Ditulis oleh 8:55 am SAINS

Oksigen Bumi Membuat Bulan Berkarat?

Oksigen dari atmosfer bagian atas Bumi dapat dihembuskan ke permukaan bulan oleh angin matahari ketika Bulan berada di magnetotail Bumi.

Ilmuwan nampaknya tidak habis dibuat terkejut. Kini para ilmuwan planet, dalam sebuah penelitian yang dipimpin oleh Shuai Li, asisten peneliti di Institut Geofisika dan Planetologi Hawai’i ( HIGP) di UH Mānoa School of Ocean and Earth Science and Technology (SOEST), dibuat terkejut oleh karena ditemukannya mineral besi hematit teroksidasi di garis lintang tinggi di Bulan.

Besi sangat reaktif dengan oksigen. Efek yang biasa dilihat di Bumi adalah terbentuknya karat kemerahan. Namun, permukaan dan interior bulan hampir tidak memiliki oksigen. Sehingga besi metalik murni merupakan sesuatu yang tidak asing di Bulan. Dan besi yang sangat teroksidasi belum dapat dikonfirmasi dalam sampel yang dikembalikan dari misi Apollo.

Selain itu, hidrogen dalam angin matahari atau solar wind menerpa permukaan bulan, yang bertindak secara berlawanan dengan oksidasi. Sehingga keberadaan mineral pembawa besi yang sangat teroksidasi, seperti hematit, di Bulan adalah penemuan yang tak terduga.

Li dan rekan-rekannya berhipotesis bahwa hematit bulan terbentuk melalui oksidasi besi permukaan bulan oleh oksigen dari atmosfer bagian atas Bumi yang terus menerus dihembuskan ke permukaan bulan oleh angin matahari saat Bulan berada dalam magnetotail Bumi selama beberapa miliar tahun terakhir.

Untuk membuat penemuan ini, Li, profesor HIGP Paul Lucey dan rekan penulis dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA dan di tempat lain menganalisis data pantulan hiperspektral yang diperoleh oleh Moon Mineralogy Mapper (M3) yang dirancang oleh JPL NASA dalam misi Chandrayaan-1 India.

Penelitian baru ini terinspirasi dari penemuan air es yang sebelumnya ditemukan Li di wilayah kutub Bulan pada tahun 2018.

Dirinya mengatakan ketika memeriksa data M3 di daerah kutub, dia menemukan beberapa fitur dan pola spektral berbeda dari yang kita lihat di garis lintang yang lebih rendah atau sampel Apollo. Kini Li ingin tahu apakah mungkin ada reaksi batuan air di Bulan, dan setelah penyelidikan berbulan-bulan, dia menemukan bahwa telah melihat tanda-tanda untuk hematit.

Para peneliti menemukan lokasi keberadaan hematit sangat berkorelasi dengan kandungan air di garis lintang tinggi yang ditemukan sebelumnya dan lebih terkonsentrasi di sisi terdekat yang selalu menghadap ke Bumi.

Menurut Li, terdapat lebih banyaknya hematit di sisi terdekat bulan menunjukkan bahwa hal tersebut mungkin memiliki kaitannya dengan Bumi. Dan mengingatkan dirinya pada penemuan misi Kaguya Jepang. Bahwa oksigen dari atmosfer bagian atas Bumi dapat dihembuskan ke permukaan bulan oleh angin matahari ketika Bulan berada di magnetotail Bumi. Sehingga oksigen dari atmosfer bumi dapat menjadi oksidan utama yang menghasilkan hematit. Air dan debu antarplanet yang bertabrakan dengan Bulan mungkin juga memainkan peran penting.

Hal yang menarik bagi Li adalah hematit tidak benar-benar absen dari sisi jauh Bulan, yang dimana oksigen Bumi mungkin tidak pernah mencapai, meskipun terdapat sejumlah kecil eksposur yang terlihat. Jumlah kecil air (<~ 0,1 wt.%) yang diamati di garis lintang tinggi bulan mungkin secara substansial terlibat dalam proses pembentukan hematit di sisi jauh bulan, yang memiliki implikasi penting untuk menafsirkan hematit yang diamati pada beberapa asteroid tipe S yang miskin akan air.

Li berpendapat bahwa penemuan ini akan membentuk ulang pengetahuan yang telah ada tentang wilayah kutub Bulan, dan Bumi mungkin telah memainkan peran penting dalam evolusi permukaan Bulan.

Tim peneliti berharap misi ARTEMIS NASA dapat mengembalikan sampel hematit dari wilayah kutub Bulan. Tanda kimiawi dari sampel tersebut dapat mengkonfirmasi hipotesis mereka tentang apakah hematit bulan dioksidasi oleh oksigen bumi dan dapat membantu mengungkap evolusi atmosfer bumi dalam miliaran tahun terakhir. (Disadur dari situs sciencedaily)

(Visited 12 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 10 September 2020
Close