23.1 C
Yogyakarta
23 Oktober 2021
BENTARA HIKMAH
KABAR

Pembangunan Desa dan Kampung Belajar

Pembangunan desa dalam upaya untuk mengembangkan desa agar lebih maju tampaknya belum seluruhnya desa-desa yang ada di Indonesia berkeinginan desanya agar lebih maju. Saat ini Indonesia masih rendah dalam masalah pendidikan, masih jauh tertinggal oleh negara-negara lain.

Sarana pendidikan seperti sekolah merupakan bentuk pelayanan publik, guru-guru di sekolah yang melayani dan siswa-siswi di sekolah merupakan penerima layanan publik tersebut. Akan tetapi angka melek huruf dan angka putus sekolah di Indonesia masih tinggi, oleh karena itu pemerintah pusat maupun daerah harus terus berbenah dalam memperhatikan masyarakatnya.

Tercatat dalam pendataan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) survei sosial market ekonomi nasional 2018, terdapat 1,93 persen atau 3.290.490 orang yang masih buta aksara usia 15-59 tahun. Angka buta aksara ini setelah dilakukan klasterisasi masih terdapat enam provinsi yang berada di zona merah dengan persentase buta aksara diatas 4 persen, seperti Papua (22,88 persen), Sulawesi Selatan (4,63 persen), Sulawesi Barat (4,64 persen), Nusa Tenggara Barat (7,51 persen), Nusa Tenggara Timur (5,24 persen), dan Kalimantan Barat (4,21 persen). Selain angka buta aksara atau buta huruf yang masih banyak di Indonesia, Indonesia juga masih tinggi dalam permasalahan angka anak putus sekolah.

Total jumlah anak putus sekolah di 34 provinsi negara ini masih berada di kisaran 4,5 juta anak. Dari data yang dimiliki Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), jumlah anak usia 7-12 tahun di Indonesia yang tidak bersekolah berada di angka 1.228.792 anak. Untuk karegori usia 13-15 tahun di 34 provinsi, jumlahnya 936.674 anak. Sementara usia 16-18 tahun, ada 2,420,866 anak yang tidak bersekolah. Sehingga secara keseluruhan, jumlah anak Indonesia yang tidak bersekolah mencapai 4.586.332.

Di situs resminya, TNP2K mengungkap bahwa konsentrasi terbesar dari anak Indonesia yang tidak bersekolah atau putus sekolah berada di Provinsi Jawa Barat, dengan angka 958,599 anak. Disusul oleh provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, masing-masing di angka 677,642 dan 609,131 anak. Kebanyakan dari mereka yang putus sekolah tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Tetapi juga ada alasan lain yaitu seperti ingin menikah di usia muda, ingin bekerja saja bagi mereka yang sudah mengenal uang. Apalagi bagi masyarakat di pedasaan yang jauh dari pusat kota, mereka berpikir bahwa lulus SMP atau sudah cukup. Mereka tidak berfpikir panjang bahwa semakin lama semakin ketat persaingan dalam dunia pekerjaan.

Oleh sebab itu pembangunan desa mesti dilakukan untuk membantu pemerintah Indonesia dalam mengentaskan angka buta aksara atau buta huruf dan juga bagi anak-anak yang putus sekolah agar tetap mendapatkan pendidikan pengetahuan yang baik. Banyak desa-desa di Indonesia yang membuat program untuk membantu mengatasi masalah pendidikan. Bagi warga desa yang putus sekolah di tingkat SD tidak disatukan atau dicampur ketika belajar dengan anak yang putus sekolah di tingkat SMP bahkan SMA. Ada kelas tersendiri di masing-masing tingkat pendidikan.

Kampung Belajar dikhususkan bagi anak-anak yang tidak mampu yang ingin tetap merasakan tambahan ilmu akibat putus sekolah atau ada hal lainnya. Tetapi Kampung Belajar juga dibuka oleh umum. Tidak ada batasan untuk tetap bisa menimba ilmu kapanpun dan dimanapun. Bagi anak-anak yang ingin ikut atau masuk dalam proses pembelajaran di Kampung Belajar tak perlu membayar atau gratis.

Ini merupakan program dari desa untuk membantu anak-anak yang kurang mampu untuk tetap bisa mendapatkan pendidikan dan ilmu yang layak dan baik. Untuk para tenaga pengajarnya kita ambil untuk para pemuda desa yang bersedia ingin membantu. Atau kita sebarkan informasi kampung belajar ini ke media sosial sehingga para mahasiswa yang bersedia menyempatkan waktunya untuk berbagi ilmu di Kampung Belajar. Kebanyakan mahasiswa di luar yang terketuk hatinya untuk mengabdi di Kampung Belajar tanpa meminta imbalan balik.

Related posts

BENTARA HIKMAH
MEDIA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA