Ditulis oleh 8:04 am COVID-19

Pembelajaran Jarak Jauh dan Covid-19, Mendidik Komunitas Pendidikan Kita

Musibah Covid-19 yang berkepanjangan dan Pembelajaran Jarak Jauh harus terus diterapkan maka guru atau pendidik terpacu untuk bisa menguasai berbagai aplikasi pada androidnya.

Pembelajaran Jarak Jauh semula dianggap hal yang cukup mengagetkan dunia pendidikan kita. Demikian juga musibah Covid-19 juga sangat dan sangat mengagetkan warga masyarakat Indonesia lebih-lebih kepada komunitas pendidikan kita. Seiring berjalannya waktu kita bersyukur sebagian masyarakat cepat menyesuaikan diri dan terus belajar dalam rangka berkontribusi baik besar maupun kecil kepada seruan dan ajakan,serta kebijakan pemerintah Repubik Indonesia.

Pemerintah dalam hal ini melalui Menteri Pendidikan yang baru telah mengeluarkan keputusan bahwa dalam menghadapi wabah Virus Corona seluruh jenjang pendidikan menyelenggarakan Pembelajaran Jarak Jauh dan Peserta Didik harus belajar dari rumah.

Selama ini hanya sebagian kecil yang sudah menerapkan PJJ dan rata-rata komunitas pendidikan baik guru, peserta didik, orangtua peserta didik, maupun masyarakat luas belum tahu persis apa itu PJJ, bagaimana pelaksanaannya, dan intinya semua unsur boleh dikatakan panik.

Rambu-rambu dan himbauan dari pemerintah terkait dengan PJJ disaat wabah Virus Corona ini diantaranya adalah:

  1. Wabah Corona atau Covid-19 ini jangan sampai penyebarannya berkepanjangan.
  2. Bentuk kerumunan di manapun dilarang termasuk di satuan pendidikan dari mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi.
  3. Seluruh Satuan Pendidikan menerapkan Kegiatan Pembelajaran melalui jarak jauh.
  4. Seluruh unsur pendidikan baik itu guru,siswa,dan orangtua atau masyarakat harus siap melaksanakan PJJ ini.
  5. Pembelajaran jarak jauh tidak memberatkan peserta didik,tidak ada target kurikulum,dan penugasan pembelajaran harus bersifat menyenangkan

Unsur Pendidik yaitu guru awalnya bingung dan hanya meraba-raba bahwa PJJ dilaksanakan yang penting memberikan bentuk penugasan kepada peserta didiknya.

Demikian juga peserta didik dan orangtua mereka merasakan panik, stres, jenuh, dan lelah dibuatnya. Waktu terus berjalan, musibah terus menelan korban, kebijakan harus di rumah saja pun diperpanjang sehingga kita dipaksa untuk menyesuaikan diri dan terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait PJJ harus dikuasai dan harus bisa.

Secara bertahap dan seiring berjalannya waktu semua unsur pendidikan yang awalnya hanya mengenal aplikasi sangat terbatas terus dengan gatgetnya, androidnya terus mulai update dengan berbagai aplikasi diterapkan satu persatu, secara bertahap semua belajar walau penuh tantangan dan kendala di sana-sini silih berganti.

Beberapa kendala dan solusi pemecahannya mulai dihadapi dan terus disikapi seperti;

  1. Banyak peserta didik dan orangtua tidak memiliki HP dan guru memberikan solusi bergabung dengan teman yang dekat rumahnya minta tugas yang diberikan guru.
  2. Ada beberapa peserta didik atau orangtua memiliki HP tetapi tidak ada aplikasinya. Solusi dari pihak sekolah bergabung dengan tetangga terdekat yang bisa mengakses tugas dari guru atau sekolahnya.
  3. Sebagian lagi anak tidak memiliki kuota untuk bisa mengaksesnya,guru atau pihak sekolah mengijinkan uang BOS boleh untuk membeli pulsa.
  4. Sebagian dari perserta didik dan orangtua mengeluh HP tidak dapat dipakai anaknya karena dibawa orangtua bekerja,guru memberikan solusi harus menunggu orangyua pulang baru mengambil dan mengerjakan tugas.
  5. Keluhan lain banyak orangtua yang memiliki hp hanya satu,tetapi anak yang akan menggunakannya lebih dari satu dalam satu rumah,solusi dari guru bergantian sehingga waktu menunggu cukup lama.
  6. Yang lebih memprihatinkan lagi keluhan dari orangtua tidak siap dan tidak mampu mendampingi,tidak mampu mengajari beberapa mateti pembelajaran karena kemampuan orangtua terbatas.

Dengan adanya musibah Covid-19 yang berkepanjangan ini dan Pembelajaran Jarak Jauh juga harus terus diterapkan maka guru atau pendidik terpacu untuk bisa menguasai berbagai aplikasi pada androidnya. Yang semula guru hanya terbatas menggunakan aplikasi WA misalnya, terus berusaha untuk bisa dengam Google Form, Brainly, Zoom Quised dan lain-lain.

Harapan seluruh komponen pendidikan ke depannya pemerintah khususnua melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terus memberikan ruang belajar, ruang guru, dan sejenisnya lebih luas dan mudah karena PJJ ini cukup menantang. Menantang dalam arti kemampuam guru,bahkan perserta didik dan orangtua seiring kemampuan dan kemauannya untuk mengembanglan kompetensinya masing-masing sesuai ranahnya.

Penulis berharap semua komponen dan unsur pendidikan untuk bersama-sama merapatkan barisan, bersatu padu meningkatkan kompetensi dan kemampuannya. Dan kita bersama-sama bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas atau mutu pendidikan ini sebagai wujud ikut bertanggung jawab atas pembangunan bangsa Indonesia.

(Visited 189 times, 1 visits today)
Tag: , Last modified: 7 Mei 2020
Close