Oleh: Dr. Purwadi SS, M.Hum

Waspada corona di mana saja berada. Mari jaga kebersihan di lingkungan. Corona virus dahsyat tak terlihat. Virus yang menyebar menjadi wabah menular. Pemerintah cermat demi melindungi rakyat. Presiden, Menteri, Rektor, Gubernur, Bupati. Usaha kebajikan diperoleh keselamatan. Saatnya gotong royong sesama tolong menolong.

Sanggar seni Pustaka Laras, Jaln Kakap Raya 36 Minomartani Yogyakarta selama masa gawat darurat corona ini tetap berkegiatan. Sesuai dengan anjuran pemerintah, pengelola sanggar membatasi jumlah peserta. Rata rata diikuti sekitar 3 siswa. Mereka belajar lagu yang menghibur dan mendidik. Sekedar untuk menghalau kejenuhan. Supaya anak kerasan tinggal di rumah.

Latihan kesenian ini diselenggarakan 2 kali sehari. Pagi hari pukul 9-11. Sore hari pukul 15-17. Menggunakan metode learning by playing. Belajar sambil bermain. Tidak ada materi pengajaran yang sulit dan rumit. Semua bahan pengajaran disajikan dalam bentuk penyebaran pikir. Lagu lagu yang familier dibuat sederhana syair dan notasi. Bahkan pengajarnya membuat beragam lagu corona. Anak pun semangat berlatih. Senyum tawa gembira terpancar dari wajah berseri.

Alunan lagu waspada corona tersebut bernada laras pelog pathet nem. Notasi dan syair mudah dihafal. Lantas dibuat latihan tiga putaran. Istirahat sejenak. Sambil evaluasi, peserta diajak rekaman. Cukup dengan HP. Hasilnya pun lumayan bagus. Kegiatan itu berlangsung hari Senin, 16 Maret 2020. Rekaman video sederhana ini, lagu waspada corona dishare lewat media sosial. Kegiatan seni ini menjadi inspirasi elemen masyarakat lain. Sampai saat ini sanggar Pustaka Laras tetap mengajari peserta didik. Syukur Alhamdulillah.

Yogyakarta, 5 April 2020.

Penulis: Ketua LOKANTARA, Lembaga Olah Kajian Nusantara.

(Visited 158 times, 1 visits today)
Tag: Last modified: 5 Mei 2020
Close