Ditulis oleh 1:57 pm COVID-19

New Normal sebagai Gaya Hidup Baru

Kini masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti semua dengan menjaga batasan supaya tetap aman dan dapat memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Kita tahu bahwa masyarakat Indonesia bahkan masyarakat dunia sedang dihadapkan oleh pandemi virus Covid-19 yang mulai menyerang Indonesia di bulan Maret 2020 silam. Kini seiring dengan berjalannya waktu fenomena ini tidak bisa didiamkan saja, perlu adanya gebrakan untuk merubah bahkan melawan pandemi ini. Salah satunya dengan kebijakan pemerintah dengan diberlakukannya ‘new normal’ yang diharapkan masyarakat ke depan harus beraktivitas kembali dengan cara ‘berdamai’ dengan virus corona untuk menciptakan kenormalan baru dalam kehidupan. Bahkan masyarakat di era new normal dituntut untuk hidup berdampingan dengan virus Covid-19.

New normal yang direncanakan pemerintah kini memasuki babak transisi untuk betul-betul siap menghadapi new normal itu sendiri. Dapat diartikan bahwa new normal merupakan merubah tatanan baru kehidupan seluruh keberlangsungan hidup manusia dengan batasan yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai protokol kesehatan dimasa new normal. Manusia sebagai makhluk sosial tentu mengalami gagap tradisi dengan adanya pembatasan kegiatan berkumpul dan berinteraksi, bahkan membentuk tatanan baru kehidupan ini. Ada aspek positif dan negatif dari situasi menantang ini yang turut membentuk dinamika masyarakat agar bisa segera bangkit dari keterpurukan.

Pandemi Covid-19 telah membuat kepanikan berlebihan di sebagian masyarakat sampai terjadi penolakan terhadap jenazah korban corona, hingga pengusiran perawat dan pemudik. Selain itu, tak sedikit juga masyarakat yang mengalami tekanan ekonomi baik pekerja dirumahkan atau usaha kecil yang kehilangan sumber pendapatan.

Di lain pihak, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memaksa masyarakat lebih banyak tinggal di rumah sehingga lebih akrab membangun kedekatan di keluarga. Dalam situasi sulit ini, lahir pula berbagai gerakan sosial yang kreatif untuk mengurangi beban masyarakat dari tekanan ekonomi yang berat. Semua itu merupakan fenomena sosial yang akan berdampak terhadap kehidupan kemasyarakatan ke depan.

Dalam hal ini new normal diharapkan menjadi trend dan gaya hidup baru dengan batasan-batasan sosial yang harus dijalankan sesuai protokol pemerintah. Misalnya pembatasan di kendaraan umum yang semula berkapasitas 100% kini hanya boleh digunakan 50% saja. Begitu pula dengan tempat wisata, mall, toko, rumah ibadah serta masjid.

Selain itu para masyarakat diwajibkan memakai masker ketika keluar rumah. Mengindahkan etika bersin dan batuk serta selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, bisa juga menggunakan hand sanitizer. Kini masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti semua dengan menjaga batasan supaya tetap aman dan dapat memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

Pesan saya bagi teman-teman dan masyarakat Indonesia. Tetap jaga kesehatan dengan mengatur pola makan dan berolahraga secara rutin serta mengkonsumsi suplemen atau vitamin untuk menunjang daya tahan tubuh.

Jangan lupa juga untuk tetap menjaga jarak ketika berada di luar rumah ± 1 meter untuk menghindari penyebaran virus. Kita tidak tahu siapa-siapa yang terkena virus bahkan tanpa kita sadari bisa saja kita sebagai ‘carrier’ atau pembawa virus. Maka dari itu tetaplah dan selalu menjaga kebersihan untuk kesehatan kita kini dan nanti. Menjaga kebersihan itu perlu dan sangat penting. Jika nanti pandemi sudah berlalu, tetaplah menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar kita.

Semoga pandemi ini segera berlalu dan kita semua selalu dalam lindungan Allah Yang Maha Esa dan selalu dilimpahkan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan untuk selalu berbuat baik dan mengingatkan. Bersama kita lawan virus dengan tetap di rumah saja, dan beraktivitas seperlunya jika penting.

(Visited 61 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 7 Juni 2020
Close