Peluang Berkarya Bagi Petani Muda

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Dengan sistem pertanian hidroponik hambatan lahan bisa diatasi dengan hasil yang tak kalah bagusnya dengan sistem pertanian konvensional.

Pertanian adalah kegiatan bercocok tanam yang memanfaatkan sumber daya alam hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan , sumber industri dan sumber energi serta mengelola lingkungan hidupnya. Di jaman yang terus berkembang ini banyak lahan pertanian yang disalahgunakan. Banyak lahan pertanian yang dibuat bangunan, permanen menjadikan lahan pertanian berkurang. 

Perubahan iklim dan cuaca yang tak menentu dapat memengaruhi kondisi lahan serta tumbuhan yang ditanam. Perubahan iklim sering menyebabkan gagal panen dankurangnya pasokan hasil panen. Kondisi ini berisiko menjadi cikal bakal krisis pangan dalam negeri. Keterbatasan lahan di perkotaan ternyata bukanlah hambatan untuk bertani.

Sekarang banyak para petani muda yang mampu mengembangkan pertanian maju ke depan tanpa mengandalkan lahan yang luas tetap bisa bercocok tanam, Ini semua dilakukan dan dikembangkan karena para petani muda peduli di sektor pertanian khususnya pangan yang semakin sempit dan lahan yang sudah berkurang kesuburannya. Untuk menanam di lahan yang sempit kita bisa menggunakan sistim hidroponik atau vertikultur.

Menerapkan hidroponik. Dengan sistem pertanian hidroponik hambatan lahan bisa diatasi dengan hasil yang tak kalah bagusnya dengan sistem pertanian konvensional. Lahan yang kita butuhkan tidak begitu luas. Bisa juga dibuat di dalam rumah bisa dibuat permanen atau dibuat semi permanen, tinggal kebutuhan masing-masing. Tanaman yang biasanya digunakan untuk hidroponik yaitu kangkung, sawi, selada, pakcoy dll.

Kalau mau memenuhi kebutuhan pangan sendiri maka bisa pakai hidroponik ini. Lebih sehat dan tanpa biaya besar karena berasal dari kebun sendiri. Karena bisa tumbuh di mana saja dan tak tergantung pada musim. Bahkan di wilayah pesisir dengan iklim panas pun bisa tumbuh dengan baik. Syarat utama hidroponik ini memang pada ketersediaan air, yang bisa berasal dari sumur bor, sisa buangan AC dan bahkan bisa menggunakan air PDAM.

Vertikultur dapat dilakukan di mana saja dan oleh siapa saja.

Menerapkan vertikultur, pertanian modern yang dilakukan pada media tegak atau vertikal yang disusun secara bertingkat. Vertikultur dapat dilakukan pada lahan sempit, tanpa mengurangi produktivitas panen. Metode ini sebagai solusi jitu dalam mengatasi keterbatasan lahan dalam budidaya. Vertikultur dapat dilakukan di mana saja dan oleh siapa saja. Pembudidayaan dengan metode ini juga lebih terjaga dari pengaruh perubahan iklim, serangan hama, dan kondisi media. Metode ini juga dapat meningkatkan efektivitas produksi dengan lahan yang minimal. Media yang dibutuhkan cukup sederhana, yaitu bidang yang berbentuk vertikal atau biasanya berupa tembok. Vertikultur digunakan untuk menanam tanaman yang berusia relatif pendek, misalnya selada, seledri, kangkung, sawi, bayam, dan berbagai jenis sayuran lainnya.

Nah dari kedua sistem ini tinggal kita pilih yang cocok yang mana untuk diterapkan di lahan kita. Atau mau diterapkan kedua sistim ini juga bagus. Selamat mencoba dan berinspirasi.

Salam petani muda untuk Indonesiaku.

Roni Dwi Septiyadi

Roni Dwi Septiyadi

Minggir, Sleman, Yogyakarta

Terbaru

Ikuti