Orang Tua, Pintu Surga yang Paling Tengah

10.6.6. Orang Tua - Basuki
Bersyukurlah bagi Anda yang masih memiliki orangtua, karena di depan Anda ada pintu surga yang lebar menganga.

🌱 DETIK-DETIK ketika kita akan terlahir, seorang IBU rela bertaruh nyawa.

IBU tak pernah mengeluh menggendong kita kemana mana — bahkan sejak kita berada dalam kandungan.
IBU yang mengajarkan kita berjalan dari mulai proses Merangkak, Berdiri hingga kita mampu berjalan dengan sempurna.
IBU yang pertama kali mengajarkan kita bicara.
IBU yang memandikan kita setiap hari.
IBU yang menyuapi kita dengan tepat waktu sekalipun tanpa kita minta karena khawatir anaknya jatuh sakit.
IBU yang rela terjaga ketika kita tertidur karena harus menyusui kita.
IBU yang memeluk kita ketika kita menangis karena terjatuh.

Sementara…..

AYAH seakan tak pernah lelah mencukupi segala kebutuhan untuk kita – anaknya.
AYAH bekerja dari pagi hingga malam hari, dan tak jarang dari pagi hingga pagi lagi, terkadang semalaman tidak tidur.
AYAH selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kita – anaknya, berapa pun biayanya.

Dari mulai biaya persalinan, perlengkapan bayi, susu formula.
Saat kita mulai menginjak usia 5 tahun, biaya yang harus dikeluarkan AYAH pun semakin besar karena ditambah lagi dengan biaya pendidikan.
Disekolahkan mulai dari sekolah taman kanak-kanak bahkan hingga ke perguruan tinggi, belum lagi les privat sana sini.

Tak lupa,
ORANG TUA juga membekali kita dengan pendidikan agama.
Tak jarang seorang anak juga diajarkan mengaji, dipesantrenkan.
AGAR kelak kita dapat memberi syafa’at untuk keduanya di hari yang sudah dijanjikan dalam Alquran.

Sahabatku……..

🌿 Pernahkah seorang IBU mengungkit-ngungkit jasanya terhadap kita,
AGAR dilakukan hal serupa ketika IBU sudah mulai beranjak tua?

🌿 Pernahkah seorang AYAH merinci total seluruh biaya yang sudah dikeluarkannya.
DARI semenjak kita terlahir ke dunia sampai detik ini UNTUK KITA GANTI?

Jangankan mengganti, UNTUK menghitungnya saja.
kita tidak akan pernah bisa karena biaya yang dikeluarkannya sudah tidak terhingga.

Karena itulah…
ORANG TUA adalah PINTU JANNAH,
PINTU yang paling tengah di antara pintu-pintu yang lain.

📚 Nabi Muhammad SAW bersabda:
”ORANG TUA adalah pintu jannah yang paling tengah. Terserah kamu telantarkan ia apa kamu hendak menjaganya.”
(HR. Tirmidzi)

📚 Al-Qadhi berkata,
“maksud PINTU JANNAH yang paling tengah adalah pintu yang PALING BAGUS dan PALING TINGGI,
Dengan kata lain sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam jannah dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan MENTAATI ORANG TUA dan MENJAGANYA.”

Sahabatku…….
BERSYUKURLAH bagi Anda yang masih memiliki orangtua, karena di depan Anda ada PINTU SURGA yang lebar menganga.

  • Terlebih bila orang tua Anda berusia lanjut,
  • Dalam kondisi tidak berdaya atau bahkan pikun atau…
  • Tak mampu merawat dirinya sendiri seperti bayi yang baru lahir.

UMUMNYA manusia begitu antusias dan bersuka cita tatkala memandikan bayinya dan merawatnya dengan wajah ceria.

Berbeda dengan sikapnya terhadap ORANG TUANYA yang kembali menjadi seperti bayi.
Rasa malas, bosan mungkin kesal seringkali terungkap dalam kata dan perilaku.

MENGAPA?
Mungkin karena ia hanya berorientasi kepada dunia.
Si BAYI bisa diharapkan nantinya produktif.

sementara…
ORANG TUA yang renta tidak diharapkan lagi kontribusinya.

Andai saja kita berorientasi akhirat.
Sungguh kita akan memperlakukan ORANG TUA kita yang tua renta dengan baik, karena hasil yang akan kita panen lebih banyak dan lebih kekal.

SUNGGUH TERLALU…..
orang yang mendapatkan ORANG TUANYA berusia lanjut,
tapi ia tidak masuk JANNAH, padahal kesempatan begitu mudah baginya.

📚 Rasulullah SAW bersabda :
”Sungguh celaka…sungguh celaka… sungguh celaka…”,

lalu dikatakan,
”Siapakah itu wahai Rasulullah?”

▪️ Beliau bersabda,
”Yakni orang yang mendapatkan salah satu orang tuanya berusia lanjut namun ia tidak masuk jannah.” (HR. Muslim)

Ia tidak masuk JANNAH karena :
• TIDAK berbakti,
• TIDAK mentaati perintahnya,
• TIDAK berusaha membuat senang hatinya,
• TIDAK meringankan kesusahannya,
• TIDAK menjaga kata-katanya, dan
• TIDAK tidak merawatnya saat mereka tak mampu lagi hidup mandiri.

👉 saatnya kita berkaca diri, SUDAHKAH KITA LAYAK DISEBUT SEBAGAI ANAK YANG BERBAKTI ?

❣️ Semoga Bermanfaat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020