Ditulis oleh 8:35 am KABAR

Pelatihan Masker

Mereka yang tahu, belum tentu mau menggunakan. Atau mereka yang mau belum tentu bisa menggunakan. Oleh sebab itulah, dalam hal penggunaan masker, rasanya perlu pendekatan yang lebih menyeluruh.

Ada usulan sederhana yang nampak naif, ketika hendak menjawab pertanyaan bagaimana caranya agar masyarakat, atau warga bersedia secara sukarela menggunakan masker? Usulan tersebut adalah jawaban atas pertanyaan tersebut, yakni adakan pelatihan penggunaan masker. Mengapa pelatihan?

Mungkin akan ada pertanyaan, seberapa sulit menggunakan masker? Bukankah menggunakan masker sangat mudah? Pertanyaan ini tentu benar dan sepenuhnya benar. Masalah, jika menggunakan masker adalah pekerjaan atau perbuatan yang sangat mudah, mengapa penggunaan masker masih terus dikampanyekan? Mengapa masih ada orang-orang yang tidak bermasker?

Ada yang berpendapat bahwa mungkin saja, mereka yang tidak menggunakan masker, karena kurang sosialisasi. Atau mereka tidak tahu, mengapa harus menggunakan masker. Oleh sebab itulah diadakan sosialisasi. Namun masalahnya, mengapa setelah sosialisasi yang demikian gencar, kita masih menemukan orang-orang yang tidak bermasker? Apa sebenarnya yang tengah terjadi?

Kita berpandangan bahwa menggunakan masker, bukan hanya soal terkait dengan pengetahuan. Atau masalah penggunaan masker bukan hanya soal pengetahuan. Mereka yang tahu, belum tentu mau menggunakan. Atau mereka yang mau belum tentu bisa menggunakan. Oleh sebab itulah, dalam hal penggunaan masker, rasanya perlu pendekatan yang lebih menyeluruh. 

Disebut lebih menyeluruh karena ujung yang ingin dicapai adalah kebiasaan atau keadaan dimana-mana, orang-orang menggunakan masker, seperti mereka menggunakan pakaian. Masker di masa pandemi Covid-19, menjadi satu kesatuan dengan pakaian. Bagaimana memungkinkan adanya kebiasaan tersebut?

Pada titik inilah adanya kebutuhan untuk membuat suatu pelatihan. Yakni suatu upaya sengaja dan terencana untuk melatih setiap orang untuk mampu menggunakan masker. Program ini mungkin bisa dimulai dari sekolah-sekolah, kantor-kantor dan tempat-tempat lain yang terbatas dan terjangkau. 

Di sekolah, dapat dilakukan sesi khusus berupa latihan penggunaan masker. Tentu pelatihan dilaksanakan secara daring. Atau untuk sekolah yang telah melakukan tatap muka. Pelatihan menyangkut tiga hal pokok: (1) bagaimana menggunakan masker secara benar; (2) bagaimana cara merespon jika berhadapan dengan orang yang tidak bermasker; dan (3) bagaimana merespon jika mendapat teguran karena tidak bermasker.

Para siswa dan guru di sekolah, setelah melakukan pelatihan, maka mereka juga diminta untuk melatih lingkungan. Tentu dimulai dari lingkungan terdekatnya, yakni keluarga. Model yang sama dapat dilakukan di kantor, dengan pola yang sama. Jika hal ini dapat dilakukan, dan secara reguler dilakukan evaluasi, maka dari waktu ke waktu, penggunaan masker akan menjadi kebiasaan.

 

(Visited 23 times, 1 visits today)
Tag: , , Last modified: 29 Agustus 2020
Close