15.9 C
Yogyakarta
22 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

New Normal atau Kenormalan Baru

Banyak di antara kita pasti telah mendengar istilah new normal yang nantinya akan menjadi gaya hidup baru masyarakat. Pemerintah Indonesia juga telah menyampaikan bahwa rencana pemberlakuan tatanan baru tujuannya untuk beradaptasi dengan situasi selama pandemi Covid-19. Tatanan baru tersebut mungkin mempengaruhi perilaku dan kebiasaan masyarakat selama pandemi Covid-19 ini. Rencana penerapan new normal pastinya dengan banyak pertimbangan untuk mengembalikan kondisi sosial-ekonomi masyarakat di Indonesia agar berjalan seperti biasanya.

Perlu kita ketahui bahwa tatanan sosial-ekonomi masyarakat sekarang ini sangat memprihatinkan. Banyak yang kehilangan pendapatanmya sebagai akibat dari dampak pembatasan sosial selama pandemi Covid-19. Pemerintah juga telah menegaskan bahwa penerapan new normal sebagai gaya hidup baru harus dengan memperhatikan protokol kesehatan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mematuhi himbauan dari pemerintah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak setelah adanya pemberlakuan new normal ini.

Tidak sedikit masyarakat di Indonesia yang menerima atau bahkan menolak pemberlakuan new normal tersebut sebagai gaya hidup baru. Mendengar hal tersebut tentu masyarakat merasa senang karena dapat beraktivitas kembali setelah sekian lama belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Hal ini sangat ditunggu masyarakat karena adanya kelonggaran dari pemerintah dalam pemberlakuan new normal. Seperti pembukaan kembali pusat perbelanjaan, industri, tempat ibadah, tempat pariwisata, tempat pendidikan, dan sebagainya.

Tentunya pemerintah telah mempertimbangkan dan memberikan kelonggaran aktivitas new normal sebagai gaya hidup baru dengan fase pembukaan secara bertahap. Dengan begitu diharapkan pemberlakuan new normal dapat memperbaiki perekonomian di Indonesia sehingga masyarakat akan kembali produktif.

Jika new normal diberlakukan apakah hal tersebut aman bagi masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat masih ada rasa ketakutan akan tertular atau bahkan terjadi kasus positif Covid-19 secara besar-besaran. Kita telah mengetahui bahwa sekarang ini pasien sembuh Covid-19 semakin meningkat. Jika new normal diberlakukan apakah hal tersebut aman bagi masyarakat. Walaupun kita menerapkan protokol kesehatan tetapi banyak di antara masyarakat lain disekitar kita yang belum sepenuhnya sadar akan bahaya Covid-19.

Banyak di antara mereka yang beraktivitas ini tidak menerapkan protokol kesehatan sebagai pencegahan Covid-19, seperti tidak menjaga jarak dan hanya sebagian saja yang menggunakan masker. Sebagai contoh yang lagi viral saat ini adanya pembukaan pusat perbelanjaan yang diserbu masyarakat. Ironisnya di antara mereka tidak menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan tidak menjaga jarak sesuai anjuran dari pemerintah.

Masyarakat tentu berharap jika usahanya selama ini dengan tetap belajar, bekerja, dan beribadah di rumah tidak sia-sia. Untuk itu perlu sosialisasi yang jelas dari pemerintah tentang new nornal sebagai gaya hidup baru dan penerapan protokol kesehatannya dalam upaya pencegahan penularan Covid-19. Pihak pengusaha juga harus mengawasi dan memperhatikan protokol kesehatan konsumen sehingga konsumen tetap menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari pemerintah.

Jika kalian ingin menerapkan new normal sebagai gaya hidup baru maka kalian juga harus sadar dan tidak bertindak egois. Bila tidak sadar dan bertindak egois, bukan hanya kalian yang dirugikan akan tetapi juga orang lain. Untuk itu tumbuhkan rasa kesadaran pada diri kalian untuk menerapkan protokol kesahatan sesuai arahan dari pemerintah. Dengan begitu, new normal sebagai gaya hidup baru dapat dijalankan dengan aman sehingga adanya harapan Covid-19 cepat berlalu.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA