14.8 C
Yogyakarta
23 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
KABAR

Pemanfaatan Lahan untuk Akuaponik

Di masa sulit seperti sekarang ini kita dituntut untuk tetap memenuhi kebutuhan pangan supaya kita tetap terpenuhi kecukupan gizinya selama pandemi berlangsung. Salah satu solusi yang bisa kita manfaatkan adalah akuaponik. Akuaponik adalah sistem pertanian yang mengkombinasikan akuakultur dan hidroponik.

Setahun belakangan, akuaponik mulai dilirik para petani modern. Selain efisien, hasil panen akuaponik ada dua macam, yakni sayuran atau buah dan ikan. Akuaponik sendiri cocok diterapkan dalam sebuah pekarangan yang tidak luas seperti di rumah, kantor, kos-kosan, balkon dan lain-lain. Salah satu kelebihannya, akuaponik ini sangat hemat air, karena air dalam budidaya ikan disirkulasi dan dialirkan ke media tanaman.

Jika memakai sistem akuaponik, masa panennya bisa lebih cepat dibanding dengan sistem konvensional.

Kita dapat menanam berbagai jenis sayuran seperti bayam hijau, bayam merah, kangkung, sawi hijau dan lainnya. Jika memakai sistem akuaponik, masa panennya bisa lebih cepat dibanding dengan sistem konvensional. Misal, untuk tanaman kangkung, bila dengan sistem tanam tradisional mencapai 35-40 hari panen. Sedangkan dengan sistem akuaponik tanaman kangkung bisa di panen pada 25-28 hari saja.

Tantangan dalam sistem akuaponik adalah menjaga ikan agar tidak stres. Pasalnya, nutrisi tanaman dalam akuaponik bergantung pada feses atau kotoran ikan. Biasanya kendala datang dari suhu tinggi. Suhu yang tinggi akan menyebabkan ikan stres. Kalau sudah stress, nafsu makan ikan akan berkurang, sehingga produksi kotoran atau limbah pun sedikit. Kendala kedua, yakni kurangnya nutrisi yang diserap oleh akar tanaman. Ciri-ciri akar yang baik memiliki kondisi putih bersih dan agak kemerah-merahan. Pemeliharaan akar juga penting, agar bisa menyerap partikel hasil perombakan limbah kolam secara maksimal. Jika kondisi akar tak baik, maka penyerapan nutrisi akan berkurang dan menyebabkan kematian tanaman.

Kendala ketiga adalah serangan hama pada tanaman sayur, yaitu ulat dan ayam yang bisa membuat lubang daun maupun batang. Selain itu, penyakit ikan harus selalu dikontrol. Pemberian pakan yang tepat dan teratur, kontrol kualitas dan kuantitas air bisa mengantisipasi adanya penyakit ikan. Sebaiknya air kolam dibersihkan tiap dua minggu untuk menghilangkan amonia dari kotoran ikan dan sisa pakan ikan. Usahakan pula ada kucuran air untuk tingkatkan oksigen.

Dalam pembuatan aquaponik lele ada beberapa sistem yang dapat Anda gunakan, sebagai contoh sistem DFT. Penerapan sistem ini dibutuhkan pipa paralon atau bambu sebagai tempat tanaman. Kemudian letakan net pot atau bekas aqua gelas yang diisi dengan pecahan batu bata atau krikil dan pada bagian atas ditambahkan serabut kelapa maupun sekam bakar. Jika menggunakan sistem DFT pada aquaponik lele, maka kita membutuhkan mesin pompa air, cukup menggunakan pompa aquarium saja. Mesin pompa ini berguna untuk mengalirkan air pada media tanam dari kolam lele.

Setelah membuat sistem aquaponik lele, hal selanjutnya yaitu terkait pemeliharaan. Dimana aquaponik lele ini cenderungan mudah tersumbat oleh kotoran, lendir dan sisa makanan ikan. Untuk itu sebaiknya dipasang filter di sekeliling pompa. Atau dapat menggunakan kawat strimin dengan lubang yang agak kecil supaya tidak mudah tersumbat oleh sampah kotoran. Jadi sebelum air masuk ke dalam pipa paralon, air akan tersaring oleh filter tersebut, sehingga aliran dapat perjalan dengan lancar.

Pemeliharaan pada kolam aquaponik lele juga dengan mengontrol tekanan air, agar air tidak mudah menguap sehingga debit air tidak mudah berkurang. Cara mengatasinya adalah dengan memberikan lubang pada pipa kecil dari pompa sebelum masuk ke pipa paralon untuk mengurangi tekanan pada pompa. Dengan terbaginya aliran, maka daya dorong air akan menjadi berkurang. Atau dengan membuat aliran yang bercabang untuk instalasi lain, sehingga dapat mengurangi daya dorong air supaya tidak meluap.

Hal dalam pemeliharaan aquaponik lele yang perlu diperhatikan lagi yaitu kontrol tanaman. Jika menanam sawi, setelah dipanen maka tanam akan tumbuh bercabang. Oleh sebab itu, semakin sering dipetik maka akan semakin rimbun. Dan karena hal itulah Anda harus bersiap untuk pengecekan pipa paralon, karena semakin rimbun maka akarnya pun semakin rimbun pula, dan hal itulah yang sering membuat penyumbatan pada pipa paralon.

Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan lahannya untuk budidaya akuaponik di masa pandemi sekarang ini. Nantinya, setelah pandemi ini selesai budidaya akuaponik yang sudah dijalani tetap diteruskan supaya kita tetap bisa menjaga ketahanan pangan dalam skala kecil, yaitu di lingkungan keluarga.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA