peraturan tersebut dikenal dengan PSBB, dimana dalam peraturan tersebut PSBB merupakan pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang terduga terinfeksi corona Virus Disease 2019. Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan telah mengatur sanski dimana setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dapat dipidana.

Dalam penjelasan umum Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB bahwa Salah satu tindakan kekarantinaan kesehatan berupa Pembatasan Sosial Berskala Besar. Sehingga setiap orang yang tidak mematuhi dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan khususnya PSBB dapat dikenakan sanksi pidana.

Perjuangan yang demikian memerlukan nasionalisme untuk menyelamatkan negara, rakyat dari kerusakan yang lebih parah merupakan kewajiban bagi kita semua. Siapa lagi yang akan berjuang untuk memulihkan keadaan negara, kalau bukan dari kita. Ingatlah bahwa kebangkitan nasional tidak saja untuk meraih kemerdekaan negara, ini lebih dari kemanusiaan untuk mempertahankan keadaan negara dan masyarakat agar tetap sehat.

(Visited 177 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 20 Mei 2020
Close