18.1 C
Yogyakarta
18 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
PENDIDIKAN

Pandemi, Pelajaran Hidup Nyata dalam Pendidikan (Catatan Akhir Tahun Pelajaran)

Pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia memaksa orang untuk berdiam di rumah sehingga tidak dapat lagi melakukan aktivitas seperti biasanya, termasuk menuntut ilmu ke sekolah bagi para murid. Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa harus dilakukan dengan cara inovatif, salah satunya dengan melakukan proses belajar mengajar secara online.

Pembelajaran online merupakan hal baru dan menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian besar murid, guru maupun orang tua.

Pandemik yang sudah berlangsung sejak pertengahan Maret hingga sekarang memberikan peluang untuk berpikir dan bertindak kreatif dalam dunia pendidikan terutama dalam memberikan pengalaman belajar bagi siswa. Kekosongan aktivitas secara langsung yang biasanya tatap muka di sekolah selama hampir 3 bulan sejak pertengahan Maret masih memberikan peluang bagi guru dan siswa untuk tetap bangkit dan semangat belajar.

Inilah belajar hidup dari kehidupan yang sebenarnya, mengaplikasikan semua ilmu yang telah didapat dari bangku sekolah untuk bisa bertahan sebagai orang yang hidup di kehidupan nyata. Kurikulum menganjurkan dalam tiga bentuk ilmu, Kognitif, Afektif, dan Keterampilan. Di saat pandemi inilah Allah sedang ingin mengajari guru, murid, dan orang tua bagaimana sebenarnya belajar itu.

Seperti apa yang pernah dikatakan oleh Bapak Menteri, Bapak Nadiem, “guru bisa mencoba pembelajaran Project Based Learning dalam pembelajaran dengan siswa.” Guru bisa memberikan proyek penugasan kepada masing-masing siswa atau kelompok kecil untuk mengerjakan tugas.

Keadaan yang demikian akan menciptakan satu tantangan dan kolaborasi yang solid antara murid, guru dan orang tua. Kegiatan belajar di rumah akan melatih empati dan kemampuan afektif, mendorong sesama mereka saling bahu membahu. Untuk para orang tua, ini juga kesempatan emas untuk memahami dan membantu anak menghadapi tantangan dalam pembelajaran yang sesungguhnya.

Faktor kelemahan yang dihadapi guru, siswa dan orang tua dalam masa pandemik ini terutama kekurangsiapan guru dan manajemen sekolah. Semua dilaksanakan dalam waktu yang tak pernah direncanakan. Terbatasnya waktu me¬nyebabkan kebijakan kegiatan belajar di rumah menuai kritikan/keluhan dari sebagian : orangtua siswa.

Banyak Institusi pendidikan yang salah menerapkan kebijakan belajar di rumah. Belajar di rumah tak ubahnya merupakan kegiatan memindahkan aktivitas kelas dari sekolah ke rumah dengan beban/tugas yang bahkan lebih banyak. Bukan menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah untuk beraktivitas sesuai kemampuannya, tetapi Ditambah lagi pada akhir semester tetap dibayangi dengan evaluasi akhir semester.

Kegiatan belajar di rumah yang digu¬nakan sekarang menyebabkan siswa dan juga guru, kehilangan kesempatan untuk memahami dan mengerti dengan lebih dalam kejadian yang sedang dihadapi masyarakat dan bangsa saat ini. Mereka akan kehilangan momen penting untuk berefleksi guna menumbuhkan sikap solidaritas sosial, peduli, empati, dan peluang untuk memikirkan kontribusi yang dapat diberikan untuk membantu lingkungan masyarakat di masa sulit ini.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA