23.7 C
Yogyakarta
11 September 2021
BENTARA HIKMAH
COVID-19

Pandemi Dan Kebangkitan Nasional Pendidikan

Prediksi Pemerintah akan berakhirnya Covid 19 di bulan Juni merupakan berita yang sangat membahagiakan. Prediksi itu mungkin saja terwujud jika kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi peraturan yang berlaku semasa pandemi berlangsung. Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Doni Monardo kepada liputan6.com 28/4/2020 menyatakan tiga strategi utama dalam menuntaskan kasus Covid 19 di Indonesia. Ketiga strategi itu antara lain testing, tracing, dan isolasi.

Untuk strategi pertama yaitu testing, pemerintah telah memperbanyak melakukan tes Covid 19 melalui PCR (Polymerase Chain Reaction) dalam upaya memenuhi target 10 ribu tes PCR per hari. Prosedur pemerikasaan diawali dengan pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring atau paru-paru dari pasien yang diduga terinfeksi virus Corona. Strategi berikutnya merupakan tracing atau pelacakan dari kasus yang sudah terkonfirmasi Covid 19. Selanjutnya isolasi bagi mereka yang merasa memiliki gejala mirip Covid 19 bahkan bagi orang-orang yang telah terpapar Covid 19. Isolasi juga dilakukan bagi warga pendatang khususnya orang-orang yang masuk dari zona merah dalam pandemi.

Jika mencermati data yang ada, bukan tanpa alasan pemerintah memprediksi berakhirnya Covid 19 di bulan Juni. Hal ini melihat pada indikator-indikator antara lain jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit tidak melebihi kapasitas secara nasional, jumlah kematian di beberapa daerah mengalami penururnan seperti di Jakarta, tingkat kesembuhan pasien yang dirawat juga mengalami peningkatan.

Berakhirnya pandemi Covid 19 ini menjadi momentum penting seiring dengan perayaan kebangkitan Nasional. Dimulai dari perbaikan kondisi secara Nasional pada bulan Mei 2020 pandemi global ini menjadi saat yang tepat untuk kita dalam mengupayakan kebangkitan ekonomi, sosial, budaya, bahkan pendidikan. Sejak diberlakuannya Pembatasan Sosial Berskala Besar bidang pendidikan, mutlak siswa belajar dari rumah dan guru mengajar dari rumah. Kegiatan Belajar Mengajar dari rumah ini memberikan loncatan dalam pengaktualisasian revolusi pendidikan. Secara massif pendidikan semakin dewasa dalam menyikapi perubahan kondisi yang begitu cepat dan tidak terprediksi sebelumnya. Secara otomatis pemanfaatan teknologi meningkat pesat seiring dengan keterpaksaan keadaan. Dengan kata lain pandemik covid 19 telah mampu membangkitkan guru dan siwa milenial yang paham akan pentingnya teknologi dalam peningkatan pembelajaran mereka.

Tema yang diangkat pada hari kebangkitan Nasional tahun 2020 ini adalah “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia di Era Digital”. Tidak dapat dipungkiri Pembangunan Sumber Daya Manusia merupakan hal fundamental dalam membangun karakter bangsa. Era digital yang dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi semua kalangan akan sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam menyikapi suatu permasalahan. Banyaknya berita hoax hingga tindakan yang melanggar UU IT merupakan contoh kecil dari lemahnya attitude Sumber Daya Manusia dalam era digital.

Revolusi industry 4.0 di bidang pendidikan dicirikan dengan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran atau dikenal dengan istilah system siber (Cyber System). Sistem ini mampu membuat proses pembelajaran dapat berlangsung secara kontinu tanpa batas ruang dan waktu. Namun, kompetensi penting yang dibutuhkan dalam era pendidikan 4.0 adalah 4C yang terdiri dari Critical thinking/berfikir kritis, Creative (bertindak kreatif dan inovatif), Collaborative atau kerjasama serta Communication atau literasi teknologi informasi. Saatnya Indonesia bangkit dari covid 19 membangun Sumber daya Manusia di segala bidang utamanya bidang Pendidikan.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA