Ditulis oleh 9:37 am PENDIDIKAN

New Normal Bidang Olahraga

Ke depan, tatanan baru atau new normal apa dalam bidang keolahragaan yang perlu diperhatikan?

Pandemi Covid- 19 yang terjadi pada beberapa bulan terakhir ini berdampak pada seluruh sektor kehidupan manusia secara global. Mulai dari sektor ekonomi, politik, sosoal, budaya, industri, peribadahan, sektor kehidupan riil, etika, tradisi temasuk sektor keolahragaan.

Seiring berjalanya waktu dengan ihtiar maksimal yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat sudah mulai nampak peta perkembangannya meskipun masih fluktuatif. Masyarakat sudah mulai menatap ke depan dengan marancang tatanan baru pasca pandemi yang populer disebut new normal.

Pada bidang keolahragaan new normal seperti apa yang akan didesign? Ada tiga bidang keolahragaan yang perlu diperhatikan yakni: olahraga pendidikan, olahraga rekreasi dan olahraga prestasi.

Menuju kondisi new normal paling tidak 3 tahapan yang perlu diperhatikan, Tahap pertama: (1) Olahraga Pendidikan di sekolah, siswa hanya diperbolehkan melakukan aktivitas fisik di rumah, (2) Olahraga Rekreasi, masyarakat hanya diperbolehkan berolahraga untuk kebugaran di rumah, (3) Olahraga Prestasi, para atlet hanya diperbolehkan latihan mandiri di rumah dengan pantauan secara long distance oleh para pelatih.

Tahap kedua: (1) Olahraga Pendidikan, siswa boleh melakukan aktivitas fisik di sekolah dipandu oleh guru Pendidikan jasmani. Jumlah siswa dibatasi yakni separoh dari kelas normal, tetap menerapkan protokol kesehatan jaga jarak, cuci tangan dan bermasker. (2) Olahraga Rekreasi, masyarakat boleh melakukan aktivitas bersama terutama di lapangan terbuka dengan jumlah peserta yang dibatasi. Tetap memperhatikan protokol kesehatan jaga jarak, bermasker, cuci tangan dan tidak sedang mengalami batuk pilek atau suhu tubuh di atas normal. (3) Olahraga Prestasi, atlet diperbolehkan latihan bersama di lapangan cabang olahraga atau gymnasium dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, suhu tubuh normal, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan. Dalam hal memakai masker saat berlatih atlet harus tepat memilih masker yakni yang bisa untuk bernafas dan secara berkala dibuka agar asupan oksigen tercukupi. Sebab jika asupan oksigen kurang (hipoksia) saat latihan intensitas tinggi dapat membahayakan fungsi cardio vasculairnya bisa pingsan bahkan kolaps. Untuk cabang olahraha beregu seperti permainan dan beladiri yang ada body contact harus dikontrol ketat oleh para pelatih. Pada tahap ini atlet belum boleh melaukan pertandingan baik level daerah, nasional, maupun internasional termasuk belum boleh melakukan try out maupun training camp.

Tahap Ketiga: (1) Olahraga Pendidikan, siswa bisa beraktvitas fisik normal di kelas, tanpa physical distancing, tanpa masker namun tetap cuci tangan. (2) Olahraga Rekreasi, masyarakat dengan suhu tubuh normal boleh melakukan olahraga tanpa masker, tanpa physical distancing, namun tetap membiasakan cuci tangan, (3) Olahraga Prestasi, atlet diperbolehkan latihan bersama di lapangan cabang olahraganya maupun di gymnsaium. Tidak perlu physical distancing, tidak perlu memakai masker, namun tetap disiplin cuci tangan. Pada tahap ini atlet boleh masuk puslatda atau pelatnas, melakukan pertandingan baik level daerah, nasional, maupun internasional termasuk melakukan try out maupun training camp.

Ke depan, tatanan baru atau new normal apa dalam bidang keolahragaan yang perlu diperhatikan? Olahraga menjadi kebutuhan hidup yang perlu dilakukan secara rutin untuk mempertahankan kondisi fisik prima sehingga tidak mudah sakit termasuk yang disebabkan oleh virus. Sebelum berolahraga pastikan suhu tubuh normal atau dengan kata lain tidak sedang sakit. Cuci bersih anggota tubuh sebelum dan setelah beraktivitas fisik, memperhatikan kesehatan tempat latihan. Beraktivitas di out door yang kena sinar matahari lebih dianjurkan untuk imunitas dan lebih memperhatikan ketercukupan asupan makanan bergizi, serta melakukan kontrol kesehatan secara rutin.

(Visited 460 times, 1 visits today)
Last modified: 31 Mei 2020
Close