Pembelajaran Virtual

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Sistem pendidikan virtual yang akan berkembang dan dikembangkan, haruslah mengabdi pada kepentingan bangsa.

Jaman berubah. Kegiatan belajar mengajar juga mengalami perubahan. Mengapa? Karena tidak mungkin model kegiatan belajar mengajar bersifat statis, alias tidak berubah walaupun jaman telah berubah. Tentu pertanyaan utamanya adalah apakah model kegiatan belajar mengajar selama ini telah merupakan hasil perubahan tetap, atau dari waktu ke waktu, mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan jaman? Mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan tentu saja dapat bersaksi, apakah dalam dua puluh tahun terakhir telah terjadi perubahan mendasar dalam kegiatan belajar mengajar.

Kini, jaman dimana manusia telah relatif terkoneksi satu sama lain melalui teknologi. Model interaksi, disadari atau tidak, juga telah mengalami perubahan. Jika dulu, pesan membutuhkan waktu, untuk sampai ke penerima pesan – bahkan dimana masih menggunakan tukang pos, sebuah surat bisa memakan waktu hitungan minggu sejak dikirim, hingga sampai ke penerima.

Per hari ini, sebuah pesan, bahkan jika pun berjumlah puluhan halaman, tidak membutuhkan waktu dalam skala jam, atau bahkan menit. Dalam jarak ratusan atau ribuan kilometer, sebuah pesan dikirim hanya membutuhkan waktu hitungan detik atau kurang dari satu detik. Malah situasi tersebut telah mulai mengubah rasa lama dan rasa cepat. Kita menunggu beberapa detik saja, kini sudah terasa lama.

Kenyataan ini tentu saja membawa pengaruh pada kebutuhan akan kecepatan. Apa yang disebut sebagai kecepatan, telah menjadi kata kunci dalam segala jenis interaksi. Kehati-hatian atau ketelitian, sudah tergeser, oleh pasal kecepatan. Sebuah pesan yang dikirim tidak lagi mensyaratkan ketelitian dan kehati-hatian, melainkan bergerak dengan panduan kecepatan. Akibatnya banyak sekali seliweran pesan yang dikirim, dan ternyata pesan tersebut bukan saja kurang akurat, malah terkadang merupakan pesan palsu. Soalnya, kadang-kadang, pengirim pesan tidak menyadari bahwa pihaknya telah mengirim pesan yang tidak akurat atau pesan palsu.

Tidak saja soal kecepatan, tetapi juga meluasnya akses bagi siapa yang bekerja dalam ruang internet terhadap segala jenis bahan pembelajaran. Seseorang mendapatkan begitu banyak pilihan. Dia bisa menjadi ahli dalam permainan online. Dia bisa menjadi ahli masak. Dia bisa menjadi apa saja, sejauh menggunakan seluruh kesempatan yang ada untuk melakukan pembelajaran.

Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pengajar atau para pendidik, karena para murid, memiliki sumber informasi yang tidak tunggal. Apa yang akan menjadi masalah adalah jika para pendidik tidak melakukan update atas perkembangan pengetahuan, sehingga potensi untuk tertinggal dari para murid akan terbuka.

Dalam kaitan itulah, kita memandang penting suatu studi menyeluruh terkait dengan hadirnya sistem belajar mengajar secara virtual. Metode belajar harus berubah, karena sumber pengetahuan tidak lagi bersumber dari satu arah tetapi dari banyak arah, maka cara belajar perlu bertransformasi. Cara mengajar atau proses belajar mengajar yang berubah, sudah barang tentu akan mendorong perubahan dalam sistem evaluasi. Model evaluasi konvensional, amat perlu diubah dan disesuaikan dengan perkembangan yang ada. Ke depan, sangat mungkin kondite atau kompetensi seseorang akan dilihat dari jejak digitalnya.

Sebagai bangsa kita tentu tidak mengembangkan pendidikan yang mengabdi pada kepentingan yang bukan merupakan kepentingan bangsa. Sistem pendidikan virtual yang akan berkembang dan dikembangkan, haruslah mengabdi pada kepentingan bangsa.

Di sinilah titik yang paling penting, yakni bagaimana membangun karakter bangsa di dalam kerangka kerja pembelajaran virtual. Jika selalu ini pendidikan karakter, lebih nampak sebagai proses yang mengandalkan interaksi langsung, maka kini, melalui teknologi, pendidik karakter juga perlu dipikirkan agar dapat hadir dalam format yang baru, dan dengan hasil yang jauh lebih baik.

Syamsudin, S Pd., MA

Syamsudin, S Pd., MA

Ketua Pusat Studi Pendidikan IKA UNY. Dosen UP45 Yogyakarta.

Terbaru

Ikuti