Ditulis oleh 8:00 am COVID-19

Panggilan Hati I

Fastabiqul khairot, berlomba lomba dalam kebaikan, ini adalah kewajiban orang muslim sebagaimana dalam surat Al-maidah ayat 2 yang berbunyi wa laa ta’aawanuu ‘alal istmi wal ‘udwan wattquullaha Innallaaha syadiidul ‘iqoob

“Larilah dari orang yang sakit membahayakan , sebagaimana kamu lari dari singa “

Semua cerita ini berawal dari munculnya sesosok singa pada tahun 2019.

Begitu cerdiknya sang singa, hingga membuat korban lengah dan tak sadar menjadi mangsa.

Begitu ganasnya, hingga bisa menelan jutaan manusia dari segala ras dan warna kulit,tanpa pandang bulu, liar dan jahat.

Singa tak kasat mata tersebut diberi nama

Corona Virus Disease 19.

Sebuah virus baru yang muncul pada tahun 2019.

Seiring berjalannya waktu, dengan cepatnya virus ini menular dan menyerang 18.000 penduduk dari lapisan bawah hingga menengah atas. Tenaga medis dan paramedis berjuang meninggalkan harta, keluarga, dan waktu demi raga yang lain.

Begitu hebatnya perjuangan paramedis dalam.penanganan wabah pandemi virus ini.

Suatu ketika saya bertanya kepada seorang dokter di saat awal pandemi corona ini, “Dok, bagaimana keadaan dokter dan teman-teman medis lainnya saat wabah corona ini?”

Dokter tersebut yang semula berwajah cerah dan lembut, seketika berubah. Saya bisa melihat dari matanya,tampak ada raut kekhawatiran. “Ibu..saya mohon doanya buat tenaga medis dan paramedis di sini. Kami mengawali perjuangan ini sudah sejak kami melakukan sumpah dokter, sumpah hipocrates. Insya Allah kami ridho dan ikhlas berperang dengan corona. Tapi kita tanpa senjata. APD sangat langka. Masker menjadi barang mewah. Kita tetap mau hidup, supaya bisa bertempur. Jas hujan 5rb rupiahpun kami jadikan tameng, mika plastik adalah faceshield kami. Sambil berusaha, kita berharap bantuan APD standar akan tiba di instansi kami.”

Kemudian saya memberanikan diri untuk bertanya “Dok, saat APD standar itu sudah datang, bagaimana rasanya menggunakan itu?”

Dokter tersebut dengan ramah menjawab,

“Sungguh ibu..sebenarnya tidak masalah seberapa hausnya kami menahan keringnya tenggorokan, sesaknya nafas dengan masker N95, gerahnya badan dengan baju hazmat, beratnya kaki dengan sepatuboots, migraennya kepala karena ketatnya faceshiled. Semua itu akan sebanding dengan wajah bahagia dan senyum yang berlimpah dari pasien yang bisa selamat ataupun terhindar dari covid 19.”

Saya terharu dan mendoakan agar dokter tersebut selalu diberi kekuatan dan ketabahan dalam berjuang sebagai garda terdepan.

Masyarakat sangat diharapkan bisa bekerja sama dalam penanganan pemberantasan Covid ini, patuh dan taat pada aturan pemerintah, penerbitan edaran dari organisasi tertentu, taat pada MUI maupun IDI.

Baca Juga: Harapan dan Kisah Corona

Sedangkan, langkah.pencegahan yang paling mudah dan murah yaitu dengan rajin cuci tangan, jaga jarak, pakai masker, dan jauhi kerumunan masa.

Dengan adanya krisis kesehatan ini seakan-akan kita mendapat himbauan atau panggilan Illahi Robi untuk membuka hati, mengulurkan tangan, tolong menolong, dan meringankan penderitaan saudara saudara kita yang dirundung masalah.

Fastabiqul khairot, berlomba lomba dalam kebaikan, ini adalah kewajiban orang muslim sebagaimana dalam surat Al-maidah ayat 2 yang berbunyi wa laa ta’aawanuu ‘alal istmi wal ‘udwan wattquullaha Innallaaha syadiidul ‘iqoob yang artinya bertolong tolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa, dan.jangan tolong menolong.dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Adanya panggilan hati ini, mari kita bersama sama memberantas covid ini dalam memelihara kesehatan keselamatan dan membuat kesejahteraan dengan :

1. Mengikuti anjuran pemerintah

2. Saling tolong menolong

3. Saling bantu membantu

4. Saling bela membela

5. Gotong royong.

Dalam beramal menolong, bergotong royong meringankan beban penderitaan haruslah dengan niat yang ikhlas atas dasar cinta mencintai. Memang cinta dan kasih sayang merupakan fundamental dari moral akhlaq seorang muslim. Cinta dan kasih sayang bukanlah hanya ditujukan.kepada sesama muslim saja, tetapi juga kepada seluruh manusia, kepada seluruh makhluk titah Tuhan dan alam semesta ini sesuai dengan hakekat Nabi Muhammad s.a.w. sebagai rahmat bagi sekalian alam semesta.

(Visited 60 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 22 Mei 2020
Close