Ditulis oleh 4:51 pm KABAR

Optimisme Untuk Memberantas Pandemi Covid-19

Disiplin melaksanakan protokal pencegahan Covid-19.

Pada saat ini dunia sedang diterpa oleh wabah Covid-19 yang dapat menular dan mematikan manusia. Hal tersebut merupakan sebuah masalah yang sangat serius terutama di negara kita Indonesia, karena dapat mengganggu ketentraman manusia di bidang kesehatan, dan perekonomian.

Tentu pemerintah harus mengambil langkah yang efektif untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan cara memberikan masker ke semua lapisan masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tetapi hal tersebut kurang efektif apabila hanya menggunakan masker biasa karena masih banyak orang yang enggan menggunakannya. Mereka mengeluhkan sesak untuk bernafas apabila mnggunakannya dalam jangka waktu yang sangat lama. Serta hal lain yang menjadi efek sampingmya adalah menghirup gas karbon dioksida terus menerus setiap hari, tentu saja hal tesebut juga tidak baik untuk kesehatan.

Penularan Covid-19 tidak hanya dari manusia ke manusia saja, tetapi juga dapat menular melalui udara yang kita hirup setiap hari meskipun di dalam rumah sekalipun. Yang harus menjadi tugas pemerintah adalah bagaimana caranya menciptakan sebuah masker yang di dalamnya terkandung gas oksigen dari sebuah tabung kecil di dalam masker. Sehingga dapat digunakan untuk bernafas dalam jangka waktu yang lama, nyaman dipakai, dan tentu saja dapat diisi ulang kembali gas oksigennya melalui instansi pemerintahan secara gratis. Contohnya dapat diisi di tingkat kelurahan setempat.

Mencuci tangan ketika hendak makan, atau pada saat ingin menyentuh area wajah saja, hal tersebut bertujuan untuk mencegah tangan menjadi kering karena terlalu sering mencuci tangan. Kemudian panaskan kembali makanan yang baru dibeli dari luar rumah agar steril. Dengan cara tersebut manusia dapat beraktivitas seperti sedia kala dan roda perekonomian pun dapat kembali berputar tanpa takut ataupun khawatir tertular oleh orang lain. Semua masyarakat sudah menggunakan masker yang berisi oksigen setiap hari selama 24 jam, 14 hari secara serentak atau sampai keadaan benar-benar pulih untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Hal lain yang perlu dipikirkan oleh pemerintah mengenai perekonomian Indonesia yang sudah terlanjur jatuh adalah dengan tidak memberikan dana tunai sebagai modal ataupun bantuan yang nantinya hanya akan habis dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari saja. Yang harusnya diberikan adalah dibuatkan gerobak secara besar-besaran untuk semua kalangan masyarakat Indonesia. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan UKM dan meningkatkan kembali perkonomian Indonesia yang sudah terlanjur terjatuh. Dengan cara menciptakan masyarakat yang kreatif untuk hidup mandiri yang bersyarat yaitu gerobag yang sudah diserahkan kepada masyarakat tidak boleh dijual dan akan mendapatkan sanksi bila melanggar, atau tidak mempergunakan gerobag tersebut. Hal ini tentu saja akan merangsang pertumbuhan perekonomian di Indonesia terutama pada masyarakat menengah ke bawah.

Hal selanjutnya yang keliru menurut saya adalah ketika mayarakat di dalam sebuah kampung melockdown kampung-kampung mereka setiap malam. Kegiatan tersebut hanya akan membuang waktu sia-sia saja. Walaupun mereka sudah menyemprot orang yang lewat dengan disinfektan sedemikian rupa tetapi apakah mereka tahu kalau uang-uang di saku dan dompet mereka sudah mengandung jutaan virus yang tidak terduga sebelumnya dan terbawa masuk ke dalam kampung mereka secara tidak sadar.

Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah seharusnya membuat sebuah metode uang elektronik atau uang digital yang dapat dipindahkan melalui barcode di ponsel atau sebuah kartu elektronik tanpa harus memegang uang tunai tersebut, dengan cara memberikan E-Money Card dan didistribusikan merata sesuai data diri masing-masing ke seluruh wilayah indonesia sebagai pengganti uang tunai. Tentu saja hal tersebut akan mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

(Visited 21 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 20 Mei 2020
Close