Ditulis oleh 11:51 am COVID-19

Panduan Beribadah di Rumah Selama Pandemi COVID-19

Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS Al-An’am/6:162)

Oleh: Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M. Ag.

Pandemi ialah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas. Virus corona telah berjangkit di seluruh wilayah Indonesia. Warga masyarakat tercekam oleh kecemasan yang luar biasa, karena sifat virus corona yang tak tampak dan tak mudah dideteksi kehadirannya pada setiap individu manusia. Virus tersebut dapat tersebar melalui percikan ludah, ingus, dan sentuhan tangan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui tangan yang menyentuh gagang pintu, tombol lift, dan tempat duduk, bahkan melalui udara.

Untuk menjaga diri dari virus corona, setiap orang sangat dianjurkan untuk mengambil jarak secara fisik satu dengan yang lain lebih dari satu meter. Di samping itu mereka sangat diseyogiakan untuk menghindari kerumunan atau mengunjungi tempat-tempat umum, seperti mall dan supermarket, kecuali untuk keperluan yang sangat mendesak. Masing-masing disarankan untuk menjaga diri dengan sebaik-baiknya dan tinggal di rumah saja.

Ibadah ialah perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah swt, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Di antara ibadah umat Islam yang terdampak langsung oleh virus corona adalah shalat, yakni shalat fardhu lima waktu setiap hari, dan shalat Jumat seminggu sekali.

Bilamana kamu telah menyelesaikan shalat berjamaah, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring. Tetapi jika kamu telah bebas dari bahaya, laksanakanlah shalat seperti biasa. Sungguh, shalat diwajibkan kepada mukmin pada waktu-waktu yang sudah ditentukan. (QS An-Nisa`/4:103)

Wahai orang-orang beriman, bila telah diseru untuk menunaikan shalat Jum‘at, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Itu lebih baik bagimu jika kamu tahu. (QS Al-Jumu’ah/62:9)

Pemerintah maupun ormas telah mengeluarkan edaran berkenaan dengan ibadah umat Islam, utamanya shalat lima waktu, shalat Jum’at, dan shalat tarawih di bulan Ramadhan. Mempertimbangkan peningkatan penyebaran virus corona yang ditandai dengan bertambahnya korban di berbagai wilayah, lembaga-lembaga tersebut menganjurkan untuk tidak menyelenggarakan shalat lima waktu secara berjamaah, tidak menyelenggarakan shalat Jumat, serta shalat tarawih bersama. Dengan demikian setiap Muslim walaupun berat hati mesti menunaikan shalat di rumah masing-masing.  

Shalat Jumat diganti dengan shalat zhuhur di rumah. Hal itu dilakukan untuk menghindari mudarat penyebaran virus corona. Mengutip pendapat Ustadz Prof. Dr. H.M. Quraish Shihab, M.A., bahwa agama Islam mendahulukan kemanusiaan atas keberagamaan. Karena itu fatwa-fatwa ulama menyatakan tidak wajib melaksanakan Shalat Jumat demi menjaga keselamatan jiwa manusia.

Ibadah shalat didahului dengan bersuci, yakni berwudhu, membasuh kedua telapak tangan, berkumur, menghirup air ke rongga hidung, membasuh wajah, kedua belah tangan hingga siku, mengusap kepala, dan daun telinga. Berwudhu sangat mendukung ikhtiar untuk menghindarkan diri dari virus corona. Hal itu niscaya dilakukan dengan saksama dan penuh penghayatan, baik untuk kebersihan lahir/jasmani maupun kebersihan batin/rohani.

Wahai orang-orang yang beriman, bila kamu hendak menunaikan shalat, basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku. Usaplah kepalamu dengan air dan cucilah kedua kakimu sampai ke mata kaki. Jika kamu sedang junub, mandilah. Jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari jamban, atau kamu menyentuh perempuan, dan kamu tidak menemukan air, maka bertayamumlah dengan debu yang bersih; usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Allah tidak akan menyulitkan kamu, tetapi hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu agar kamu bersyukur. (QS Al-Maidah/5:6)

Sungguhpun tidak menunaikan shalat berjamaah di masjid, setiap Muslim dianjurkan untuk menunaikan shalat fardhu pada awal waktu. Bila keadaan memungkinkan shalat fardhu tersebut ditunaikan secara berjamaah bersama anggota keluarga. Usai shalat, panjatkan permohonan kepada Allah swt dengan sekhusyuk-khusyuknya agar kita diselamatkan dari segala musibah, termasuk virus corona, taqrub, dan bermuhasabah atas peringatan, ujian, dan cobaan dari Allah swt kepada umat manusia.        

Bila Ramadhan tiba dan penyebaran virus corona belum reda, setiap Muslim niscaya tetap berpuasa dan menunaikan shalat tarawih di rumahnya. Selain berdzikir, sangat dianjurkan untuk membaca Al-Quran, dan bersedekah, baik secara langsung maupun disalurkan melalui lembaga-lembaga yang tepercaya.

Wahai orang-orang yang beriman, berpuasa diwajibkan atas kamu sebagaimana telah diwajibkan atas mereka sebelum kamu supaya kamu bertakwa. (QS Al-Baqarah/2:183)

Semoga Allah swt segera mengangkat virus corona dari seluruh wilayah Nusantara dan segala penjuru dunia.


Penulis: Guru Besar UIN Sunan Kalijaga

(Visited 400 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 29 Maret 2020
Close