Ditulis oleh 8:09 am SAINS

Pariwisata Virtual, Peluang Baru untuk Industri Pariwisata?

Virtual travel ini adalah tentang memiliki jenis teknologi baru yang menggunakan teknik matematika canggih untuk mengubah data digital, menangkap langsung gambar dari lokasi wisata, menjadi foto dan video yang lebih realistis dengan lebih banyak nuansa lokasi.

Sudahkah anda merindukan berlibur keluar? Dengan adanya pandemi virus corona atau COVID-19, industri pariwisata menjadi salah satu dari banyak industri yang mengalami kerugian besar oleh karena diberlakukannya pembatasan keluar masuknya orang-orang, terutama dari luar negeri. Namun kini, terdapat sebuah usulan terbaru untuk menggunakan teknologi yang ada dan membuat sebuah virtual travel untuk merevitalisasi industri tersebut.

Dalam proposal yang diterbitkan dalam Cell Patterns, Dr. Arni S.R. Srinivasa Rao, seorang pemodel matematika dan direktur Laboratorium untuk Teori dan Pemodelan Matematika sekolah kedokteran, dan rekan penulis Dr. Steven Krantz, yang merupakan seorang profesor matematika dan statistik di Universitas Washington, menyarankan untuk menggunakan data science untuk memperbaiki dan mengembangkan lebih jauh televisi sekarang serta dan pengalaman pariwisata berbasis internet.

Teknik yang mereka gunakan melibatkan pengukuran dan kemudian mendigitalkan kelengkungan dan sudut objek dan jarak di antara mereka menggunakan rekaman drone, foto dan video, dan dapat membuat pengalaman perjalanan virtual lebih realistis bagi para pengguna dan dengan ini diharapkan dapat membantu merevitalisasi industri pariwisata.

Proposal untuk teknologi tersebut dinamankan LAPO, atau Live Streaming with Actual Proportionality of Objects, yang dengan kata lain adalah melihat video dengan proporsionalitas objek sebenarnya. LAPO tersebut menggunakan geometri informasi, yakni ukuran kelengkungan, sudut, dan luas suatu objek, serta pemetaan konformal, yang menggunakan ukuran sudut antara kurva suatu objek dan memperhitungkan jarak antar objek, untuk membuat atau memproyeksikan gambar orang, tempat dan segalanya tampak lebih nyata.

Rao mengatakan bahwa virtual travel ini adalah tentang memiliki jenis teknologi baru yang menggunakan teknik matematika canggih untuk mengubah data digital, menangkap langsung gambar dari lokasi wisata, menjadi foto dan video yang lebih realistis dengan lebih banyak nuansa lokasi daripada yang akan didapatkan pada saat menonton suatu film atau dokumenter. Dia memberi contoh seperti ketika pergi melihat Patung Liberty, kita akan berdiri di tepi Sungai Hudson untuk melihatnya.

Pada saat menonton video tentang patung ini, kita juga hanya dapat melihat objek dari satu sudut. Namun ketika patung tersebut diukur, menjaga beberapa sudut dan mendigitalkannya dalam bentuk video, maka kita dapat memvisualisasikannya dari berbagai sudut. Dengan ini kita akan mendapatkan rasa seperti berada di sana bahkan saat anda sedang duduk di rumah.

Kombinasi dari teknik yang diusulkan oleh Rao ini terkesan baru. Menurutnya geometri informasi telah diterapkan secara luas dalam fisika dan ekonomi, tetapi pelestarian sudut dari rekaman yang diambil tidak pernah diterapkan.

Rao serta Krantz mengatakan bahwa teknologi yang mereka usulkan tersebut dapat menengahi beberapa dampak dari pandemi pada industri pariwisata dan menawarkan suatu bentuk keuntungan atau manfaat yang lain.

Diantaranya adalah:

  1. keefektifan biaya, oleh karena pariwisata virtual akan lebih murah dibandingkan dengan pariwisata pada umumnya;
  2. keamanan untuk kesehatan orang, oleh karenanya pariwisata ini dapat dilakukan dari rumah masing-masing;
  3. menghemat waktu, karena dengan pariwisata semacam ini, waktu yang digunakan untuk perjalanan akan hilang;
  4. aksesibilitas, tempat-tempat pariwisata yang tidak dapat diakses secara rutin oleh para manula atau mereka yang memiliki disabilitas fisik kini dapat dengan mudah diakses secara rutin;
  5. lebih aman dan terjamin, oleh karena pariwisata ini menghilangkan risiko seperti menjadi korban kejahatan pada saat bepergian; dan
  6. tidak diperlukannya peralatan khusus, hanya menggunakan komputer rumah yang standar dengan kartu grafis dan akses internet maka anda akan dapat menikmati “perjalanan virtual” ini.

Para penulis juga menambahkan bahwa pariwisata virtual (juga) dapat menciptakan peluang kerja baru bagi pemandu wisata virtual, penerjemah, pilot drone, videografer dan fotografer. Serta mereka yang membangun dan mengmebangkan peralatan baru untuk pariwisata virtual.

Rao mengatakan bahwa pasti terdapat banyak orang yang akan membayar untuk merasakan pengalaman liburan baru ini. Sama halnya mereka akan membayar untuk maskapai penerbangan, hotel, dan tempat wisata selama perjalanan regular. Lalu bagaimana dengan bayarannya? Untuk pariwisata jenis ini, sebagai contoh, uang hasilnya dapat diberikan kepada setiap individu yang terlibat dalam menciptakan pengalaman liburan tersebut atau ke perusahaan yang menciptakan seluruh perjalanannya.

Untuk langkah selanjutnya adalah menemukan investor dan mitra di industri perhotelan, pariwisata dan teknologi yang mensetujui dan membantu terwujudnya usulan ini.

Jika pandemi virus corona ini berlanjut lagi selama beberapa bulan, Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia, kelompok perdagangan yang mewakili perusahaan perjalanan global besar, memproyeksikan hilangnya 75 juta pekerjaan secara global dan pendapatan sebesar $ 2,1 triliun. (disadur dari situs sciencedaily)

(Visited 12 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 14 September 2020
Close