Panca Pusat Pendidikan Anak

Panca Pusat
Suasana yang nyaman pada lima lingkungan anak merupakan dambaan semua orang yang tertarik pada dunia pendidikan anak.

Ketika menyebut anak, banyak ayat al-Quran dan al-Hadits yang mengaitkan dengan harta, yakni keduanya (anak dan harta) adalah perhiasan dunia (QS. al-Kahfi, 18:46). Allah SWT juga menyebutkan bahwa anak merupakan ujian bagi kedua orangtuanya. Namanya ujian, maka ada orangtua yang lulus di dalam menempuhnya, tetapi banyak juga yang gagal dalam menghadapi ujian itu.

Orangtua boleh gagal dalam banyak bidang kehidupan, tetapi hal itu jangan sampai terjadi pada bidang pendidikan anak. Dengan kata lain, orangtua memiliki kewajiban untuk mendidik dan menjadikan anak-anaknya menjadi anak yang saleh/salehah, bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agamanya.

Namun, di tengah kesibukan dan kepentingan pribadi orangtua, tidak sedikit orangtua yang gagal dalam mendidik anak-anaknya menjadi anak yang saleh/salehah. Karena itu, Allah SWT berfirman: ”Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu merupakan cobaan (ujian), dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (QS. al-Anfal, 8:28).

Agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan harapan orangtua, yakni menjadi anak yang menyejukkan mata (qurrota a’yun), maka orangtua harus memperhatikan lima lingkungan pendidikan anak yang satu dengan yang lain saling terkait dan bersinergi. Suasana yang nyaman pada lima lingkungan anak merupakan dambaan semua orang yang tertarik pada dunia pendidikan anak.

Lima (Panca) lingkungan pendidikan anak itu secara berturut-turut adalah Pertama, lingkungan keluarga. Melalui keluarga, anak akan belajar memperhatikan sikap-sikap orangtua dalam beribadah, sopan santun (Jawa:unggah ungguh), penghormatan kepada orang lain, keramahtamahan serta sikap terhadap pendidikan anak.

Orangtua yang menghendaki anaknya memiliki sikap serta motivas belajar yang tinggi harus memperlihatkan contoh atau keteladanan dan dorongan ke arah yang diinginkan. Sikap dan gaya kepemimpinan orangtua dalam keluarga akan memberikan kemungkinan yang sangat besar terhadap sukses atau gagalnya usaha seorang anak dalam membentuk pribadinya yang saleh/salehah.

Kedua, lingkungan sekolah. Di sekolah, yang berperan penting dalam pembentukan kepribadian anak adalah karakteristik anak itu sendiri, teman sebaya (peer-group), pendidik dan tenaga kependidikan, interaksi dan metode pembelajaran yang diterapkan serta fasilitas pembelajaran yang tersedia. Sebagaimana diketahui tugas guru (pendidik) di sekolah di samping sebagai penyampai ilmu pengetahuan (transmitter of knowledge) juga sebagai pengelola pembelajaran (director of learnng) yang juga berperan untuk membentuk pribadi anak.

Ketiga, lingkungan masyarakat. Masyarakat dapat diartikan sebagai suatu tatanan sosial dengan tata nilai dan budaya tertentu. Dalam pengertian yang seperti ini, masyarakat adalah wadah dan wahana pendidikan bagi anak-anak. Masyarakat terbentuk sebagai wujud ketergantungan individu terhadap orang lain. Manusia selalu berada dalam antar hubungan dan antar aksi dalam masyarakatnya, dan ini adalah kesempatan yang penting bagi anak untuk melakukan sosialisasi secara lebih luas.

Keempat, tempat ibadah. Tempat ibadah merupakan wahana yang paling potensial bagi terbentuknya pribadi saleh/salehah yang merupakan tujuan pembentukan generasi emas. Optimalisasi peran masjid bagi pembentukan generasi emas menjadi semakin urgen ketika tiga lembaga yang lain belum mampu secara sinergis memerankan fungsinya secara maksimal, mengingat masjid di samping sebagai tempat ibadah juga sebagai sarana menimba ilmu pengetahuan dan meningkatkan kecerdasan umat.

Kegemaran beribadah telah membawa anak-anak untuk lebih banyak aktifitasnya di tempat ibadah (masjid/mushalla) penuh kekhusukan dan kepadrahan. Situasi yang seperti ini diharapkan mampu membawa anak-anak kepada pembentukan pribadi yang utuh yang menjadi dambaan semua orangtua. Suasana masjid yang dibawa pada seluruh bidang kehidupan anak akan menjadikan kehidupan bersama menjadi lebih indah dan cita-cita terbentuknya masyarakat yang “baldatun thoyyibatun warabbun ghafuur” akan segera terwujud.

Kelima, media massa. Media massa memiliki posisi yang penting dalam kehidupan anak, sehingga media massa ditempatkan sebagai komunikasi massa yang berperan sebagai komunikator serta agen of change. Menjadi pelopor perubahan dalam lingkungan publik yang dapat mempengaruhi khalayak dan juga anak-anak kita melalui pesan berupa informasi, hiburan, pendidikan maupun pesan-pesan lainnya dan dapat dijangkau masyarakat secara luas. Sebagai bentuk dari pentingnya media dapat dilihat dari pengaruh yang dirasakan oleh anak-anak kita, mulai dari aspek kognitif, afektif, hingga konatif dari media massa dan dampak positif negatif dari media sosial.

Walaupun posisi dan peran media sangat penting akan tetapi masyarakat juga harus berhati-hati dengan media mengingat bahwa sifat media yang begitu fleksibel. Nilai negatif atas peranan media di Indonesia bisa saja terjadi baik dari media massa ataupun media sosial, sehingga perlu adanya perhatian dari setiap pihak, baik dari pengelola media hingga masyarakat itu sendiri.

Keikutsertaan beberapa pihak dalam memperhatikan media diharapkan dapat menyaring hal-hal negatif yang mungkin dapat terjadi yang mana hal ini akan sangat merugikan perkembangan anak-anak kita. Sinergisitas lima lingkungan anak merupakan jawaban yang tepat untuk menemukan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak.

Baca juga: Musyawarah

(Visited 104 times, 1 visits today)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Official Website YAYASAN ABDURRAHMAN BASWEDAN Dikelola oleh Sekretariat ©2020